Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Redaksi oleh Redaksi
9 April 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagaimana bisa salah satu naskah Islam paling kuno dari tanah Jawa justru ditemukan jauh di Eropa, tepatnya di sebuah perpustakaan di Ferrara? Pertanyaan ini menjadi pintu masuk untuk menelusuri misteri Keropak Ferrara, sebuah manuskrip lontar yang diperkirakan berasal dari abad ke-16, bahkan mungkin lebih tua.

Dalam episode Jasmerah kali ini, Irfan Afifi mengajak kita membedah isi naskah tersebut—sebuah dokumen yang bukan hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi rekaman penting tentang bagaimana Islam pertama kali dipahami dan dipraktikkan di tanah Jawa.

Lebih dari sekadar artefak kuno, Keropak Ferrara menyimpan jejak intelektual dan spiritual yang menunjukkan bahwa corak Islam awal di Nusantara tidak dibangun di atas formalitas hukum semata.

Sebaliknya, naskah ini menekankan pentingnya laku batin, pemurnian jiwa, serta pembentukan akhlak sebagai inti dari keberagamaan.

Ajaran-ajaran yang muncul di dalamnya memiliki kedekatan dengan tradisi tasawuf, di mana manusia diajak untuk tidak hanya menjalankan syariat, tetapi juga menapaki jalan makrifat—jalan menuju kedekatan dengan Tuhan melalui kesadaran batin yang mendalam.

Menariknya, naskah ini juga menghadirkan figur-figur teladan dalam dunia spiritual, seperti Nabi Khidir, yang dipandang sebagai simbol pencapaian hikmah tertinggi.

Selain itu, Keropak Ferrara turut merekam dinamika penting dalam sejarah Islam Jawa, termasuk kisah musyawarah para wali di pusat dakwah seperti Giri Kedaton, di mana ajaran Siti Jenar diperdebatkan dan dianggap menyimpang.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa sejak awal, Islam di Jawa tumbuh melalui dialog, perdebatan, dan pencarian makna yang mendalam.

Pada akhirnya, Keropak Ferrara tidak hanya mengajak kita memahami masa lalu, tetapi juga mengajukan pertanyaan reflektif bagi masa kini: apakah cara kita beragama hari ini masih mewarisi “cahaya hikmat” yang diajarkan para leluhur? Ataukah kita justru semakin menjauh dari kedalaman makna yang dulu menjadi ruh utama dalam penyebaran Islam di tanah Jawa?

Tags: ajaran islamjasmerahnaskah kunoSejarah Islam di Jawa


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.