Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

Redaksi oleh Redaksi
7 Juni 2026
A A
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

Ilustrasi - Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem. (Gemini Generated/Created by Aly Reza)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, Jakarta – Penguatan organisasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU) dirasa tidak cukup hanya melalui perbaikan sistem, program kerja, dan tata kelola kelembagaan. Lebih dari itu, NU perlu menghidupkan kembali tradisi adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren dan fondasi utama kehidupan jamiyah.

Usulan itu datang dari Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH. Ma’shum Faqih. Dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20-21 Juni 2026, penguatan tata krama atau adab organisasi, bagi Gus Ma’shum, menjadi salah satu rekomendasi penting.

Iklan

“NU dibangun oleh para ulama pesantren. Karena itu, tata kelola organisasi harus berjalan beriringan dengan tata krama organisasi. Sistem yang baik harus ditopang oleh adab yang baik,” kata Gus Ma’shum di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Pentingnya adab di tengah dinamika NU yang semakin kompleks

Bukan tanpa dasar kenapa Gus Ma’shum mendorong penguatan adab atau tata krama organisasi. Dinamika NU sebagai organisasi saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, sebagai anggota Steering Committee (SC) Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU, ia menilai nilai-nilai adab perlu terus dirawat.

Tradisi musyawarah, penghormatan kepada ulama, saling menghargai dalam perbedaan pendapat, serta kesadaran terhadap fungsi masing-masing unsur organisasi pun menjadi warisan penting yang harus dijaga.

Gus Ma’shum mengutip ajaran Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang menyatakan bahwa tauhid melahirkan iman, iman melahirkan syariat, dan syariat melahirkan adab. Karena itu, adab menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.

“Hadlratussyaikh mengajarkan bahwa adab merupakan puncak dari bangunan tauhid, iman, dan syariat. Nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan pesantren dan perlu terus dihadirkan dalam kehidupan organisasi,” ujarnya.

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu menambahkan, hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah dalam tradisi NU sejak awal dibangun di atas prinsip saling melengkapi. Syuriyah menjalankan fungsi keulamaan, sementara Tanfidziyah bertugas melaksanakan kebijakan organisasi.

“NU memiliki tata kelola organisasi yang khas. Ketika seluruh unsur organisasi berjalan sesuai fungsi masing-masing dengan dilandasi adab dan saling menghormati, maka organisasi akan semakin kuat dan memperoleh kepercayaan warga,” katanya.

Penguatan pesantren sebagai jantung Nahdlatul Ulama

Selain penguatan tata krama organisasi, Gus Ma’shum juga mengusulkan penguatan pesantren sebagai salah satu fokus utama agenda NU ke depan. Menurutnya, pesantren merupakan jantung Nahdlatul Ulama karena menjadi pusat kaderisasi ulama, penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus sumber utama kekuatan organisasi sejak didirikan para muassis.

Mantan Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur dan PCNU Tuban itu menegaskan, NU lahir dari pesantren dan berkembang bersama pesantren. Karena itu, berbagai kebijakan organisasi harus berpijak pada kebutuhan nyata pesantren serta memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kaderisasi ulama.

“Menjaga adab dan memperkuat pesantren adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari pesantren, NU belajar tentang ilmu, perjuangan, dan adab. Nilai-nilai itulah yang harus terus menjadi fondasi organisasi,” ujar Gus Ma’shum.

Usulan tersebut menjadi bagian dari sejumlah rekomendasi yang akan dibahas dalam Munas-Konbes NU 2026 sebagai forum perumusan arah kebijakan strategis organisasi di tengah berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.

BACA JUGA: Dari Sungkem hingga Minum Bekas Kiai, Dasar Etika Para Santri di Pondok Pesantren yang Dituding Perbudakan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2026 oleh

Tags: Munas NUNahdlatul UlamanuPesantren
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.