Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Mei 2026
A A
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Ilustrasi - Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri. (Unsplash/Bianca Ackerman)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Usaha madu saat menjadi ceruk bisnis potensial di Indonesia. Namun, ada permasalahan utama yang membuat para pelaku usaha madu akan kesulitan menjaga kualitasnya produknya di tengah persaingan pasar yang kompetitif.

Usaha madu potensial karena sumber melimpah

Dalam pengamanatan Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin, madu terus menunjukkan potensinya sebagai komoditas unggulan. Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga bisa menembus pasar global.

Ketersediaan madu sebagai sumber nektar alami di Indonesia juga sangat melimpah, mengingat kekayaan hutan tropis yang dimiliki Indonesia. Bagi Nanang, hal ini menjadi modal besar dalam pengembangan industri madu nasional yang berkelanjutan dan bernilai tinggi.

Diketahui, setidaknya ada 300 jenis madu yang dihasilkan oleh lebih dari 20.000 spesies lebah madu yang ada di dunia. Jenis madu itu umumnya ditentukan berdasarkan jenis nektar atau sari bunga yang dihisap lebah madu. Madu juga diketahui memiliki kandungan senyawa antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, serta berperan dalam proses penyembuhan luka.

“Manfaat tersebut dipengaruhi oleh komposisi fenolik, enzim, kadar gula, serta karakter fisikokimia madu,” jelas Nanang dalam keterangan tertulisnya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri. (Dok. UGM)

Masalah utama yang dihadapi saat usaha madu semakin diminati

Dari kacamata Nanang, madu semakin banyak diminati sebagai pemanis alami yang rendah kalori dan kaya nutrisi. Hal itu turut mendorong pertumbuhan usaha madu di Indonesia.

Hanya saja, masih banyak pelaku usaha muda yang belum memiliki pemahaman komprehensif mengenai parameter mutu madu yang baik, seperti kadar air, aktivitas enzim diastase, kandungan hidroksimetilfurfural (HMF), serta profil gula.

“Pemahaman pelaku usaha terhadap standar internasional seperti Codex Alimentarius maupun Standar Nasional Indonesia (SNI) juga masih terbatas,” ujar Nanang.

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri. (Dok. UGM)

Lebih lanjut, ada sejumlah masalah utama yang dihadapi pelaku usaha madu di tanah air yang turut Nanang soroti. Masalah-masalah yang dimaksud meliputi:

  1. Rendahnya literasi terkait standar mutu madu dan parameter fisikokimia yang penting
  2. Minimnya pemahaman mengenai metode ilmiah untuk mendeteksi madu palsu atau adulterasi
  3. Terbatasnya akses terhadap pengujian laboratorium yang valid dan independen.

“Tanpa pemahaman yang memadai, pelaku usaha akan kesulitan menjaga kualitas produknya dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” beber Nanang.

Tindakan yang merugikan secara ekonomi tapi kerap tidak disadari

Bagi Nanang, maraknya praktik adulterasi madu (madu palsu) berupa panen dini hingga penambahan bahan seperti sirup gula tebu dan sirup jagung tinggi fruktosa menjadi masalah serius yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pasalnya, praktik tersebut bisa merugikan secara ekonomi bagi pelaku usaha madu. Seiring itu, kepercayaan konsumen terhadap produk madu pun berpotensi menurun.

“Bahkan, pemalsuan asal-usul madu kerap terjadi, di mana madu dari jenis tertentu diklaim sebagai madu hutan atau madu klanceng untuk meningkatkan nilai jual. Padahal berbagai metode ilmiah sebenarnya telah dikembangkan untuk mendeteksi keaslian madu,” papar Nanang.

Beberapa metode untuk mendeteksi keaslian madu antara lain: isotopic ratio mass spectrometry (IRMS), nuclear magnetic resonance (NMR), kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), hingga analisis spektro inframerah.

Iklan

Metode-metode tersebut, kata Nanang, belum banyak dipahami oleh pelaku usaha madu di tingkat lokal karena keterbatasan akses dan literasi. Jika ketidakpahaman itu terus berlanjut, maka praktik adulterasi akan terus dinormalisasi dan ujungnya merugikan diri pelaku usaha madu sendiri.

Penguatan literasi ke masyarakat tugas siapa?

Maka dari itu, Nanang menekankan pentingnya pendekatan literasi yang mempertimbangkan keragaman latar belakang masyarakat, termasuk petani dan pelaku usaha madu. Edukasi nantinya tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik sederhana yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

“Peningkatan literasi sains harus disesuaikan dengan konteks masyarakat. Pendekatannya tidak bisa seragam, tetapi perlu mempertimbangkan kebutuhan dan keterikatan mereka terhadap aktivitas produksi,” tekan Nanang.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab terhadap penguatan literasi masyarakat atas kesadaran menjaga kualitas madu ini?

Nanang berharap penguatan literasi tersebut bisa terealisasi melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, serta pelaku usaha.

Sebab, bagi Nanang, melalui penguatan literasi tersebut masyarakat tidak hanya mampu mengidentifikasi madu palsu, tetapi juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Dengan demikian, madu Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar global sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Karena penguatan sektor madu tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga pada peningkatan literasi masyarakat, khususnya dalam memahami kualitas dan keaslian produk madu,” ungkap Nanang.

“Pendekatan berbasis riset aplikatif dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh konsumen dan pelaku usaha madu di tingkat lokal,” pungkasnya.

Sumber: Universitas Gadjah Mada

BACA JUGA: Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 oleh

Tags: bisnis madukeuntungan usaha madukhasiat maduusaha madu
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita MOJOK.CO

5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita

6 Mei 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat MOJOK.CO

5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat

7 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu Krisis Ekonomi di Depan Mata? MOJOK.CO

Rupiah Anjlok, Pakar UGM Wanti-wanti Kenaikan Harga Sembako 

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.