Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya
Setelah berhasil memodifikasi Astrea Grand 1996 milik Bapak, Kakak saya seolah tak peduli menyibak kemacetan di Kota Surabaya Pusat.
Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah
Di tengah kabut tebal, sejumlah siswa di Kota Palangka Raya menyambut teman-temannya yang masuk sekolah dengan menggunakan masker.
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan
Dari daur ulang air wudu hingga konservasi sampah menjadi dana beasiswa, Masjid Walidah Dahlan UNISA bertransformasi jadi mercusuar peradaban di bidang lingkungan.
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi
Pemerintah Yogyakarta selaraskan data dengan pusat usai warga protes soal desil mereka yang tak sesuai. Begini cara ubahnya secara mandiri.
Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda
Julukan PaKuMis pernah melekat pada Padukuhan Sangurejo di Sleman. Kini, kampung itu dikenal lewat gerakan lingkungan dan produk ecoprint dari kulit salak yang sampai ke Belanda.
Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab
Blusukan kampung cuma bikin overthinking akamsi, sementara peserta juga kecewa karena nggak dianggap peserta lain.
Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan
Nyatanya, punya rumah di Surabaya Pusat lebih banyak kerugiannya. Meski begitu, perempuan asli Surabaya ini tetap ingin beli rumah di sana.
Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!
Sebagai salah satu tokoh veteran Indonesia, Djamaluddin Beddu berpesan kepada generasi muda untuk membaca buku sejarah.