Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Penolakan Abdul Somad dan Jalan Terjal Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
8 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Abdul Somad menolak menjadi cawapres Prabowo. Dalam ceramahnya ia mengungkapkan, “Saya sampai mati jadi ustaz”. Lalu ke mana langkah Prabowo akan dilabuhkan?

#SomadEffect yang disuarakan oleh Hanum Rais sepertinya nggak ngefek. Ustaz Abdul Somad menegaskan lagi bahwa ia menolak untuk maju sebagai cawapres di Pilpres 2019. Dalam ceramahnya yang terbaru, ia katakan bahwa dirinya tidak akan terjun ke politik praktis. Ceramah yang dimaksud berlangsung pada 6 Agustus 2018 lalu saat Tabligh Akbar di Masjid Raya Sultan Riau, Penyengat. Yang kemudian diupload juga di akun Youtube ‘UAS Daily Live’.

Dalam ceramahnya yang pada mulanya membahas tentang masjid tersebut, lalu  disinggung perihal politik. Khususnya tentang Pemilu 2019 yang sudah semakin dekat. Ia mengungkapkan bahwa di Pemilu 2019, rakyat akan memilih dari anggota DPRD, DPR, DPD hingga capres dan cawapresnya.

Baginya, sangat penting umat Islam untuk peduli terhadap politik agar suara Islam terus disuarakan. Namun, dalam video tersebut pada menit ke 22.14, ia mengungkapkan, karena sering membicarakan tentang politik, ia dikira sedang berkampanye.

“Ooo… terbaca-terbaca, ternyata Ustaz Somad ini ujung-ujungnya kampanye. Saya tak kampanye aja udah dipilih orang”. Ungkapnya yang disambut tawa jemaah.

Kemudian ia melanjutkan, “Saya sampai mati jadi ustaz. Tak usah ragu, tak usah takut. Pegang cakap saya. Manusia yang dipegang cakapnya, binatang yang dipegang talinya. Kalau ada manusia tak bisa dipegang cakapnya, ikat dia pakai tali.”

“Saya sampai mati jadi ustaz, mengajak orang ke jalan Allah SWT, tidak terlibat politik praktis”. Tegasnya lagi yang ingin tetap konsisten di jalan dakwah.

Tentu saja keputusan Abdul Somad yang semakin tegas ini membuat koalisi Prabowo semakin kelimpungan. Walau Prabowo mengungkapkan menghormati keputusan Abdul Somad tersebut, sepertinya Prabowo masih cukup deg-degan.

Pasalnya, nama AHY yang sebelumnya sempat mencuat akan mendampingi Prabowo, tidak disetujui oleh PKS dan PAN. Bahkan PKS mengungkapkan akan membentuk poros ketiga jika AHY dipilih menjadi cawapres Prabowo.

Kebimbangan Prabowo tersebut sempat ditenangkan oleh SBY. Dalam pertemuan SBY yang ketiga dengan Prabowo, ada 7 poin yang dihasilkan. Diantaranya, menyerahkan keputusan cawapresnya kepada Prabowo langsung. Selain itu, dari hasil pertemuan tersebut juga diungkapkan bahwa koalisi yang besar tentu lebih baik. Namun jangan lupakan bahwa yang paling menentukan adalah koalisi bersama rakyat.

Cieee, ini semacam kode kah? Agar Prabowo nggak nurutin keinginan semua koalisinya?

Selain itu, menanggapi pilihan sikap dari Abdul Somad, PAN akan mencari alternatif tokoh baru. Tokoh alternatif tersebut harus bisa diterima oleh seluruh partai koalisi. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menuturkan, “Jadi kita kembali memakai konsep meja kosong. Semua berhak menyatakan pendapat, tapi semua bersepakat tidak pasang harga mati dari awal”.

Harapannya dengan mencari tokoh alternatif yang bisa diterima semua pihak, tidak akan ada parpol koalisi yang merasa ditinggalkkan.

Cieee Pak Prabowo, jadinya pilih yang mana nih? Semangat menentukan sosok pendamping dua hari sebelum deadline ya! (A/L)

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2018 oleh

Tags: #somadeffectabdul somadahyHanum RaispanPemilu 2019Pilpres 2019PKSprabowoustaz abdul somed
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.