Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

Thariq Ibrahim oleh Thariq Ibrahim
9 Maret 2026
A A
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Ilustrasi Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bagaimana rasanya jika suami Muhammadiyah dan istri NU tinggal satu atap saat awal Ramadan dan Lebaran 2026 beda hari?  

Lima tahun yang lalu saya menikah dengan perempuan yang sejak kecil akrab dengan tahlilan, yasinan, dan tradisi langgar kampung. Sementara saya tumbuh di keluarga yang lebih akrab dengan pengajian tarjih dan kalender yang sudah jauh-jauh hari menandai kapan Ramadan dimulai dan kapan Lebaran tiba. Singkatnya saya warga Muhammadiyah dan istri saya warga NU.

Awalnya saya tidak terlalu memikirkan perbedaan itu. Saya pikir yang penting sama-sama Muslim, sama-sama salat, sama-sama puasa, dan sama-sama senang makan opor saat Lebaran. Urusan metode menentukan awal bulan hijriah apakah dengan hisab atau rukyat rasanya seperti perkara langit yang terlalu tinggi untuk dibawa ke ruang tamu rumah tangga. 

Namun setelah menikah, saya sadar satu hal perbedaan itu tidak selalu besar, tapi cukup rutin datang setahun sekali. Namanya juga Ramadan.

Pertanyaan pasutri Muhammadiyah dan NU yang selalu berulang, Lebaran kita kapan?

Di rumah kami, Ramadan bukan hanya tentang sahur kesiangan atau berburu takjil lima menit sebelum azan magrib. Ramadan juga membawa satu pertanyaan yang kadang muncul mendekati akhir bulan: “Jadi Lebaran kita kapan?” 

Pertanyaan itu sederhana, tapi jawabannya bisa bercabang. Sebagai warga Muhammadiyah, saya terbiasa dengan kepastian kalender. Dari jauh hari, biasanya sudah ada tanggal yang diprediksi sebagai 1 Syawal. 

Ada semacam ketenangan psikologis ketika kita tahu kapan harus beli baju Lebaran, kapan harus mudik, dan kapan harus bersiap menerima amplop eh, maksud saya memberi amplop kepada keponakan. 

Sementara itu, istri saya yang tumbuh dalam tradisi NU punya pendekatan yang sedikit berbeda. Di keluarganya, keputusan Lebaran baru terasa “resmi” setelah ada rukyatul hilal dan pengumuman yang ditunggu-tunggu menjelang malam takbiran.

Jadi di rumah kami, menjelang akhir Ramadan selalu ada semacam atmosfer menunggu, tapi dengan dua kemungkinan kalender di kepala. Lucunya, perbedaan ini tidak pernah benar-benar jadi, justru lebih sering jadi bahan bercandaan.

“Kalau Lebarannya beda, kamu duluan ya salat Ied,” kata istri saya suatu kali sambil tersenyum.

“Berarti aku duluan makan opor juga dong,” jawab saya.

Percakapan seperti itu sering berakhir dengan tawa, bukan debat soal metode menentukan awal Ramadan atau Lebaran. 

Baca halaman selanjutnya

Debat pasutri Muhammadiyah vs NU: Bukan tentang hisab atau rukat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: lebaran 2026MuhammadiyahNahdlatul Ulamanupilihan redaksiRamadan 2026
Thariq Ibrahim

Thariq Ibrahim

Pembina di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya, Mahasiswa S2 IAI Tasikmalaya, pegiat Moderasi Beragama dan penulis lepas.

Artikel Terkait

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Situasi Horor Tiap Awal Bulan di Kehidupan Dewasa: Kalkulator HP hingga Telepon dari Rumah yang Bikin Gaji Ludes Seketika

1 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO
Urban

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Situasi Horor Tiap Awal Bulan di Kehidupan Dewasa: Kalkulator HP hingga Telepon dari Rumah yang Bikin Gaji Ludes Seketika

1 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beri hadiah sapi kurban usai salat Iduladha bersama warga penghuni Huntara di Tegal MOJOK.CO

Salat Iduladha di Huntara Jatinegara Tegal: Hadiah Sapi 906 Kg dan Kebahagiaan di Tengah Situasi Sulit

27 Mei 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026. MOJOK.CO

Bangkitnya Sepeda Roda Raksasa yang Menyatukan Ribuan “Onthelis” dari Penjuru Dunia di Klaten

26 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.