Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
15 Juni 2026
A A
Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah jadi pandangan umum bahwa orang yang hidup tanpa utang dianggap punya kehidupan ideal. Bahkan, nggak jarang juga orang menyamakan antara orang yang nggak punya utang dengan financial freedom.

Tapi, apakah orang yang pendapatan dan pengeluaran hariannya sama-sama Rp10 ribu, tapi nggak punya utang bisa disebut financial freedom? Nggak juga. 

Di sisi lain, apakah seorang seperti Raditya Dika yang jadi role model soal ketercapaian financial freedom nggak punya utang? Belum tentu, kan? Sebab, financial freedom adalah soal kendali penuh atas keuangan pribadinya.

BACA JUGA: Jebakan Utang untuk Healing: Bersenang-senang Dahulu, Sengsara Kemudian: Pikirkan dengan Matang Sebelum Kamu Membuka Pinjaman

Yang salah dari pandangan soal utang

Saya sebenarnya sepakat bahwa hidup tanpa utang itu kelihatannya menyenangkan. Tidak punya cicilan motor, rumah, atau perabotan. Rasanya melegakan, pendapatan tidak hilang begitu saja setiap akhir bulan karena bayar cicilan.

Tapi, ada yang salah ketika gagasan hidup tanpa utang bergeser dari perkara bertahan hidup, menjadi pelabelan secara moral. Misalnya orang yang tidak punya utang pasti mahir mengatur keuangan. Sementara itu orang yang punya banyak pinjaman pasti boros dan memaksakan gaya hidup.

Padahal, tidak semua dari mereka mahir mengatur keuangan. Bisa jadi dia hanya ingin hidup tanpa tantangan. Sebaliknya, mereka yang punya utang, karena punya urgensi yang mendesak. Untuk bayar obat, modal usaha, atau membayar cicilan motor untuk bekerja.

Poinnya, tidak semua orang punya kemewahan terhindar dari utang. Dan ada orang-orang punya pinjaman karena ingin mendapatkan kesempatan lebih besar.

Sebuah alat yang netral

Sebagai orang yang belajar ekonomi, saya mendapat pelajaran bahwa utang adalah alat yang netral. Ia bisa menjadi sarana memindahkan kemampuan ekonomi dari masa depan untuk kondisi sekarang yang sedang mendesak. Ia bisa bekerja sesuai orang yang menggunakannya.

Teori siklus hidup atau Life-Cycle Hypothesis dari ekonom Modigliani dan Richard Brumberg ngasih tahu bahwa sepanjang hidup, manusia selalu berusaha mengatur pengeluarannya.

Ada fase ketika penghasilan masih terbatas, padahal kebutuhannya banyak. Maka, pilihan untuk utang menjadi rasional. Pilihan ini adalah tindakan sadar karena mengetahui bahwa seseorang bisa lepas dari keterpurukan. Atau, bisa jadi membuka peluang pendapatan yang lebih besar di masa depan. 

Gambaran itu terlihat dari pekerja yang mencicil kendaraan untuk bekerja. Terlihat juga dari pedagang yang mencari modal usaha. Sampai sini kita perlu sepakat bahwa tidak semua utang itu buruk. 

Pertanyaannya, utang seperti apa yang baik dan tidak membebani?

Sebagai panduan, Hyman Minsky, seorang ekonom asal USA ngasih penjelasan soal perbedaan utang sehat dan yang buruk. Ia membaginya menjadi tiga level, yaitu hedge finance, speculative finance, dan Ponzi finance.

Dalam kondisi hedge, pendapatan rutinan masih cukup untuk membayar kebutuhan pokok dan membayar pinjaman. Seseorang bisa saja punya cicilan kendaraan, tapi gaji atau sumber pendapatan lainnya masih bisa memenuhi kehidupannya.

Iklan

Dia juga bisa menyisihkan untuk dana darurat. Intinya, keuangan orang ini masih di bawah kendalinya.

