Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Juni 2026
A A
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Gejayan, DIY, Sabtu (13/6/2026) sore. 

Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, akademisi, buruh, hingga pengemudi ojek online ini memblokade jalan raya dan tetap bertahan menyampaikan orasi meski diguyur hujan deras.

Aksi demonstrasi ini secara khusus dipicu oleh kondisi ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah. Dalam aksinya, para demonstran memprotes pelemahan nilai tukar Rupiah yang telah menembus Rp18.000 per dolar AS. 

aksi demonstrasi.MOJOK.CO
Massa terdiri dari berbagai elemen mahasiswa, akademisi, buruh, hingga pengemudi ojek online. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Selain itu, massa juga menyoroti lonjakan harga kebutuhan pokok dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang langsung membebani pengeluaran masyarakat sehari-hari. 

Berbagai persoalan tersebut bermuara pada penyampaian sepuluh poin tuntutan utama kepada pemerintah.

Siapa saja yang turun ke Jalan Gejayan? 

Aksi demonstrasi ini tidak hanya diisi oleh mahasiswa. Ribuan massa ini tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil. 

Kelompok tersebut merupakan gabungan dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil, seperti Forum Cik Di Tiro, akademisi, buruh, aktivis, hingga pengemudi ojek online. 

Berdasarkan pantauan Mojok pada pukul 15.45 WIB, meskipun diguyur hujan, massa tetap bertahan memenuhi jalan untuk menyampaikan aspirasinya. 

aksi demonstrasi.MOJOK.CO
Eks tapol sekaligus mahasiswa UNY, Perdana Arie, menyampaikan orasi dalam aksi demonstrasi sore ini. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Juru bicara Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, menyoroti kondisi demokrasi dan ruang kritik yang kian dipersempit oleh penguasa. 

“Padahal demokrasi tidak tumbuh dari pujian yang dipaksakan, tetapi dari keberanian mengoreksi kekuasaan,” tegas Marsinah saat ditemui di tengah aksi.

Apa pemicu utama aksi demonstrasi?

Kondisi ekonomi dan sosial politik di bawah rezim hari ini menjadi pemicu utama aksi ini. Berbagai masalah seperti pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp18.000, kenaikan harga bahan pokok, serta melambungnya harga BBM nonsubsidi dinilai sangat memberatkan rakyat. 

Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menyebutkan bahwa himpitan ekonomi ini menyatukan berbagai kelompok sipil. 

“Tekanan ekonomi dan berbagai proyek bermasalah pemerintah yang lekat dengan korupsi menyatukan gerakan,” kata Mesa. 

aksi demonstrasi, UGM.MOJOK.CO
perwakilan mahasiswa UGM, Marko, turut mengkritik respons pemerintah terhadap yang dianggap abai dan lambat dalam krisis ini (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Selain itu, perwakilan mahasiswa UGM, Marko, turut mengkritik respons pemerintah terhadap yang dianggap abai dan lambat dalam krisis ini. 

Iklan

“Rupiah melemah tapi pemerintah abai. Malah sibuk jalan-jalan ke luar negeri,” ungkap Marko dalam orasinya. Di luar isu ekonomi, ia juga mendesak pencabutan revisi UU TNI dan UU Polri.

Mengapa program MBG ditolak? 

Salah satu dari sepuluh poin tuntutan utama massa adalah mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP). 

Massa menganggap proyek MBG rawan dikorupsi, sangat minim pengawasan, dan membebani APBN. Program KMP juga dinilai sebagai proyek pemerintah yang menyimpang dari prinsip ekonomi rakyat dan tidak berdampak nyata. 

aksi demonstrasi.MOJOK.CO
Salah satu dari sepuluh poin tuntutan utama massa adalah mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP). (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Humas Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, mendesak penghentian program-program tersebut. 

“Solusi yang paling dekat adalah untuk menghentikan MBG. Kemudian menghentikan Koperasi Desa Merah Putih,” ucap Marsinah. Ia menuntut agar anggaran negara dialihkan. 

“Dananya kembalikan untuk pendidikan, kesehatan, kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Apa tuntutan khusus dari pengemudi ojek online? 

Selain menyoroti isu ekonomi secara umum, para pengemudi ojek online yang ikut berdemonstrasi membawa tuntutan khusus. Kenaikan harga Pertamax sangat berdampak pada pengeluaran operasional pengemudi ojol. 

Oleh karena itu, mereka mendesak perlindungan hukum bagi pekerja platform digital. Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta, Rie Ramawati, menekankan pentingnya regulasi tersebut. 

“Tuntutannya untuk Undang-Undang transportasi online agar bisa segara dibuat,” sebut Rie. Lebih lanjut, ia juga menuntut pengesahan dan revisi Peraturan Presiden terkait. 

“Sama Perpres Nomor 27 itu harap segera ditandatangani dan ada pasal-pasal yang harus direvisi,” imbuhnya. Di samping itu, massa mendesak penindakan terhadap perusahaan aplikasi yang melanggar ketentuan.

“Bunyikan klakson kalau kamu resah sama pemerintah”

Berdasarkan pantauan Mojok, hingga pukul 21.00 WIB ratusan massa aksi dari Aliansi Rakyat Memanggil masih bertahan di simpang tiga Jalan Gejayan. Meskipun sebagian peserta demonstrasi telah mulai membubarkan diri, sisa massa tetap berada di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian juga sudah kembali membuka akses jalan bagi kendaraan yang sebelumnya diblokade secara total.

aksi demonstrasi.MOJOK.CO
Massa aksi meminta para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi Jalan Gejayan untuk membunyikan klakson kendaraan mereka jika mereka juga merasa resah terhadap pemerintah. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Para demonstran yang masih bertahan kini berdiri berjajar dengan tertib di pinggir jalan. Dalam aksinya di malam hari tersebut, massa tidak lagi melakukan orasi menggunakan pengeras suara secara intens. Mereka menggunakan cara yang berbeda untuk menyampaikan pesan protes.

Massa aksi meminta para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi Jalan Gejayan untuk membunyikan klakson kendaraan mereka. Bunyi klakson tersebut diminta sebagai simbol solidaritas atau bentuk persetujuan apabila pengendara juga merasakan keresahan yang sama terhadap berbagai kebijakan pemerintah saat ini.

“Bunyikan klakson kalau kalian resah pada pemerintah.”

Bunyi klakson pun bersautan, kembali menyemarakan aksi demonstrasi sebelum massa sepenuhnya membubarkan diri.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Malam Mencekam di Malioboro: Kepungan Preman yang Mengancam Demokrasi di Sumbu Filosofi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2026 oleh

Tags: Aksi demoaksi demonstrasialiansi rakyat bergerakBBM naikdemo di jogjademo gejayanGejayan Memanggil
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
darurat militer.MOJOK.CO
Fragmen

Belajar dari Sejarah: Darurat Militer Cuma Bikin Negara Menjadi Neraka, Rakyat Makin Menderita

4 September 2025
Aliansi Jogja Memanggil menggelar aksi damai di bundaran UGM. MOJOK.CO
Kabar

Alasan Aliansi Jogja Memanggil Pilih Bundaran UGM Jadi Tempat Aksi, Bukan Malioboro

1 September 2025
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tenangkan demo di Semarang. MOJOK.CO
Kilas

Aksi di Semarang Ricuh, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Imbau Masyarakat Tetap Kondusif

30 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.