Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
15 Januari 2026
A A
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Ilustrasi Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beban karyawan es teh jumbo

Beban akan semakin terasa karena harus menggaji karyawan. Pendapatan harian bisa habis hanya untuk membayar gaji karyawan. Karena kalau hitungannya harian, skema gaji karyawan yang 5 hari kerja dengan durasi waktu 8 hingga 12 jam kerja, upah yang umumnya diberikan adalah Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per hari. Itu berarti dalam seminggu, gajinya bisa Rp250 ribu sampai Rp300 ribu.

Kalau membuat rata-rata per hari jualan, beban gaji saja sudah sekitar Rp50-Rp60 ribu. Begitu biaya operasional (sekitar Rp30 ribuan) dijumlahkan dengan gaji, maka beban minimal per hari bisa menyentuh Rp80 ribu sampai Rp95 ribu. 

Dengan margin Rp1.500 per cup, kawan saya perlu menjual lebih dari 50 cup biar aman. Dan 50 cup per hari, apa nggak pening itu kalau kondisinya hujan?

Waralaba es teh jumbo

Kawan saya yang lain yang membuka usaha es teh jumbo melalui waralaba nggak kalah memprihatinkan. Di Benak orang, bisnis waralaba itu bisnis terima beres dan gampang cuan. Brand sudah terkenal, mereka menyediakan booth, SOP rapi dan detail, dan bahan baku disuplai. Tinggal buka dan jualan.

Walaupun modal awalnya nggak kecil, bisa sampai dua digit, tapi bagi sebagian orang termasuk kawan saya, harga itu setimpal. Ya karena mereka membeli sistem bisnisnya. Dia memegang erat anggapan itu sampai masalah pertama muncul, yaitu paradoks biaya.

Dari curhatan kawan saya, saya menyimpulkan begini. Bisnis es teh jumbo dari waralaba itu struktur biayanya kaku, yaitu modal awal, kewajiban beli bahan tertentu, standar tampilan, belum lagi sewa titik dan gaji orang yang jaga 8-12 jam. 

Semua itu harus terus jalan meski pembeli sedang sepi. Di sisi lain, produk es teh itu minuman murah yang harganya mentok di Rp3.000-Rp3.500. Harga jual tidak bisa terlalu tinggi karena konsumen itu sensitif.

Akibatnya, jarak antara biaya dan pendapatan menjadi sangat jomplang. Karena kalau misalnya hari ini terjual 60 cup sementara esok harinya cuma 10 cup, tapi di sisi lain beban biaya yang dikeluarkan oleh teman saya tetap, nggak ikutan turun. Sedikit saja penjualan turun, usaha langsung megap-megap.

Rapuhnya usaha waralaba

Ini yang membuat bisnis waralaba itu begitu rapuh. Bangkrutnya bukan karena satu hari zonk, tapi karena penjualnya yang turun tak menentu sementara biayanya tetap. Ketika kondisi seperti itu, si penyedia waralaba tidak mau tahu.

Masalah kedua adalah mindset yang kurang tepat dari kawan saya. Banyak yang memegang prinsip bahwa brand terkenal selalu berarti brandnya dicari. Padahal tidak selalu begitu. 

Banyak orang tau merek es teh jumbo tertentu karena sering muncul, bukan karena cinta. Konsumen membeli bukan karena loyalitas, tapi karena kebetulan lewat. Begitu ada lapak lain lebih dekat atau sedikit lebih murah, mereka pindah tanpa beban.

Masalah ketiga adalah tidak punya fleksibilitas. Sebab dalam usaha sendiri, kawan saya yang pertama bisa menyesuaikan rasa, mencari supplier yang lebih murah, atau menjual produk lainnya untuk menambal kebocoran biaya. 

Nah, dalam waralaba, fasilitas itu tersandera. Alasannya ya karena bahan harus dari pusat, resep harus sama, kemasan harus standar. Ketika harga bahan naik atau pasokan terlambat, adalah pemilik gerai yang menanggung risiko, bukan pemilik merek.

Dari situ saya menyimpulkan bahwa bisnis waralaba, dengan standarnya yang seragam, justru membuat mitranya jadi tidak punya sentuhan lokal, tidak punya keotentikan personal. Akibatnya, banyak usaha yang bermula dari kemitraan waralaba mati konyol seperti es teh jumbo milik kawan saya. 

Iklan

Es teh jumbo waralaba kawan saya bahkan nggak bertahan sampai satu tahun. Dia sudah kelimpungan menyiasati gap antara biaya dan pendapatan harian.

Tips mengawali sebuah usaha biar lebih gampang cuan

Dari kisah dua kawan saya, saya jadi mengerti. Baik usaha mandiri maupun waralaba, bangkrutnya usaha es teh jumbo nggak selalu karena rasa yang buruk. Usaha yang “kelihatan sepele” ini gagal karena:

Pertama, kekeliruan membaca fenomena bisnis. Kedua, terlalu yakin bahwa produk sepele berarti pengelolaannya pun mudah. Ketiga, terlalu percaya kalau sudah punya nama besar, artinya aman dan cepat balik modal. Keempat, terlalu naif menganggap bahwa pasar besar artinya semua bisa kebagian.

Tapi kembali lagi, kisah dua kawan saya tidak lantas membuat es teh jumbo menjadi bisnis yang tak bakal cuan. Usaha ini memang nampak sederhana tapi menuntut pengelolaan dengan kepala dingin tanpa berharap semuanya bisa instan. 

Nah, kalau pembaca ingin membuka bisnis es teh jumbo atau bisnis apa saja, terapkan prinsip 4P dalam marketing mix. Misalnya Place, di mana seseorang harus menemukan lokasi yang bukan sekadar ramai, tapi yang bikin orang berhenti (sekolah, kampus, lingkungan kosan, dan lain-lain). Price, yang mana harga ditentukan berdasarkan kapasitas dan modal yang dimiliki.

Kemudian soal Product, yang meski teh adalah produk yang sederhana, bukan berarti asal-asalan. Perhatikan konsistensi takaran, kebersihan, kerapian, dan kecepatan yang bisa jadi pembeda mikro, yang menentukan orang balik atau kapok. 

Terakhir adalah Promotion yang sangat penting untuk menjaga es teh jumbo tetap eksis di telinga para pembeli. Jadi nggak sekadar mengandalkan “murah” untuk menarik kerumunan.

Pada akhirnya, es teh jumbo akan selalu menjadi minuman segar yang proses pembuatannya sederhana. Tapi, sebelum membuka lapaknya, pastikan kamu siap menghadapi hari-hari ketika yang terasa justru bukan kesegaran cuan, melainkan pahitnya warung sepi dan membuatmu menderita.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Es Teh Jumbo Kalah Gimmick, tapi Akhirnya Tetap Jadi Pemenang karena Bisa Bertahan di Segala Musim dan artikel helpful lainnya di rubrik CUAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: bisnis es teh jumbocuanes tehes teh jumbotips bisnistips cuanwaralaba es teh jumbo
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO
Cuan

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar tapi Cuma Ilusi MOJOK.CO
Cuan

Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu

12 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO
Cuan

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan MOJOK.CO
Cuan

Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

22 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.