Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Redaksi oleh Redaksi
21 Mei 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Sebat Dulu kali ini kedatangan Smarai, band asal Jogja yang pelan-pelan mulai mencuri perhatian lewat lagu-lagu mereka yang terdengar sederhana dan membuat banyak orang merasa dekat sejak sekali dengar.

Di obrolan kali ini, Smarai cerita soal bagaimana band yang diisi orang-orang lama ini memilih mulai dari nol lagi. Dari urusan nyari personel, bikin album pertama, sampai perdebatan kecil soal arah musik dan promosi, semua dibuka tanpa banyak pencitraan. 

Iklan

Mereka juga ngobrol soal kenapa nge-band hari ini, buat mereka, nggak cukup cuma modal lagu bagus. Harus ada strategi, konsistensi, dan kesediaan buat ngerjain hal-hal yang kadang dianggap “cara lama”, mulai dari datang ke radio, bikin konten terus-terusan, sampai bikin panggung sendiri karena sadar belum tentu ada yang ngajak manggung.

Tak hanya sampai disitu Smarai juga cerita bagaimana mereka bikin promosi yang nggak melulu ngejar FYP atau viral dadakan. Ada format minus one biar siapa saja bisa ikut nyanyi, kolaborasi dengan musisi, komika, sampai kawan-kawan lintas tongkrongan yang bikin lagu mereka menyebar pelan-pelan tapi organik. 

Mereka sadar, kadang lagu yang terasa dekat jauh lebih ampuh daripada karya yang terlalu sibuk pengen terlihat rumit.

Selain ngomongin album pertama, mereka juga bahas film pendek yang menyertai rilisan mereka, proses kreatif yang banyak berangkat dari keresahan sehari-hari, sampai pertanyaan yang mulai relevan buat musisi sekarang: jangan-jangan yang dibutuhkan bukan lagi video klip mahal, tapi karya yang cukup kuat buat bikin orang mau balik lagi, kasih komentar jujur, dan datang nonton ketika panggungnya dibuka. 

Simak kisah lengkapnya di episode terbaru Sebat Dulu. Jangan sampai ketinggalan. Mana tahu, dari obrolan ini kamu malah belajar soal musik, promosi, atau sekadar cara tetap nekat berkarya di tengah zaman yang maunya semua harus cepat viral.

Tags: musik nostalgiasebatduluSmarai band

Terpopuler Sepekan

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

Warga vs Warga, Mengapa Kekerasan di Tingkat Tapal Terus Berulang?

28 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.