Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Juni 2026
A A
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Ilustrasi - Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak bekerja dan tinggal di mess per awal 2025 lalu,  semakin ke sini Rofan (23)  justru terdorong untuk pindah: sewa kos sendiri di Jogja. Alasan kuatnya adalah karena keberadaan seorang teman mess yang gemar ngasih makan “naga”alias judi slot ketimbang perutnya sendiri. Padahal gaji kerjanya tidak seberapa. 

Rofan adalah pekerja di salah satu tempat penyewaaan alat-alat elektronik untuk event-event di Jogja. Dari sound system dan sejenisnya. Di mess, ia tinggal bersama setidaknya tiga  orang pekerja lain. Dua seusianya, sementara satunya lagi mas-mas berusia menjelang 30-an. 

Tinggal di mess sebenarnya merupakan strategi bertahan hidup Rofan. Pasalnya, dengan gaji Rp2 juta, terlalu tipis jika nantinya harus digunakan sewa kos—yang sekarang rata-rata harganya sudah dia angka Rp500 ribu ke atas.  Namun, jika terus-terusan tinggal di mess, ia juga merasa dirugikan dengan kelakukan teman yang suka ngasih makan naga tadi. 

Ngasih makan naga: pesugihan biar cepat kaya

Teman satu mess Rofan yang berusia menjelang 30-an tersebut panggil saja Panjul. Kata Rofan, bisa dibilang dia adalah salah satu pekerja senior. Gajinya sebenarnya juga tidak Rp2 juta pas, lebih sedikit lah. 

Namun, selebih-lebihnya, kalau hanya sedikit, buat hidup saja susah. Buat beli bensin, makan minimal sehari dua kali, atau rokok. Begitu kata Rofan. 

“Makan di Jogja kalau mau kenyang minimal ya Rp15 ribu sekali makan. Kalau cuma sekadar ganjel perut, angkringan dua nasi kucing masih bisa lah. Tapi ganjelnya sementara,” kata Rofan, Sabtu (13/6/2026). Apalagi di tengah situasi ekonomi seperti saat ini. 

Akan tetapi, alih-alih berhemat, si Panjul ini justru gemar ngasih makan naga alias judi slot. Panjul mengaku ke anak-anak mess kalau ia pernah sekali jackpot hanya dengan modal tipis. 

Itulah yang kemudian memotivasi Panjul untuk ngasih makan naga. Terutama di jam-jam menuju tengah malam, karena dulu ia mendapat jackpot di jam-jam tersebut. 

“Bahayanya adalah, teman-teman yang seusiaku ini kan tergiur. Saat-saat ini mereka belum nyemplung aja. Kalau nanti nyemplung, wah, nggak ketolong semua,” kata Rofan. 

Bagaimana mau ketolong, hampir setiap malam loh Panjul ini ngasih makan naga di layar ponselnya. Tapi jackpot yang pernah ia ceritakan itu tidak pernah terulang lagi. 

Sebab, seringkali Rofan mendapati, hari masih pagi tapi si Panjul sudah pasang muka kesal. Katanya duitnya amblas semalam. Sialnya, jika sudah tahu begitu, bukannya berhenti, si Panjul malah semakin termotivasi untuk balas dendam: judi slot  lagi di malam harinya. 

Gaji Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot), rela kelaparan

Di lingkungan kerja Rofan, judi slot sebenarnya menjadi habit buruk yang menjangkiti sejumlah pekerja kelas menengah bawah: terutama di umur 25-an ke atas. Dan memang, pada 2024 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa jumlah pemain judi online (judol) di Indonesia telah mencapai 3,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, hampir 80% berasal dari kalangan menengah bawah.

Para pekerja lain yang waras bukannya tidak pernah mengingatkan. Termasuk kepada Panjul, bahwa cara kerja judi slot memang begitu: memberi semacam umpan pancingan (jackpot) di awal yang membuat ketagihan, tapi setelahnya hanya akan terus-menerus menyedot uang dari korban. 

“Nggak, Pak, belum jackpot aja ini, kalau jackpot nanu kutraktir kalian.” Kata Rofan, begitu selalu yang diucapkan Panjul setiap kali ditegur. 

Iklan

“Panjul ini sudah di tahap mengkhayal, katanya kalau jackpot gede, mau buat beli ini lah, itu lah, buat modal nikah lah,” beber Rofan. 

Ironisnya, demi ngasih makan naga, si Panjul kerap mengenyampingkan urusan perutnya sendiri: rela kelaparan. Bagaimana tidak, gaji Panjul kerja di sektor jasa di Jogja tersebut hanya Rp2 juta sekian. Setiap malam terus disetor ke mesin perjudian. 

