Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Agustus 2026
A A
ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemulung mengumpulkan sampah di TPA Troketon Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memproyeksikan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di kawasan Bantul yang berdekatan dengan TPA Piyungan. Groundbreaking proyek tersebut ditargetkan berlangsung pada Desember 2026, sementara pengolahan sampahnya dimulai pada 2028.

Dalam program tersebut, Pemda DIY menargetkan pengolahan sampah hingga 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik. Investasinya tak tanggung-tanggung, setidaknya butuh sekitar Rp3 triliun untuk merealisasikan rencana itu. 

Iklan

Sulap seribu ton sampah di DIY jadi energi listrik

Investasi pembangunan PSEL merupakan bagian dari program Danantara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan PSEL menjadi salah satu bagian dari strategi penanganan sampah DIY. 

Kusno mencatat potensi timbulan sampah di DIY kini telah mendekati 2.000 ton per hari. Namun, tidak semua sampah bakal dikelola di PSEL. Dia menegaskan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah tetap diperlukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke fasilitas akhir meski PSEL berjalan.

“Setelah dikelola melalui Tempat Pembuangan Sampah (TPS), bank sampah, dan lainnya, masih ada kurang lebih 1.000 ton per hari yang kemudian dikelola melalui PSEL,” jelas Kusno dikutip dari laman resmi Pemda DIY pada Selasa (11/8/2026).

Hasil pengolahan sampah tersebut nantinya diperkirakan menghasilkan listrik sekitar 18 hingga 20 megawatt untuk memasok kebutuhan sekitar 15 ribu rumah. Angka itu bergantung pada desain akhir. 

Lebih dari itu, pembangunan PSEL, kata Kusno, dapat memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Pada tahap konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 500 sampai 1.000 orang dengan prioritas tenaga kerja lokal. 

Sedangkan saat pengoperasian, fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 100 sampai 150 tenaga kerja.

Tiga daerah di DIY dukung PSEL

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pasokan sampah menjadi kunci keberlanjutan operasional PSEL. Saat ini, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul menjadi tiga daerah yang telah berkomitmen memasok sampah untuk fasilitas tersebut.

Dia berharap tiga daerah di atas dapat memproyeksikan total sekitar 1.099 ton per hari. Sementara itu, menurut Sri Sultan, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul masih mampu menanggulangi pengolahan sampah secara mandiri.

“Jadi, tiga ini yang memerlukan partisipasi pihak lain untuk investasi,” ujar Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Selasa (11/8/2026). 

“Untuk listrik, nanti investor bekerja sama dengan PLN,” lanjutnya.

Meski begitu, pemerintah daerah tak menutup peluang keterlibatan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul. Mereka dapat berkontribusi sesuai kebutuhan pengelolaan sampah masing-masing.

PSEL dan manfaatnya untuk masyarakat sekitar

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan pembangunan PSEL tidak memerlukan pemindahan penduduk. Pemerintah Kabupaten Bantul juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta mendorong agar manfaat tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diarahkan ke wilayah yang paling terdampak.

Iklan

“Harapan kita tentu sebagai masyarakat Yogyakarta masalah sampah ini segera selesai. Tidak hanya selesai saja, bahkan menghasilkan output berupa listrik yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Koswara mengatakan, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan pengelolaan sampah yang masih dapat ditangani secara mandiri. Sedangkan sampah yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut dapat diarahkan ke skema PSEL sesuai komitmen pasokan.

Punya komitmen yang sama, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan sistem pengelolaan sampah dari sumber tetap akan dipertahankan meski PSEL nantinya beroperasi. 

Hasto mengungkapkan, saat ini, Kota Yogyakarta mengelola sekitar 300 ton sampah per hari. Sekitar 50 ton di antaranya  telah dikurangi dari sumber, sisanya ditangani melalui berbagai unit pengolahan.

Hasto juga menekankan pentingnya menjaga mata pencaharian masyarakat yang selama ini terlibat dalam rantai pengelolaan sampah, termasuk sekitar 1.200 transporter yang mengangkut sampah dari rumah tangga menuju depo.

“Transporter ini harus terlibat nanti pada saat PSEL sudah jadi, transporter tidak hilang pekerjaan,” katanya.

Target pembangunan PSEL DIY: 2028 rampung

Sebagai langkah awal, Pemda DIY telah menyiapkan lahan seluas 5,7 hektare di Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul untuk mendukung PSEL dari Danantara. Lokasi itu berdekatan dengan TPA Piyungan yang telah berhenti beroperasi dan kini bakal disulap menjadi lahan baru yang berbeda dari area TPA Piyungan.

Director of Investments Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, memastikan pembangunan PSEL DIY tidak mengalami penundaan. Fadli yang juga Chief Executive Officer (CEO) Denera berujar, saat ini prosesnya memasuki tahap persiapan konstruksi, yakni kajian lingkungan, desain teknik, dan pematangan lahan.

Setelah persiapan matang, pembangunan fisik bakal direncanakan sejak Januari 2027 dan ditargetkan selesai pada akhir 2028.

“Target kita peletakan batu pertama (groundbreaking) di akhir tahun ini, yaitu Desember 2026. Sehingga pada kuartal III atau kuartal IV 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah bakal memastikan komitmen pasokan, membangun infrastruktur pendukung sesuai kewenangan, mengoordinasikan perizinan, serta mendukung pengangkutan sampah dari kabupaten/kota menuju fasilitas pengolahan.

Melalui Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani, PSEL di kawasan Piyungan diharapkan menjadi salah satu titik penting dalam pembenahan tata kelola sampah DIY. 

Dengan begitu, sampah tidak sekadar dipandang sebagai persoalan yang harus dipindahkan, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi energi, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan manfaat kembali bagi masyarakat.

Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: darurat sampah jogjaPSEL DanantaraPSEL DIYsolusi sampah di JogjaTPA Piyungan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sampah Jogja Bikin Air dan Udara Tercemar, Tapi Pemerintah Tak Punya Solusi Buat Mengatasinya.MOJOK.CO
Kabar

Sampah Jogja Bikin Air dan Udara Tercemar, Tapi Pemerintah Tak Punya Solusi Buat Mengatasinya

14 Juli 2024
desa atasi masalah sampah jogja.MOJOK.CO
Kilas

Kisah Desa-desa yang Bergerak Jadi Solusi Masalah Sampah Jogja

7 Juni 2024
sampah di ringroad jogja.MOJOK.CO
Kabar

Gundukan Sampah di Ringroad Jogja Semakin Meresahkan, Kondisi Menahun yang Tak Hilang Sampai Baunya Ganggu Pengendara

23 April 2024
TPST Piyungan, peledakan, sampah
Kilas

Ombudsman DIY Minta Peledakan di TPST Transisi Piyungan Ditunda

5 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras MOJOK.CO

Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras

10 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu MOJOK.CO

Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.