Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
5 Mei 2026
A A
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO

Ilustrasi Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya memulai usaha rumahan kecil-kecilan tanpa utang. Kini, omzet per bulan saya sudah tembus puluhan juta. Kamu mau coba?

Jujur, ini terdengar sedikit utopis. Namun, memulai usaha rumahan tanpa utang ke bank atau ke orang adalah sesuatu yang di atas kertas tidak mustahil. Saya sudah buktikan sendiri. 

Memang tidak mudah, tapi kalau kamu menekuninya dengan pelan dan sabar, cara ini menurut saya lebih sehat secara cashflow dan keuangan bisnis secara umum. Tapi, disclaimer dulu ya, saya bukan pakar dan motivator bisnis. Usaha rumahan saya juga nggak yang sukses-sukses banget. Omzet pun belum miliaran, baru sampai di puluhan juta.

Oke, poin utamanya; JANGAN UTANG. Apalagi ambil utang ke bank. Dengan tanpa mengurangi hormat saya ke bank apa saja ya, baik himbara atau swasta, buat saya, bank itu entitas yang pure on business aja. 

Mereka tidak ada kewajiban moral untuk berpihak ke kita, either sebagai nasabah yang hanya nabung uang atau kreditur yang mengambil utang untuk modal usaha. Nggak salah sih, karena memang tugas bank ya seperti itu. Sudah semestinya dan senormalnya bekerja seperti itu. Makanya buat saya, mengambil utang ke bank untuk modal usaha, saya hindarin dari awal.

BACA JUGA: Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

Riset dan survei awal sebelum memulai usaha rumahan

Awalnya, saat mulai merintis usaha rumahan, bukan sekali dua kali saya cari info terkait pengambilan utang modal ke bank atau koperasi. Semua saya survei, sampai saya ajak ngobrol satu per satu. 

Saya nggak akan menjelaskan terlalu dalam apa saja hasil obrolannya karena buaaanyak dan beda-beda jenis kredit dan bunganya. Cuma bagi saya, bisnis terasa sangat tidak nyaman kalau margin untung yang saya dapat harus dipotong untuk bayar bunga pinjaman modal. 

Sekali lagi, ini di konteks usaha rumahan saya, ya. Karena skala bisnis saya masih sangat kecil, saat itu saya rasa meminjam modal ke bank nggak perlu-perlu amat.

Untuk skala kecil, jangan mudah lari ke utang

Dan ini harusnya jadi skala prioritas utama. Sebab menurut saya, banyak pelaku bisnis yang ketika memulai sesuatu dan kesulitan modal, pelariannya selalu jalan pintas untuk utang ke bank. 

Padahal untuk skala kecil seperti usaha rumahan, menurut saya, modal seharusnya ya disisihkan aja dari uang yang kita dapat dari misalnya gaji kantoran, seperti saya. Saya menyisihkan 10 sampai 15% dari gaji bulanan sebagai modal awal membuka toko diecast, sejenis mainan mobil-mobilan yang kini digandrungi anak kecil dan bapak-bapak paruh baya. 

Modal ini, saya tambah perlahan dengan rutin menyisihkan tiap bulannya. Makanya saya tulis di awal, kuncinya adalah pelan dan konsisten. 

Lalu, sering muncul pertanyaan. Lha kalau nggak punya gaji kantoran, nyari modal dari mana? Jawab saya simpel, ya kerja dulu. 

Uang itu ilmu pasti. Uang juga bukan barang yang ujug-ujug jatuh dari langit atau nongol dari bawah bantal tidur kita. Kalau belum ada modal buat usaha, ya kerja. Tidak semua harus dipaksakan ada saat itu juga. Nikmati prosesnya, pahitnya, karena jujur aja hidup ini memang nggak adil hahahaha apalagi di Indonesia.

Iklan

Usaha rumahan juga soal disiplin dan sabar

Nah, oke lanjut.

Soal modal, bagian ini nantinya akan bertambah dengan cukup fluid ketika barang-barang yang laku segera kita sisihkan hitungan modal dan untungnya, untuk kemudian kita tambahkan lagi ke kas guna diputar lagi. 

