Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
9 April 2026
A A
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Ilustrasi Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pedagang es teh jumbo sedang sangat menderita. Sudah disiksa tipisnya keuntungan, sekarang disiksa Israel dan Amerika Serikat.

Sedang ramai soal harga es teh jumbo yang harganya naik. Dari yang tadinya di kisaran Rp3.000, kita telah berubah pelan-pelan jadi Rp3.500. Bahkan ada yang sudah mematok Rp4.000. Sekilas terlihat kecil nominalnya, tapi sebetulnya sangat terasa kalau kita melihatnya dari sisi bisnis. Khususnya bisnis kecil, ketika siapa saja, seharusnya, bisa mencobanya.

Iklan

Nah, Januari 2026 yang lalu, saya pernah menulis soal sisi gelap bisnis ini. Saya bilang kalau bisnis ini bisa saja cuan, tapi sebenarnya rapuh, terlebih soal margin. 

Jadi, bisnis ini punya margin yang sebetulnya sangat tipis. Di sisi lain, image-nya sebagai “minuman sepele” bikin bisnis ini punya ekosistem yang sangat sesak dengan banyak kompetitor. Orang bisa dengan mudah berpindah ketika pemilik bisnis mencoba menaikan margin. 

Mulanya saya mengira sisi gelap bisnis ini berhenti di soal kompetitor. Ternyata, setelah melihat situasi saat ini, ternyata ada aspek lain yang bikin bisnis ini bisa jadi makin terlihat merana, yaitu krisis global di Timur Tengah akibat perang yang tak berkesudahan.

BACA JUGA: 3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli

Efek perang Iran vs Israel-Amerika kepada bisnis es teh jumbo

Siapa yang mengira kalau kejahatan Israel dan Amerika akan memberi dampak kepada bisnis es teh jumbo?

Menaikkan harga dari Rp3.000 ke Rp4.000 sebetulnya pilihan sulit. Masalahnya, konflik timur tengah yang letaknya jauh ribuan kilometer itu berimplikasi pada kenaikan harga plastik. Kita tahu bahwa salah satu benda penting dalam bisnis es teh jumbo adalah cup atau wadahnya yang terbuat dari plastiknya. Makanya, perang tersebut memberi efek yang signifikan.

Melansir Reuters, perang Iran vs Israel-Amerika yang berakibat pada terganggunya Selat Hormuz membuat pasokan petrokimia global mengetat. Harga dari polyethylene dan polypropylene yang jadi bahan penting untuk plastik, mengalami lonjakan harga yang tajam. Negara di kawasan Asia jadi yang paling rentan karena ketergantungan pada nafta dan pasokan dari Timur Tengah.

Di Indonesia, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, membenarkan hal ini. Beliau mengungkapkan kalau kenaikan harga plastik sangat erat kaitannya dengan geopolitik global. 

Kondisi ini berpengaruh pada pasokan bahan baku, terutama nafta (bahan plastik) yang selama ini banyak diambil dari Timur Tengah. Setidaknya pada Februari 2026 saja, impor plastik dan barang dari plastik Indonesia tercatat mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,78 triliun.

Mungkin kabar seperti ini tidak popular di masyarakat. Nafta, resin, rantai pasok, impor, dan Selat Hormuz adalah hal ndakik yang terlalu rumit jadi perbincangan. Terlebih bagi seseorang yang hanya ingin jualan es teh jumbo di siang hari untuk mendapat untung. Tapi itulah realitanya. 

Es teh jumbo nyatanya bukan minuman sepele

Maka dari itu, untuk saat ini, anggapan bahwa es teh jumbo adalah minuman sepele sebetulnya tidak lagi berlaku. Sebab, ia juga terdiri dari bahan baku lain yang ternyata sangat rapuh, yaitu plastik. 

Nyatanya, ketika kelak plastik semakin mahal, nggak menutup kemungkinan es teh jumbo akan jadi minuman mahal. Atau, pedagang akan mengganti bahan cup dengan bahan lain. Tapi, sayangnya, tidak semudah itu.

