Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Tajuk

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

Redaksi oleh Redaksi
11 Mei 2026
A A
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Ilustrasi Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tabungan saja ternyata nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi gaya hidup. Banyak yang akhirnya membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari, kita mengenalnya dengan PayLater.

Data terbaru dari Pefindo Biro Kredit (IdScore) per Februari 2026 menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan, outstanding PayLater atau total utang yang masih menggantung, mencapai Rp56,3 triliun. Tumbuh hampir 87 persen dalam setahun. 

Iklan

Artinya, banyak orang yang menjadikan utang digital untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahasa mudahnya begini, kita beli HP seharga Rp5 juta pakai PayLater dan baru bayar cicilan 1 juta, maka nilai outstanding kita adalah Rp4 juta.

Nah, yang mengkhawatirkan angka di atas menunjukkan keadaan di masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Dulu, kalau orang sudah tidak punya uang di dompet, maka tabungan di bank jadi andalan. Nah, banyaknya orang yang mengandalkan PayLater, berarti mereka tidak punya tabungan.

Para ekonom melihat ini sebagai pergeseran cara bertahan hidup. Ketika daya beli tergerus dan perbankan makin pelit kasih pinjaman, PayLater jadi pilihan. Padahal, ada bunga dan denda yang mengintai di balik promo diskon.

PayLater dan pinjol jadi andalan anak muda untuk nonton konser

Data juga menunjukkan, kalau masyarakat yang paling banyak menggunakan PayLater adalah orang-orang dengan usia produktif. Hampir 44 persen pengguna PayLater adalah mereka yang berusia 26-35 tahun (Milenial), disusul oleh Gen Z usia 18-25 tahun yang menyumbang sekitar 26,5 persen.

Singkatnya: tujuh dari sepuluh orang yang hobi klik “cicil” adalah mereka yang seharusnya sedang giat-giatnya menabung buat masa depan.

Data di atas memberikan gambaran fakta yang terjadi di masyarakat. Ada yang menggunakan PayLater atau utang untuk bertahan hidup, tapi juga ada yang meminjam karena memenuhi keinginan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, ada banyak anak muda yang rela utang lewat pinjol dan PayLater demi beli tiket konser. Mereka rela mencicil utang konsumtif yang bukan merupakan kebutuhan utama. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak sedikit anak muda menggunakan PayLater bukan jadi solusi finansial, melainkan alat “validasi diri”.

Pemerintah mungkin sudah mulai intervensi, tapi regulasi saja tidak cukup kalau masyarakat tidak mengubah mindset tentang kebutuhan dan keinginan, tentang pinjaman dan tabungan. 

Namun, selama masih banyak menganggap utang PayLater sebagai solusi mendapatkan uang cepat untuk memenuhi keinginan, maka sebenarnya kita sudah masuk jebakan yang dibuat sendiri. 

Percayalah, menggunakan PayLater untuk memenuhi keinginan adalah sebuah ilusi yang menjebak. Seolah-olah kita mendapatkan uang cepat, tapi aslinya cuma terikat pada utang yang membuat pendapatan tiap bulan cuma numpang lewat buat bayar bunga dan denda.(*)

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: paylaterPINJOLutang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO
Cuan

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO
Catatan

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.