Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
15 Januari 2026
A A
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Ilustrasi Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bisnis es teh jumbo terlihat gampang cuan. Siapa yang nggak suka teh? Namun, nyatanya, bisnis ini gampang bikin pemiliknya menderita.

Selain mie ayam dan kopi gerobakan, beberapa tahun ke belakang, kita bisa sangat mudah menemukan sebuah usaha bernama es teh jumbo. Nah, usaha ini, sebenarnya, muncul dari dua aspek yang menyatu.

Pertama, budaya ngeteh yang sudah mengakar di masyarakat. Kedua, memoles format minuman murah dengan ukuran jumbo. Sehingga, teh menjadi produk minuman modern dan banyak orang bisa menirunya.

Konsep usaha es teh jumbo dengan booth ini mulai cuan mengoyak pasar sekitar 2021 hingga 2023. Model usaha ini menjadi sangat terkenal berkat pemberitaan media bisnis lokal dan viral di media sosial. Setelah ramai, muncul kemudian waralaba-waralaba es teh jumbo yang beberapa di antaranya menguasai pasar hingga saat ini.  

Minuman yang dulunya hanya sebatas teman makan, menjadi bisnis yang selalu siap mendulang cuan. Minimal untuk cita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi. 

Tapi, di balik ceritanya yang gemilang, es teh jumbo sebagai sebuah bisnis nyatanya belum bisa menawarkan kepastian. Lumrahnya sebuah usaha, tetap ada saja yang gagal mengelolanya. Meski terlihat sepele, bisnis ini sebetulnya “nggak sepele” juga.

Beberapa kisah suram datang dari dua teman saya yang gagal dengan bisnis yang katanya menguntungkan ini. Izinkan saya bercerita.

Salah logika ketika berbisnis es teh jumbo

Kawan pertama membuka bisnis es teh jumbo secara mandiri. Niatnya berangkat dari logika paling sederhana. Semua orang minum es teh, jadi pasti panen cuan. Tapi, yang luput dari logika itu adalah, karena saking mudahnya, semua orang juga bisa menjual es teh. Di sinilah letak tantangan dari bisnis ini.

Lapak es teh jumbo mandiri yang kawan saya kembangkan mati secara perlahan. Sepi merayap perlahan seperti kanker dalam tubuh yang tak terlihat. Hari pertama terlihat begitu ramai, memasuki minggu kedua mulai jarang, dan pada akhirnya, karyawan kawan saya lebih banyak melamun.

Pengalaman kawan saya ini adalah wajar karena inilah penyakit dari bisnis yang kategorinya disebut Low Entry Barrier Market (Pasar dengan Hambatan Masuk Rendah). Sebab, gelombang viral yang membarengi membuat banyak lapak buka bersamaan. Tentu, produk yang terlalu sederhana atau mudah, justru melahirkan persaingan yang tidak masuk akal.

Ketika tidak ada paten rasa, nggak perlu teknologi rumit, plus nggak ada hambatan masuk,  siapa saja bisa ikutan. Maka, yang tersisa hanya soal harga, rasa, dan jarak. 

Tak cuan karena tidak menghitung kondisi di lapangan

Semua soal siapa yang lebih murah, unik, enak rasanya, dan lebih dekat ke konsumen. Ketika perang harga yang menjadi patokan, yang cuan bukan perkara produk, tapi siapa yang punya modal paling tipis.

Dalam perhitungan, margin es teh jumbo itu juga tidak segemuk yang kamu bayangkan. Ketika menghitungnya dalam kepala, semua tampak menggiurkan. Namun, kadang, yang memulai usaha ini tidak menghitung kondisi nyata di lapangan.

Mislanya, ketika di lapangan, margin itu bocor oleh hal-hal sepele. Mulai dari cup, tutup, sedotan, es batu yang mencair, minuman gagal racik, listrik, retribusi, dan kondisi sepi selama berhari-hari tanpa pembeli.

Iklan

Gambarannya seperti ini. Misalnya menjual es teh jumbo dengan harga Rp3.000 sampai Rp3.500 per cup. Biaya per cup yaitu teh, gula, es, air, plus cup, tutup, dan sedotan. Kalau menghitungnya, kita akan dapat kisaran Rp1.400 sampai Rp1.500. Berarti, margin kotor per cup cuma sekitar Rp1.500 kalau jual Rp3.000 atau sekitar Rp2.000 kalau jual Rp3.500.

Ingat, itu masih margin kotor. Seperti yang saya bilang, ada biaya-biaya kecil tambahan. Misalnya seperti es yang mencair, minuman gagal racik, plastik, dan lain-lain. Ternyata, ketika menjumlahkan beberapa biaya kecil ini, bisa habis Rp30 ribu per hari.

Maka, dalam kondisi itu, pedagang harus menjual sekitar 20 cup hanya untuk menutup biaya harian. Kelihatannya sih mudah. Tapi, apakah selalu bisa menjual 20 cup ketika musim hujan? Target tersebut bisa bikin pening.

Baca halaman selanjutnya: Tak ada usaha yang mudah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: bisnis es teh jumbocuanes tehes teh jumbotips bisnistips cuanwaralaba es teh jumbo
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO
Cuan

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Arti Sukses dan Cuan di Mata Petani Cabai Rawit MOJOK.CO
Cuan

Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot

26 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO
Cuan

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO
Cuan

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.