Ini juga langkah kecil yang menurut saya, lagi-lagi kuncinya kedisiplinan dan kesabaran. Mencatat, merekap, dan menghitung serta memisahkan antara omzet dan profit adalah mutlak buat saya. 

Kalau nggak mencatat dan membuat rekapan setiap saat, pasti akan banyak angka yang miss. Ya maklum, sebab kita semua tahu manusia itu tempatnya salah dan lupa.

Yang berikutnya, wajib punya cashflow tebal

Ini prinsip penting nomor dua setelah per-utang-an di awal yang buat saya pantang dilanggar. Buat usaha yang baru seumur jagung, mengumpulkan cashflow tebal itu adalah keniscayaan. 

Cashflow tebal akan memungkinkan kita menambah modal tanpa utang dan kulakan barang dengan nyaman dan tentram. Buang jauh-jauh impian jadi bos dengan rekrut karyawan. Jangan berpikir menjadi pahlawan kesiangan dengan termotivasi menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang apalagi baru usaha rumahan. 

Ingat, tugas utama menciptakan lapangan kerja itu adalah tugas pemerintah, bukan tugas kita. Tekan ego kamu kuat-kuat untuk percaya bahwa kamu butuh karyawan ketika bisnis kamu sudah tumbuh makin besar dan memang tidak mungkin lagi di-handle satu orang alias kamu sendirian.

Dan percayalah, cashflow tebal itu akan mempertebal pula kepercayaan diri kamu sebagai business owner. Kamu lebih percaya diri untuk menambah jumlah barang yang mau kamu jual. 

Sudah begitu, kamu lebih percaya diri untuk mendapatkan omzet lebih besar. Dan, yang paling penting, cashflow tebal bikin kamu lebih tangguh dalam menghadapi badai di iklim usaha rumahan yang naik-turun.

BACA JUGA: 5 Ide Usaha yang Cocok untuk Mahasiswa: Modal Minim, Nggak Ganggu Jadwal Kuliah, Cuan Lumayan

Jangan maksa sewa tempat, usaha rumahan butuh sabar  

Sewa tempat adalah cost paling besar dan boros yang most likely sering memaksa orang untuk ambil utang buat sewa tempat. Kalau memang tahun-tahun awal kamu harus fokus di bisnis online, ya jalani saja. 

Untuk era modern, online adalah solusi praktis. Memang, potongan admin di banyak e-commerce udah serem banget, but it is what it is. 

Usaha rumahan saya berjalan online selama tiga tahun. Baru setelah 3,5 tahun, saya punya kesempatan berjualan di ruko secara offline tapi itu pun saya lakukan dengan sistem bagi hasil tanpa harus bayar sewa ruko.

Saat ini, saya tinggal di Bogor dan belum punya aset berbentuk tanah atau bangunan. Makanya, saya mempertimbangkan basic bisnis saya, yang mana adalah toko mainan. Jadi, menjalankan bisnis secara online adalah yang paling rasional. Mungkin cara seperti ini bisa kamu jadikan contoh. 

Mulai kecil dan perlahan. Yang penting, ya mulai dulu.  

Saya nggak janji hal-hal yang saya tulis di atas akan mudah diterapkan atau kamu tiru. Tapi ketahuilah, kalau semua usaha rumahan itu mudah, semua orang di dunia pasti sukses. Tapi nyatanya, enggak, kan?

Penulis: Isidorus Rio

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan dan tips memulai bisnis kecil-kecilan di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2026 oleh

Tags: bisnisbisnis bagi pemulacuandiecastdiecast tokopediaomzet toko mainantoko mainanUMKMusaha rumahanusaha tanpa utangutang bank
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO
Aktual

Solusi atas Jeritan Hati Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO
Kuliner

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO
Cuan

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Arti Sukses dan Cuan di Mata Petani Cabai Rawit MOJOK.CO
Cuan

Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penumpang KRL Jakarta lebih manusiawi dibanding penumpang KRL/Commuter Line Jogja

KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja

4 Mei 2026
Menormalisasi memberi bintang 5 ke driveri ojek online (ojol) meski tidak memuaskan. Bintang 1 bikin rezeki mereka seret MOJOK.CO

Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga

2 Mei 2026
Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.