Bahkan belum pertengahan bulan pun sudah ludes duluan. Alhasil, siasat makannya adalah mengais-ngais recehan untuk makan di angkringan: sehari dua kali. Kalau tidak, misalnya ada event, ia bergantung penuh dari makanan yang memang disediakan. 

Utang sana-sini dan minta dikasihani

Bedebahnya, kalau sudah tidak pegang uang sama sekali, maka ia akan minta dikasihani, terutama oleh anak-anak yang tinggal di mess. 

Seringkali utang uang buat makan dan beli rokok ketengan. Seringkali pula, karena sudah tidak mampu beli rokok, akhirnya selalu minta rokok anak-anak lain. 

“Aku hanya dua atau tiga kali ngasih pinjam. Karena buat makan kan. Tapi setelah itu nggak pernah ngutangi lagi. Ya nggak mungkin dibalikin,” beber Rofan. 

Dalam situasi seperti itu pun, bukannya sadar bahwa habit judi slot lah yang merusak keuangan, Panjul justru makin delusional. Kata Rofan, setiap habis utang—baik ke Rofan maupun ke orang lain—dia pasti bilang begini: “Tenang, Pak, nanti kalau aku ada jackpot gede, pasti kubalikin.” 

Masalahnya Rofan tahu belaka, jackpot yang dibayang-bayangkan si Panjul itu tidak akan pernah terjadi. Sebab, setelah ia pelajari, sistem judi slot  memang hanya memberi kenikmatan jackpot sesaat. Sisanya hanyalah iming-iming semu. 

“Kadang tiba-tiba dia (Panjul) pegang uang lagi, padahal kami nggak ngasih utang. Kutanya, duit dari naga tuh? Ternyata dia utang teman lama atau saudara. Kadang juga minta orang tuanya. Beneran,” jelas Rofan. Tidak sepenuhnya untuk kebutuhan primer, masih saja, uang hasil utang pun tetap dipakai buat slot. 

Sambat tidak punya uang tapi tidak bisa berhenti dari judi slot

Belakangan ini, Panjul bercerita bahwa ia sebenarnya merencanakan hendak melamar pasangan. Masalahnya, ia tidak punya pegangan uang khusus untuk melamar, entah dalam dompet maupun tabungan di bank. 

“Mangkanya aku berharap jackpot,” katanya yang sontak membuat Rofan menepuk jidat. Memang kalau sudah kecanduan judi slot, susah buat ditolong. 

Ibu Panjul, berdasarkan cerita dari si Panjul, belakangan juga mempertanyakan: ke mana hasil kerja selama ini, kok tidak ada lebih-lebihnya buat ditabung? 

Pertanyaan si ibu itu, masih dalam cerita Panjul kepada Rofan, berangkat dari situasi Panjul minta bantuan biaya lamaran dari sang ibu. Si ibu penasaran, jika Panjul sudah lama kerja, tapi kok masih sering utang sana-sini, urusan lamaran juga 80% dibebankan ke orang tuanya. 

Jawaban Panjul: Ya gaji kerja di Jogja cuma Rp2 juta mau berbuat apa? 

“Gaji Jogja kecil itu memang fakta, sementara di sini serba mahal. Tapi menurutku, variabel ngasih makan naga lah yang memperparah keuangan Panjul. Karena aku, semegap-megap apapun dengan gaji Jogja, masih bisa survive lah,” kata Rofan. 

“Sudah tahu seperti itu, satu teman seusiaku di mess belakangan malah mulai tertarik slot juga. Dimulai dari pertanyaan, berapa sih angka jackpot yang katanya gede itu? Eh dijawab pula sama si Panjul yang terdengar menggiurkan,” sambungnya. Pindah sewa kos aja kali ya, syukur-syukur bisa cari kerjaan lain, biar aman dari utangan dan nggak sumpek menghadapi orang-orang tidak tertolong lagi. Begitu pikir Rofan belakangan ini. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Gara-gara Slot, Suasana di Desa Tak Sehangat Dulu Lagi: dari Ronda Malam sampai Tahlilan, Tak Pernah Absen Main Judol Jahanam atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan



Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2026 oleh

Tags: cara kerja judolcara kerja slotgaji jogjajackpotJogjajudi slotjudolkerja di jogjanaga slotngasih makan nagapilihan redaksislot
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO
Fragmen

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co
Kabar

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO
Seni

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
5 tips dapat tiket murah untuk liburan keluarga di Pantai Pandawa Bali MOJOK.CO

5 Tips Dapat Tiket Murah untuk Liburan Keluarga di Pantai Pandawa Bali

11 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terima penghargaan karena pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif di Jateng MOJOK.CO

Pengakuan “Tokoh Penggerak” di Balik Ribuan UMKM dan Ekonomi Kreatif Jateng yang Tumbuh Pesat

12 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.