MOJOK.CO – Saya memulai usaha rumahan kecil-kecilan tanpa utang. Kini, omzet per bulan saya sudah tembus puluhan juta. Kamu mau coba?
Jujur, ini terdengar sedikit utopis. Namun, memulai usaha rumahan tanpa utang ke bank atau ke orang adalah sesuatu yang di atas kertas tidak mustahil. Saya sudah buktikan sendiri.
Memang tidak mudah, tapi kalau kamu menekuninya dengan pelan dan sabar, cara ini menurut saya lebih sehat secara cashflow dan keuangan bisnis secara umum. Tapi, disclaimer dulu ya, saya bukan pakar dan motivator bisnis. Usaha rumahan saya juga nggak yang sukses-sukses banget. Omzet pun belum miliaran, baru sampai di puluhan juta.
Oke, poin utamanya; JANGAN UTANG. Apalagi ambil utang ke bank. Dengan tanpa mengurangi hormat saya ke bank apa saja ya, baik himbara atau swasta, buat saya, bank itu entitas yang pure on business aja.
Mereka tidak ada kewajiban moral untuk berpihak ke kita, either sebagai nasabah yang hanya nabung uang atau kreditur yang mengambil utang untuk modal usaha. Nggak salah sih, karena memang tugas bank ya seperti itu. Sudah semestinya dan senormalnya bekerja seperti itu. Makanya buat saya, mengambil utang ke bank untuk modal usaha, saya hindarin dari awal.
Riset dan survei awal sebelum memulai usaha rumahan
Awalnya, saat mulai merintis usaha rumahan, bukan sekali dua kali saya cari info terkait pengambilan utang modal ke bank atau koperasi. Semua saya survei, sampai saya ajak ngobrol satu per satu.
Saya nggak akan menjelaskan terlalu dalam apa saja hasil obrolannya karena buaaanyak dan beda-beda jenis kredit dan bunganya. Cuma bagi saya, bisnis terasa sangat tidak nyaman kalau margin untung yang saya dapat harus dipotong untuk bayar bunga pinjaman modal.
Sekali lagi, ini di konteks usaha rumahan saya, ya. Karena skala bisnis saya masih sangat kecil, saat itu saya rasa meminjam modal ke bank nggak perlu-perlu amat.
Untuk skala kecil, jangan mudah lari ke utang
Dan ini harusnya jadi skala prioritas utama. Sebab menurut saya, banyak pelaku bisnis yang ketika memulai sesuatu dan kesulitan modal, pelariannya selalu jalan pintas untuk utang ke bank.
Padahal untuk skala kecil seperti usaha rumahan, menurut saya, modal seharusnya ya disisihkan aja dari uang yang kita dapat dari misalnya gaji kantoran, seperti saya. Saya menyisihkan 10 sampai 15% dari gaji bulanan sebagai modal awal membuka toko diecast, sejenis mainan mobil-mobilan yang kini digandrungi anak kecil dan bapak-bapak paruh baya.
Modal ini, saya tambah perlahan dengan rutin menyisihkan tiap bulannya. Makanya saya tulis di awal, kuncinya adalah pelan dan konsisten.
Lalu, sering muncul pertanyaan. Lha kalau nggak punya gaji kantoran, nyari modal dari mana? Jawab saya simpel, ya kerja dulu.
Uang itu ilmu pasti. Uang juga bukan barang yang ujug-ujug jatuh dari langit atau nongol dari bawah bantal tidur kita. Kalau belum ada modal buat usaha, ya kerja. Tidak semua harus dipaksakan ada saat itu juga. Nikmati prosesnya, pahitnya, karena jujur aja hidup ini memang nggak adil hahahaha apalagi di Indonesia.
Usaha rumahan juga soal disiplin dan sabar
Nah, oke lanjut.
Soal modal, bagian ini nantinya akan bertambah dengan cukup fluid ketika barang-barang yang laku segera kita sisihkan hitungan modal dan untungnya, untuk kemudian kita tambahkan lagi ke kas guna diputar lagi.
Ini juga langkah kecil yang menurut saya, lagi-lagi kuncinya kedisiplinan dan kesabaran. Mencatat, merekap, dan menghitung serta memisahkan antara omzet dan profit adalah mutlak buat saya.
Kalau nggak mencatat dan membuat rekapan setiap saat, pasti akan banyak angka yang miss. Ya maklum, sebab kita semua tahu manusia itu tempatnya salah dan lupa.
Yang berikutnya, wajib punya cashflow tebal
Ini prinsip penting nomor dua setelah per-utang-an di awal yang buat saya pantang dilanggar. Buat usaha yang baru seumur jagung, mengumpulkan cashflow tebal itu adalah keniscayaan.
Cashflow tebal akan memungkinkan kita menambah modal tanpa utang dan kulakan barang dengan nyaman dan tentram. Buang jauh-jauh impian jadi bos dengan rekrut karyawan. Jangan berpikir menjadi pahlawan kesiangan dengan termotivasi menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang apalagi baru usaha rumahan.
Ingat, tugas utama menciptakan lapangan kerja itu adalah tugas pemerintah, bukan tugas kita. Tekan ego kamu kuat-kuat untuk percaya bahwa kamu butuh karyawan ketika bisnis kamu sudah tumbuh makin besar dan memang tidak mungkin lagi di-handle satu orang alias kamu sendirian.
Dan percayalah, cashflow tebal itu akan mempertebal pula kepercayaan diri kamu sebagai business owner. Kamu lebih percaya diri untuk menambah jumlah barang yang mau kamu jual.
Sudah begitu, kamu lebih percaya diri untuk mendapatkan omzet lebih besar. Dan, yang paling penting, cashflow tebal bikin kamu lebih tangguh dalam menghadapi badai di iklim usaha rumahan yang naik-turun.
BACA JUGA: 5 Ide Usaha yang Cocok untuk Mahasiswa: Modal Minim, Nggak Ganggu Jadwal Kuliah, Cuan Lumayan
Jangan maksa sewa tempat, usaha rumahan butuh sabar
Sewa tempat adalah cost paling besar dan boros yang most likely sering memaksa orang untuk ambil utang buat sewa tempat. Kalau memang tahun-tahun awal kamu harus fokus di bisnis online, ya jalani saja.
Untuk era modern, online adalah solusi praktis. Memang, potongan admin di banyak e-commerce udah serem banget, but it is what it is.
Usaha rumahan saya berjalan online selama tiga tahun. Baru setelah 3,5 tahun, saya punya kesempatan berjualan di ruko secara offline tapi itu pun saya lakukan dengan sistem bagi hasil tanpa harus bayar sewa ruko.
Saat ini, saya tinggal di Bogor dan belum punya aset berbentuk tanah atau bangunan. Makanya, saya mempertimbangkan basic bisnis saya, yang mana adalah toko mainan. Jadi, menjalankan bisnis secara online adalah yang paling rasional. Mungkin cara seperti ini bisa kamu jadikan contoh.
Mulai kecil dan perlahan. Yang penting, ya mulai dulu.
Saya nggak janji hal-hal yang saya tulis di atas akan mudah diterapkan atau kamu tiru. Tapi ketahuilah, kalau semua usaha rumahan itu mudah, semua orang di dunia pasti sukses. Tapi nyatanya, enggak, kan?
Penulis: Isidorus Rio
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan dan tips memulai bisnis kecil-kecilan di rubrik CUAN.