Iklan

Data dari Jakarta Globe menyebutkan kalau plastic cup 22 ons yang umum untuk industri minuman naik dari Rp13.000 menjadi Rp22.000 per 50 pcs. Kalau melihat dari biaya, maka dari cup saja ada tambahan harga sekitar Rp180 per gelas. Ini kita belum menghitung sedotan dan bungkus plastiknya.

Di Semarang saja misalnya, melansir DetikJateng, harga plastik yang mulanya sekitar Rp9.000 per slop, kini menjadi Rp15.000. Di sisi lain, harga per dus yang awalnya Rp250 ribu naik dua kali lipat menjadi Rp500 ribu.

Dalam artikel saya sebelumnya, saya membedah bagaimana bisnis ini punya margin yang tipis. Biaya-biaya kecil sering muncul dan diam-diam menggerogoti laba. Sekarang, biaya plastik malah makin tinggi. 

3 pilihan untuk pedagang

Pertama, menaikan harga es teh jumbo. Pilihan ini sangat berisiko. Kita tahu, es teh jumbo bukan kopi susu premium, di mana pemiliknya bisa menaikkan harga dengan label branding tertentu. 

Sejak awal, industri es teh jumbo sangatlah sensitif. Kenaikan dari Rp3.000 ke Rp4.000 kesannya kelihatan kecil, tapi secara hitung-hitungan, kenaikan itu puluhan persen, loh. Dalam dunia minuman, itu sangat besar. Ingat, ini cuma es teh. Bukan minuman premium.

Kedua, mengurangi ukuran. Sayangnya, pilihan ini menyimpan paradoks. Kalau mengurangi atau mengecilkan ukuran, apa kabar dengan branding “jumbo”? Bukankah salah satu alasan orang memilih minuman teh ini adalah karena ukurannya yang besar dan harganya yang merakyat?

Ketiga, Tahan harga tapi margin makin merana. Konsekuensinya, margin keuntungan makin rata dengan tanah. Teman saya yang sedang bisnis es teh jumbo mengambil opsi ini. Dia hanya bisa berharap kondisi global segera stabil. 

Teman saya memilih bertahan dengan margin tipis demi tetap mendorong volume penjualan. Dia berani mengambil pilihan ini karena sudah punya pelanggan atau letaknya strategis dan ramai. 

Tapi pertanyaannya, pilihan ini bukan langkah jangka panjang. Terlebih kalau volume penjualan es teh jumbo nggak selalu konsisten.

BACA JUGA: Hari-hari Putus Asa Pedagang Es Teh Jumbo: Melamun Berjam-jam untuk Tunggu 1 Pembeli, Sudah Harga Murah Dituntut Tanpa Cela

Perang sialan mengusik hidup kita

Tapi begini, saya berharap banyak orang menyadari bahwa kenaikan harga minuman es teh jumbo ini bukan hanya soal bisnis yang berpotensi tidak cuan. Ini juga salah satu bukti bahwa perang di tempat jauh, ternyata menyebabkan krisis di lapisan paling bawah di masyarakat kita.

Dari berita perang, kenaikan harga minyak, berlanjut pada nafta hingga akhirnya berefek pada es teh jumbo di pinggir jalan salah satunya. Artinya, dunia kita sudah sangat terhubung. Mengetahui hal seperti ini, adalah keharusan supaya kita tahu cara mengantisipasinya.  

Selain itu, kenaikan harga plastik ini menurut saya makin menegaskan bahwa bisnis es teh jumbo yang terlihat sepele, ternyata bisnis yang rumit sejak awal. Dan semakin rumit ketika bahan baku utamanya, yaitu plastik, naik signifikan seperti saat ini.

Dan ini yang jadi ironi paling pelik dari bisnis ini. Minuman paling merakyat justru menjadi minuman yang sensitif karena banyak bahan bakunya datang dari sesuatu yang tidak bisa kita kuasai. Dari sini, boleh jadi harga Rp3.000 pelan-pelan akan jadi kenangan. Lantas, apakah sudah saatnya mengucap selamat tinggal?

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat dan keprihatinan lainnya di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2026 oleh

Tags: amerikabisnis es teh jumbocuanes tehes teh jumboharga plastikIranIsraelselat hormuztehTimur tengah
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO
Cuan

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO
Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO
Kabar

Solusi atas Jeritan Hati Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi dan Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.