Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Seporsi Kekalahan Sarjana di Jakarta: Kerja Keras Hidupi Orang Tua tetap Dianggap Sia-sia karena Gajinya Setara Lulusan SMA
Kisah ironis sarjana di Jakarta yang bekerja keras dengan gaji di bawah UMR, hanya untuk diremehkan keluarga dan dicibir setara anak SMA.
Menjadi Social Butterfly kerap Dipuji dan Bikin Teman Iri karena Pergaulan Luas: Aslinya Melelahkan dan Tetap Merasa Kesepian
Di balik citra pergaulan luas, seorang social butterfly sering kelelahan menghadapi relasi transaksional dan merasa kesepian.
Kasta Menu Makanan di Tahlilan yang Bikin Boncos, Mahal dan Memberatkan tapi “Wajib” Dipenuhi Tuan Rumah
Di desa, menu tahlilan memiliki kasta dari ayam hingga sapi yang membebani warga, memaksa keluarga berduka berutang demi gengsi dan tradisi.
Siswa Tewas Tersedak Menu MBG di Lampung Bukan Musibah, BGN Dilarang Cuci Tangan dan Salahkan Guru
BGN dituntut tidak cuci tangan apalagi mengambinghitamkan guru atas tragedi fatal tewasnya siswa SD yang tersedak menu Makan Bergizi Gratis.
Biaya Tahlilan di Desa Mahal karena Omongan Tetangga: Ada Standard “Pantas” yang Kudu Dipenuhi, Bikin Tuan Rumah Tak Punya Waktu Berduka
Di desa, demi memenuhi standard kepantasan, biaya tahlilan bisa mencapai belasan juta. Banyak keluarga berutang buat bungkam mulut tetangga.
Memilih Cut-Off Karang Taruna di Desa karena Toksik: Usia Mereka Muda tapi Pola Pikir Tua, Menormalisasi Banyak Hal Toksik termasuk Pungli
Kisah pemuda yang memilih memutus hubungan dengan Karang Taruna desa karena muak dengan normalisasi pungli, senioritas, dan budaya toksik.
Gen Z Heran Orang-orang Salty sama Aktivitas Baca Buku di Kafe: Dicap Caper, Pick Me, Nggak Asyik, padahal Cuma Diam dan Anteng
Menjawab stigma haus atensi dan pick me, Gen Z buktikan bahwa membaca buku di kafe adalah FOMO produktif yang tidak merugikan siapa pun.
Slow Living adalah Mimpi Basah Orang Haven’t di Jogja: Kerja Keras saja Masih Kurang, apalagi Cuma Modal “Nrimo ing Pandum”
Romantisasi slow living di Jogja hanyalah ilusi bagi pekerja lokal yang gajinya ludes untuk bertahan hidup dan digerus krisis properti.