Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
22 Mei 2026
A A
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO

Ilustrasi Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Namanya Djoko Slamet Pudjorahardjo (68), seorang Magister Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Minatnya yang begitu besar terhadap teknologi akselerator atau pemercepat partikel mendorong dirinya untuk melanjutkan pendidikan sampai S2 di usianya yang tak lagi muda, sebab baginya, belajar adalah proses sepanjang hayat.

Berusaha ikuti perkembangan teknologi dengan cepat

“Karena bidang pekerjaan saya berkaitan dengan teknik fisika, maka saya memilih melanjutkan studi Magister Teknik Fisika,” tutur mahasiswa S2 UGM itu, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (22/5/2026).

Iklan

Selama menjalani perkuliahan di UGM, Djoko, sapaan akrabnya mengaku sempat mengalami tantangan karena perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, terutama dalam sistem pembelajaran digital yang digunakan di lingkungan kampus.  

S2 Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM), Djoko. MOJOK.CO
S2 Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM), Djoko di usia 68 tahun. (Sumber: UGM)

“Tantangan selama studi di UGM adalah mahasiswa harus familiar dengan teknologi informasi yang digunakan di UGM, sehingga kadang saya merasa gagap teknologi alias gaptek bila dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang rata-rata usianya lebih muda dari saya,” ujar Djoko. 

Menurutnya, beberapa mata kuliah bahkan mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa pemrograman dan berbagai aplikasi untuk menyelesaikan tugas akademik. Meski demikian, Djoko tetap berusaha beradaptasi dengan teman dan dosennya untuk mengikuti perkembangan teknologi demi menyelesaikan studinya dengan baik. 

“Mereka sangat menghormati mahasiswa senior. Kalau saya mengalami kesulitan, biasanya mereka dengan senang hati membantu,” ucapnya.

Lulus S2 UGM tepat waktu dengan IPK bagus

Meski mengalami tantangan dalam mempelajari teknologi, Djoko berhasil menyelesaikan studi S2 Teknik Fisika tepat waktu, yakni 1 tahun 11 bulan 29 hari. Lewat program Magister by Research (MBR) dari UGM, Djoko berhasil menyusun tesisnya berjudul Analisis Desain Sumber Ion Tipe Multicusp untuk Siklotron 30 MeV.

Bahkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang ia dapatkan nyaris sempurna, yakni 3,98. Ia pun akhirnya diwisuda pada 22-23 April 2026 di Grha Sabha Pramana. Lebih dari itu, gelar S2 sebenarnya adalah bonus bagi Djoko, sebab yang terpenting adalah ilmu yang didapatkan dari belajar di UGM.

Djoko wisuda. MOJOK.CO
Djoko berhasil wisuda dengan gelar S2 dan IPK 3,98. (Sumber: UGM)

Sebagai periset yang tergabung dalam Kelompok Riset Teknologi Akselerator Linier, Djoko ingin menerapkan ilmunya di bidang karier yang ia geluti, apalagi institusi tempat kerjanya juga mendukung langkah tersebut. 

“Saya termotivasi melanjutkan studi mengambil gelar magister di UGM karena saya berdomisili dan bekerja di Yogyakarta, kemudian ada kesempatan peningkatan kompetensi SDM dari tempat saya bekerja melalui program Degree by Research,” ujar Peneliti di Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), BRIN.

Gelar S2 UGM jadi hadiah istimewa jelang pensiun

Selain menjadi pencapaian akademik pribadi, kelulusan Djoko juga menjadi hadiah istimewa menjelang masa pensiunnya. 

“Kelulusan ini merupakan hadiah besar menjelang purna tugas saya. Ini juga menjadi bukti bahwa saya telah berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan institusi untuk kuliah lagi,” katanya.

Lewat semangatnya tersebut, Djoko berhasil membuktikan bahwa belajar seharusnya memang tidak dibatasi umur. Usia, kata dia, bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu selama masih ada kemauan dan kemampuan untuk belajar. 

“Menuntut ilmu tidak terbatas oleh usia, selama kita masih mampu melaksanakannya,” ujarnya.

Iklan

“Di usia saya yang sudah tidak muda dan hampir purna tugas, saya terdorong untuk bisa menyelesaikan studi dalam waktu yang ditentukan dan membuktikan bahwa saya masih bisa meningkatkan kompetensi melalui studi lanjutan,” lanjutnya.

Djoko pun berpesan kepada generasi muda dan para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, tak hanya UGM, agar selalu menjaga semangat belajar dan percaya pada kemampuan diri sendiri. 

“Studi harus dijalani dengan penuh semangat, bersungguh-sungguh, dan percaya diri bahwa kita bisa menyelesaikan program studi tepat waktu,” pesannya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kebahagiaan Semu Lulus UGM Setelah “Disiksa” 14 Semester, Cemas Jadi Pengangguran karena Usia Terlalu Tua di Lowongan Kerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2026 oleh

Tags: brincerita inspiratifkejar S2Magister by Researchs2teknik fisikaUGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.