Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Redaksi oleh Redaksi
23 Juni 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yogyakarta – Riuh rendah tepuk tangan penonton di Akademi Bahagia sore itu menjadi pembuka sebuah acara yang tak biasa.

Dalam gelaran podcast Sebat Dulu Live on Stage, panggung sore itu tak hanya menjadi ruang percakapan, tetapi juga tempat musik, hadroh, dan pesan kemanusiaan bertemu dalam satu panggung.

Iklan

Kelas Urup dan Tetap Menjaga Kewarasan

Sesi diskusi kemudian menjadi pembuka perjalanan sore itu. Duet host Alit jabang bayu dan Patub Letto bersama dengan Kunto AJi.

Ditengah gempuran media sosial yang sering kali menjadi sumber noise tertinggi bagi Gen Z, Kunto Aji membagikan  rahasia pribadinya dalam menjaga mental dengan membatasi diri dari dunia maya dan membuat ruang-ruang kecil di dunia nyata.

Salah satu ruang yang lahir dari gagasan tersebut adalah Kelas Urup, sebuah program yang kini telah memasuki tahun ketiganya.

“Urup itu awalnya perpanjangan dari album Mantra-Mantra. Kita pengen merayakan resolusi tahun baru—termasuk memperbaiki jam tidur—dengan menyambut matahari pertama di alam terbuka bersama orang-orang satu frekuensi,” jelas Kunto.

Di tahun ketiga ini, urup hadir dengan DNA yang lebih matang dan konsep kegiatan yang terkurasi ketat. Mulai dari meditasi sore hingga terapi frekuensi suara. Bagi Kunto, wadah ini menjadi tempatnya berekspresi secara organik tanpa harus diburu-buru oleh tuntutan industri.

Yogyakarta Hadroh Klan (YKHC): Dari Improvisasi Jogokaryan hingga “Penjaga Akidah”

Kejutan terbesar malam itu adalah cerita di balik kolaborasi Kunto Aji dengan YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC). Pertemuan mereka terjadi secara tidak sengaja (impromptu) saat momen puasa tahun lalu di Masjid Jogokaryan.

Kolaborasi organik ini akhirnya melahirkan sebuah karya mahal bertajuk “Rampak Pembebasan“. Mengambil kata dari bahasa lama yang berarti bergerak serempak bersama-sama, lagu ini ditulis sebagai respons mendalam terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina.

Kunto Aji mengungkapkan kecemasan psikologis yang melandasi lahirnya lagu ini. Ia gelisah melihat bagaimana media sosial perlahan membuat masyarakat dunia menormalisasi kekejaman dan kriminalitas luar biasa.

“Kasus di Gaza itu berbahaya secara psikologis kalau kita lama-lama jadi terbiasa dan menganggap hal itu normal. Padahal itu sangat tidak normal. Kita harus tetap cemas dan bersuara,” tegas Kunto.

Lagu ini digarap dengan lirik dan ketukan rap trap yang kencang untuk memantik kembali kepedulian yang mulai abai.

Penutup yang Menggetarkan Langit

Menjelang penghujung acara, suasana berubah semakin khidmat ketika Ustadz Salim A. Fillah menyampaikan beberapa nasihat dan refleksi singkat kepada para hadirin. Kehadirannya menjadi penyejuk di tengah semangat yang sejak awal memenuhi ruangan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Usai doa, seluruh pengisi acara kembali berkumpul di atas panggung bersama penonton untuk pertama kalinya melantunkan lagu Rampak Pembebasan secara live. 

Ketukan rap yang bertenaga berpadu dengan gemuruh rebana hadroh, menciptakan suasana yang penuh semangat sekaligus khusyuk. Emosi mencapai puncaknya saat Selawat Asyghil berkumandang, mengiringi doa agar umat dijauhkan dari kezaliman. Di saat yang sama, seruan “Free, Free Palestine!” menggema kompak dari seluruh penjuru ruangan.

Sore itu, Yogyakarta menjadi saksi bahwa musik, hadroh, dan dakwah mampu melebur menjadi satu kekuatan. Bukan sekadar pertunjukan, melainkan pengingat untuk tidak berdiam diri di hadapan kezaliman, sekaligus ikhtiar bersama menjaga nurani dan kewarasan.

 

Tags: Kunto AjiRampak PembebasansebatduluykhcYogyakarta


Terpopuler Sepekan

Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.