Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

‘Kenikmatan Itu Cuma Tanggal 1-5, Sisanya adalah Seni Bertahan Hidup’ – Gen Z Solo dalam Pusaran Overworked dan Gaji Underpaid

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Januari 2025
A A
Gen Z Solo, dunia kerja.MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beban kerja berlebihan (overworked) tapi diupah rendah (underpaid) menjadi persoalan pelik yang kini dialami banyak Gen Z. Sialnya, mereka terpaksa bertahan di situasi tersebut karena minimnya pilihan.

***

Janis (25) baru saja menghabiskan batang rokok terakhirnya. Setelah ponselnya mulai berisik dengan notifikasi grup WA kantor, dia langsung beranjak meninggalkan meja Indomaret. Sebotol kopi instan yang dia beli buru-buru dicucup habis sebelum botolnya dibuang ke tong sampah.

“Sorry, ya, nggak bisa lama. Jam istirahat cuma setengah jam,” ujar perempuan asal Jogja ini ketika saya temui di sela-sela jam makan siangnya, Sabtu (11/1/2025) siang.

Pertemuan kami, yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, berakhir singkat siang itu. Tak ada obrolan mendalam soal musik punk rock–genre yang dia sukai, atau pembahasan mengenai buku yang sedang dibaca. Siang itu, dia malah lebih banyak mengeluh soal atasannya di kantor yang toksik.

“Kantor mah kelihatannya aja fresh, pegawainya Gen Z semua. Tapi mentalitas atasan masih boomers banget. Toxic abis,” ungkapnya, beberapa saat sebelum mengakhiri pertemuan kami.

“Gen Z mental tua”

Sejak awal 2024 lalu, Janis diterima kerja di sebuah startup di Solo. Awalnya, pada tiga bulan pertama, dia bekerja secara WFH. Fleksibilitas kerja ini yang membuatnya betah meski gaji yang ditawarkan tak terlalu besar.

“Pas masih di Jogja, gaji segitu (kisaran Rp2,5 juta) masih oke. So-so, lah ya. Soalnya aku tidur dan makan di rumah, jadi pengeluaran bisa ke-cover,” jelasnya.

Namun, perusahaan meminta seluruh pegawainya untuk bekerja di kantor. Tercatat, sejak Agustus 2024 lalu, Janis mulai ngekos di Solo. Pada fase inilah kehidupannya lambat laun berubah.

Perubahan pertama yang Janis benar-benar rasakan adalah soal budaya kerja. Dulu, dia masih mewajarkan permintaan rapat dadakan di malam hari, karena kerjanya pun WFH.

Tapi ternyata, setelah kerja kantoran, budaya itu pun masih dibawa. Perintah rapat-rapat dadakan, yang bahkan di luar jam kerja, kerap dia terima.

Misalnya, rapat dadakan saat Minggu malam bersama klien. Atau, ketika jam kantor berakhir, bosnya tiba-tiba meminta beberapa pegawai untuk mengikuti rapat–yang itu sifatnya mandatory–tanpa mengenal mekanisme lembur.

Menurutnya, permintaan ini tak bisa ditolak atau didelegasikan ke pegawai lain untuk alasan apapun. Sebab, di kantornya ada sistem poin yang dihitung via keaktifan di luar jam kerja. Artinya, kalau dia menolak ajakan rapat, ada kemungkinan poinnya minus dan berimbas pada pemotongan gaji.

“Mereka itu kemasannya aja Gen Z. Tapi cara kerjanya tua banget. Merasa para pekerja ini robot.”

Baca halaman selanjutnya…

Kerja keras bagai kuda, tapi gaji tak seberapa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2025 oleh

Tags: Dunia KerjaGen Zgen z solooverworkedpekerja gen zsolounderpaid

Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO
Catatan

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO
Liputan

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah (Jateng): kesadaran pentingnya tanah dengan sertifikat MOJOK.CO

Kesadaran Sertifikasi Tanah Wakaf Warga Jateng Tertinggi Nasional, Karena Sertifikat Tempat Ibadah Penting agar Tak Jadi Masalah

16 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Suntikan dana investasi dari investor Tiongkok untuk pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di Kendal Jawa Tengah (Jateng) MOJOK.CO

Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama

15 Juni 2026
Jika kantin sekolah dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka bisa meningkatkan efektivitas dan memberi dampak ekonomi nyata. MOJOK.CO

Jika Kantin Sekolah Dilibatkan MBG: Bisakah Tekan Anggaran dan Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?

17 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.