Earphone kabel kembali bangkit setelah tersingkir selama bertahun-tahun, karena kehilangan pamor setelah kemunculan True Wireless Stereo (TWS) seperti AirPods. Sejumlah pengguna mengklaim earphone kabel lebih praktis.
Dalam lima tahun terakhir, penjualan earphone kabel mengalami penurunan. Sound Guys mencatat, penurunan sempat anjlok sebanyak US$42 juta (Rp672 miliar) pada 2024.
Hal ini tak terlepas dari kemunculan awal TWS sebagai penanda gaya hidup canggih, minimalis, dan modern. TWS juga dilengkapi Active Noise Cancellation (ANC), menjamin koneksi cepat, dan daya tahan baterai yang mumpuni dalam case-nya.
Namun nyatanya, pengguna mengaku kecewa atas jaminan tersebut sehingga kembali memilih earphone kabel. Alhasil, penjualan earphone kabel kembali naik pada 2025 dengan pertumbuhan 3 persen atau sekitar US$15 juta (Rp243 miliar).
Pada Juli hingga Desember 2025, penjualannya melonjak sekitar 10 persen. Puncaknya terjadi dalam 6 minggu pertama, yakni mencapai 20 persen. Dari segi harga, earphone kabel juga lebih terjangkau dibandingkan TWS. Lebih dari itu, ada berbagai alasan yang bikin pengguna beralih dari TWS.
#1 Menyelamatkan HP saat jatuh
Tersambungnya kabel earphone pada gawai ternyata punya fungsi khusus secara tidak langsung, yakni menyelamatkan HP sebelum jatuh dan terbentur. Penyebab HP jatuh bisa beragam, misalnya karena permukaan yang licin atau kelalaian manusia seperti tersenggol sampai meletakkan HP di tempat yang tidak aman.
Bayangkan, ketika kita asyik mendengarkan lagu, lalu tiba-tiba HP kita terjatuh. Kita pun tak perlu terlalu khawatir HP tergores atau terbentur, sebab HP tetap akan menggantung sebelum jatuh ke tanah atau lantai.
“To be fair, wired headphones saved my phone from falling few times (Sejujurnya, headphone berkabel telah menyelamatkan ponsel saya dari jatuh beberapa kali),” ujar akun Instagram @edytastala di kolom komentar yang disukai hampir 800 orang lainnya.
#2 Earphone kabel nggak bakal hilang sebelah
Masalah yang paling sering dialami pengguna TWS adalah hilangnya satu sisi earbud. Kebanyakan TWS masih bisa digunakan walaupun hanya pakai satu sisi saja, sebab kedua earbud sejatinya dirancang bisa berfungsi secara mandiri.
Biasanya, salah satu earbud punya fungsi utama alias terhubung sebagai master, sedangkan sisi satunya sebagai pendamping. Penggunaan satu sisi earbud juga berdampak pada beberapa fitur yang tidak maksimal, seperti suara stereo, noise cancellation, dan gaming mode.
Oleh karena itu, pengguna biasanya akan lebih tenang asal yang hilang bukan sisi master. Namun, tentu saja ada orang yang kurang nyaman memakai satu earbud. Beberapa merek juga belum tentu mengizinkan pembelian earbud secara terpisah. Tak pelak, banyak orang harus membeli TWS lagi dengan harga yang sebetulnya lebih mahal ketimbang earphone kabel.
#3 Earphone kabel nggak perlu di-charge
Dibanding earphone kabel, penggunaan TWS memerlukan baterai dan harus di-charge. Ketika baterainya habis maka TWS tidak bisa berfungsi. Terlebih, daya TWS umumnya baru penuh setelah diisi selama 1 hingga 2 jam di dalam chasing.
Sama seperti gawai yang baterainya bisa melembung, TWS yang di-charge terlalu lama dapat menurunkan umur baterai. Adaptor yang digunakan juga harus sesuai. Biasanya bisa 5 Volt atau 1-2 Ampere (1000mA).
“Sementara kabel mah bebas mau pakai sampai budeg (sulit mendengar) juga nggak bakal mati,” kata Ayu sebagai pengguna earphone kabel yang pernah memakai TWS.
#4 Penanda kalau lagi sibuk
Belakangan, memakai earphone kabel atau headphone dapat diartikan sebagai komunikasi non-verbal. Malah, ada orang yang hanya memakainya tanpa bertujuan mendengarkan sesuatu. Di lingkungan kantor, pegawai seperti itu sering diartikan sedang sibuk. Karena itu, mereka tidak ingin diganggu atau diajak mengobrol.
Kadang-kadang, orang bisa salah paham terhadap pengguna TWS. Misalnya, ada orang yang salah kira ketika melihat orang lain seperti mengajak ngobrol dirinya, padahal orang tersebut sedang menggunakan TWS untuk telepon.
Misalnya lagi, orang lain yang menyapa kita di jalan, tapi karena kita tidak dengar dan sedang fokus mendengarkan musik atau menghadiri forum secara online, kita jadi tidak sadar dengan sapaan tersebut dan malah dikira sombong.
#5 Earphone kabel dianggap retro dan sehat mental
Tahun 2026 ini, earphone kabel semakin tren karena berbagai figur publik yang kembali memakai earphone kabel alih-alih TWS. Sebut saja, aktris bernama Jenna Ortega yang meraih popularitas lewat perannya di film Wednesday hingga anggota K-Pop.
Kini, earphone kabel menjadi simbol gaya hidup retro. Istilah ini sering disebut digital fatigue alias kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat interaksi digital yang berlebihan. Dengan memakai earphone kabel, pengguna lebih merasa terbebas atau lepas sejenak dari kerumitan teknologi nirkabel.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Digital Fatigue: Kembalinya Budaya Retro di Kalangan Gen Z, karena Jenuh dengan Teknologi Modern atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