Saat kondisi speculative, pendapatan seseorang cuma bisa untuk memenuhi kebutuhan harian. Dia terpaksa memangkas banyak kebutuhan untuk membayar utang. Bahkan dalam kondisi ini, seseorang bisa jadi sudah kesulitan membayar sehingga harus memperpanjang tenor, menjadwalkan ulang, atau membuka keran utang baru untuk menutupi yang lama.

Terakhir, saat kondisi ponzi. Pendapatan tidak cukup membayar utang, kesulitan memenuhi kebutuhan harian, lalu menjual aset. Bahkan bisa saja terjebak keran utang baru dengan nominal yang lebih besar.

Cara mendeteksi

Jadi, untuk mendeteksi utang itu berbahaya atau tidak, Minksy bilang seseorang bisa mulai dengan bertanya pada diri sendiri. Misalnya:

“Akan membayar cicilan dari pendapatan yang mana?”

Kalau kamu belum mampu menjawab, atau dalam pikiran berbunyi “pikir nanti”, utang tersebut akan memicu ledakan keuangan yang memperburuk keadaan.

Lalu, bagaimana caranya supaya nggak berakhir menjadi ledakan keuangan yang membuat seseorang dikejar-kejar debt collector?

Pertama, harus punya tujuan konkret. Buat aturan dengan cara memetakan, mana yang untuk kebutuhan mendesak, modal usaha demi naik kelas, atau membeli sesuatu yang manfaatnya bertahan lama?

Kedua, sumber pembayarannya harus jelas. Intinya kamu sudah punya perkiraan. Utang Rp100 juta dengan cicilan per bulan Rp5 juta, uangnya ngambil dari mana? Gaji pokok? Hasil usaha? Insentif freelance? Atau return investasi?

Ketiga, menghitung seluruh pengeluaran untuk hidup sebelum menentukan nominal pinjaman. Jadi, gajimu setiap bulan tetap bisa untuk kebutuhan sehari-hari, nggak numpak lewat aja karena habis buat cicilan.

Keempat, memahami struktur utang. Jangan hanya terpaku soal cicilannya yang kecil. Perhatikan juga soal lama tenor dan total yang akan kamu bayar setelah ditambah bunga.

Kelima, jangan pernah menggunakan utang baru apalagi layanan pinjol untuk menutup pinjaman lama. Perilaku seperti ini sama saja cuma memindahkan masalah ke situasi yang lebih sulit. Bisa jadi beban bunga yang kamu tanggung jauh lebih besar.

BACA JUGA: Pamer Harta Sudah Ketinggalan Zaman: Tren Terbaru Ibu-Ibu Gang Kampung Adalah Flexing Utang Bank Emok

Utang itu harusnya membantu, bukan jadi masalah baru

Kehidupan tanpa pinjaman memang harus kita usahakan. Semakin sedikit kewajiban membayar pinjaman, semakin sedikit juga tekanan untuk diri sendiri. 

Kita jadi punya ruang yang lebih luas untuk memetakan pemanfaatan dari pendapatan. Namun, bebas utang juga bukan indikator kesehatan keuangan.

Seperti yang saya bilang. Orang bisa jadi nggak punya pinjaman tapi tidak punya tabungan, tanpa dana darurat, dan bahkan terjebak pada ketakutan untuk meraih kesempatan.

Sebaliknya, orang bisa saja punya banyak cicilan tapi tetap dalam kondisi finansial yang stabil. Sebab, ia sudah membuat kalkulasi, punya urgensi, dan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Satu pesan penting dari bapak saya. Utang seharusnya membantu kita menghadapi masalah, bukan malah menjadi masalah baru yang menghantui kita setiap bulannya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh dan analisis keuangan lainnya di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2026 oleh

Tags: cara utangcara utang di bankcicilancuanmengatur utangpinjamantips keuangantips utangutangutang modal usahautang yang baik
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO
Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO
Catatan

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO
Tajuk

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) akan membenahi tata kelola pertambangan MBLB dari hulu ke hilir MOJOK.CO

Pembenahan Tata Kelola Tambang di Jateng Jadi Krusial karena Tambang Ilegal Biang Masalah Hukum, Lingkungan, dan Pendapatan

12 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.