Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana.
Dari sebuah lapangan tidak rata, SSB tertua di Kota Jogja bisa menelurkan talenta sepak bola di panggung nasional.
Makin malas bayar pajak. Bukan tak patuh dan membangkang negara, tapi pejabat terus berulah dan bikin susah percaya.
Mesin cuci menjadi salah satu instrumen penting di rumah. Namun, di desa, mesin itu jadi saksi dinamika sosial dari sekadar...
Anak magang SMK: niat belajar dan tingkatkan skill, tapi jadi pekerja serabutan tanpa upah. Masih dibentak-bentak pula.
Jangankan ke petugas Sensus Ekonomi 2026, warga desa juga jengah dengan sensus dari mahasiswa KKN. Nggak nemu gunanya.
Saat anak semangat tinggal di kos dan jadi mahasiswa baru, ortu hanya bisa ikut antusias tapi aslinya sembunyikan rasa cemas.
Di tengah beratnya kehidupan dewasa yang bikin setengah gila, masih ada seporsi kemenangan kecil selain resign usai berporsi-porsi kekalahan.
Menulis jadi keterampilan yang harus dikuasai Gen Z apapun profesinya.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.