Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu
Di balik populernya apem ya qowiyyu sebagai kuliner khas Jatinom, Klaten, ada tangan-tangan perempuan yang terus menjaganya terus bertahan.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Di balik populernya apem ya qowiyyu sebagai kuliner khas Jatinom, Klaten, ada tangan-tangan perempuan yang terus menjaganya terus bertahan.
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong. Cuma dianggap saat mabar.
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan...
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas.
Seporsi kekalahan anak laki-laki: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak sanggup ringankan beban orang tua di masa tua.
Karnaval sound horeg dikira bakal pudar tapi terus getarkan Jatim tiap Agustusan karena gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi.
Semasa hidup Nasirun dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan berbagi. Memberi kenangan kebaikan bagi orang sekitar.
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal.
Cerita seorang ibu tidak ragu izinkan anak kuliah di Universitas Terbuka (UT) meski dipandang sebelah mata. Eh berbuah pencapaian membanggakan.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.