Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Fresh Graduate Jogja Pontang-Panting Saat Lebaran: 3 Bulan Kerja di Jakarta Dianggap Sukses Oleh Ortu, Padahal Dapat Gaji Underpaid dan Hidupnya Serba Kekurangan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
29 April 2024
A A
Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya.MOJOK.CO

Ilustrasi - Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya: Meninggalkan Kota Kecil demi Mengubah Nasib, Malah Diupah Tak Wajar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mustika (23) harus putar otak saat lebaran kemarin agar isi kantongnya tak terkuras habis, dan utangnya tak semakin menumpuk. Meski sudah tiga bulan kerja di Jakarta, fresh graduate asal Jogja ini belum menikmati kemewahan UMR ibu kota. Padahal, di kampung halaman, ortunya sudah gembar-gembor soal kesuksesannya.

Sejak Januari 2024 lalu, Tika, sapaan akrabnya, dapat kerja kantoran di Jakarta. Lulusan Sastra Inggris PTS Jogja ini bekerja sebagai content writer di salah satu media online ibu kota.

Iklan

Sebenarnya, perjalanan karier Tika cukup mulus. Setelah menyelesaikan studinya selama 4 tahun, hanya berselang sebulan dari sidangnya ia langsung dapat kerja.

“Baru wisuda Februari kemarin. Bisa langsung dapat kerja karena beberapa alumni kampusku juga bekerja di sana duluan,” kata Tika kepada Mojok, Jumat (26/4/2024) lalu.

Sejak masih kuliah, Tika memang sudah merencanakan buat kerja di luar Jogja. Sebab, UMR Jogja yang menurutnya “masih segitu-gitu” saja masih tak akan cukup buat memenuhi kebutuhan hariannya. Apalagi ia merupakan anak tertua; ayahnya kerja sebagai petugas kebersihan (honorer) di sebuah SMP, ibunya tidak bekerja, sementara dua adiknya masih sekolah. Sehingga, tanggung jawab ekonomi keluarga ada di pundaknya.

“Masih nggak nyangka sih bisa langsung dapat kerja, apalagi di Jakarta. Jelas dong awalnya punya ekspektasi tinggi,” ujarnya, bercerita mengenai kebahagiaanya saat awal  diterima kerja di Jakarta.

Dapat gaji di Jakarta setara rata-rata upah di Jogja

Saat dapat tawaran kerja dari salah satu alumni kampusnya, tanpa pikir panjang Tika langsung menerimanya. Ia bahkan belum menanyakan berapa gaji yang ditawarkan, sejauh mana jobdesk yang harus ia kerjakan, hingga hak dan kewajibannya sebagai pegawai di media online tersebut.

“Bare minimum pekerja Jakarta ya serendah-rendahnya gaji di sana pasti lebih tinggi dari UMR Jogja. Itu dulu aku mikirnya gitu,” jelasnya.

Sayangnya, saat penandatanganan kontrak, Tika cukup kaget. Gaji yang ditawarkan tak lebih besar dari rata-rata upah pekerja di Jogja.

Hingga saat ini, Tika hanya menerima gaji Rp2,6 juta per bulan. Sementara per 2024, UMR Jakarta adalah sebesar Rp5,06 juta. Artinya, gaji yang ia terima hanya setengah UMR Jakarta, bahkan cuma sedikit di atas UMR Jogja yang berada di angka Rp2,4 juta.

“Aku sudah nggak bisa nolak itu. Maksudku, kapan lagi dapat kesempatan baru lulus langsung dapat kerja. Orang tua juga udah aku pamitin dan ngesupport, meski mereka tahunya gajiku 5 jutaan,” katanya.

Soal ritme dan beban kerja, sebenarnya Tika tak terlalu mempermasalahkannya. Ia cukup menikmati lingkungan kerja yang nyaman dan beban kerja yang masih wajar. Hanya saja, hidup di Jakarta dengan gaji underpaid bikin dia kudu pontang-panting.

Kerap ngasih transferan ke ortu pakai duit hasil ngutang

Gaji Rp2,6 juta per bulan, tentu jauh dari kata cukup. Apalagi Tika hidup di Jakarta yang apa-apa serba mahal.

Saat tanggal gajian tiba, uang Rp1 juta sudah harus enyah dari rekeningnya. Rp500 ribu buat bayar kos dan Rp500 ribu lagi buat transfer ke orang tuanya. Artinya, buat hidup selama sebulan, Tika hanya mengandalkan uang satu setengah juta buat pegangan.

Iklan

“Aku rela cari kos seadanya yang biaya sewanya murah karena kalau ngitung pengeluaran, ya paling mungkin memang cari kos yang 500 ribuan,” kata dia.

Belum lagi pada pertengahan bulan, orang tuanya ada saja kebutuhan mendesak. Tika pun mau tak mau kudu transfer uang lagi ke mereka. Sialnya, uang di rekeningnya cuma cukup buat makan.

Alhasil, mau tak mau Tika kudu ngutang sana-sini. Gali lubang tutup lubang pun kerap ia lakukan demi menunjukkan ke orang tuanya kalau dia sudah “sukses” di Jakarta.

“Kadang sedih juga, sih. Ingin jujur ke orang tua kalau di Jakarta aku masih susah, takut bikin mereka kecewa.”

Baca halaman selanjutnya…

Di balik keceriaan lebaran, ada kepiluan. Sebab, rekening terkuras habis dan utang datang dari segala penjuru.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 April 2024 oleh

Tags: buruh jakartaBuruh JogjajakartaJogjakerja di jakartapekerja jakartaUMR Jakartaumr jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.