• 1.5K
    Shares

MOJOK.CO Dukungan untuk Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres di Pilpres 2019 kian bertambah. Hanum Rais, putri Amien Rais, baru saja memulai tagar #SomadEffect di Instagram.

Menjadi salah satu nama yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo di Pilpres 2019 melalui hasil Ijtima Ulama, Ustaz Abdul Somad telah menerima banyak reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak meyakini keputusan Ijtima Ulama semestinya dapat terwujud, sementara sebagian lainnya merasa Abdul SOmad tidak perlu masuk ke ranah politik.

Dukungan yang datang untuk ustaz yang akrab disapa UAS ini datang dari Amien Rais. Ia bahkan sempat menegur UAS agar tidak bersikap seperti Nabi Yunus dengan menolak kepercayaan yang diberikan. Meski begitu, UAS sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak menolak, hanya saja ia yakin ada calon yang jauh lebih baik daripada dirinya.

Ternyata, dukungan menggebu-gebu tak hanya datang dari sang Ketua Majelis Kehormatan PAN. Putri kandungnya, Hanum Salsabila Rais, turut mendeklarasikan dukungan serupa. Tak tanggung-tanggung, ia kini tengah memulai sebuah tagar di media sosial melalui akun Instagramnya.

Selasa lalu (31/7), Hanum mengunggah foto UAS disertai dengan caption panjang berikut.

View this post on Instagram

“Sebaiknya ustadz Abdul Somad tetap berdakwah saja. Menjadi suluh dalam gelapnya ruangan. Menjadi setetes embun dalam sahara. Kita memerlukan itu.” Nasehat demikian memang terdengar indah elegan dan mulia. Saya pun mengiyakan. Namun kemudian, saya teringat Snouck Horgrounje seorang Belanda di jaman Hindia Belanda yg belajar agama Islam dan kemudian dikenal sebagai mata-mata kolonial. Ia pernah menasehati para ulama, masy adat Aceh saat itu, untuk meningkatkan ketakwaan umat serta selalu mengingatkan umat pada kematian, masjid-masjid perlu didirikan dekat makam. Terdengar mulia. Serentak membuahkan anggukan . Sungguh target Horgronje bukan itu. Melainkan sesungguhnya ia memiliki visi menjauhkan masyarakat dari masjid, karena orang-orang jadi takut ke masjid , terutama para pemudanya. Horgronje tahu benar, masjid dan para pengunjungnya adalah kekuatan yang membahayakan bagi rejim kolonial saat itu. Seruan banyak pihak agar UAS berdakwah saja dan jangan bermain politik seakan terdengar seperti seruan membuai Horgronje saat itu . Di saat yang begitu krusial sekarang ini, marilah kita berdoa semoga sang suluh selama ini berkenan berubah menjadi mentari. Setetes embun di sahara bersedia menjelma jadi telaga mata air yang menyejukkan bagi bumi . Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa. Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan. Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan. Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa. . Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Mudah-mudahan Allah mengijabahi lewat dukungan seluruh elemen bangsa dan umat di Indonesia. Wallahu a’lam bissshhawaab #ustadzabdulsomad #cawapres let’s make #somadeffect everywhere ! . Foto by @ariekuntung

A post shared by hanum salsabiela rais (@hanumrais) on

Hanum menyebut fenomena Ustaz Abdul Somad sebagai bakal cawapres ini mengingatkannya pada kemunculan Snouck Horgrounje, seorang Belanda di zaman Hindia Belanda yg belajar agama Islam. Melalui dua nama tokoh ini, Hanum menggarisbawahi adanya kemungkinan kebohongan yang terjadi.

Jika Horgrounje yang tampil sebagai seorang alim ternyata merupakan mata-mata kolonial, hal yang sama dikhawatirkan Hanum akan terjadi dari munculnya banyak pihak yang meminta UAS untuk tetap berdakwah, alih-alih maju sebagai cawapres.

“Seruan banyak pihak agar UAS berdakwah saja dan jangan bermain politik seakan terdengar seperti seruan membuai Horgronje saat itu,” tulisnya.

Secara pribadi, Hanum meyakini bahwa kesempatan ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk bergerak ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan UAS. Maka, ia berharap orang-orang di Indonesa pun berbondong-bondong mendukung Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo.

Di akhir caption, sebagaimana kunci kepopuleran konten-konten viral, Hanum Rais menematkan sebuah tagar lewat penutup berbunyi”

“Let’s make #somadeffect everywhere!!”

Harapan Hanum Rais memang bukan angan-angan kosong saja. Nyatanya, Abdul Somad memang disebut-sebut sebagai salah satu bakal cawapres Prabowo yang tengah dipertimbangkan saat ini, selain Salim Segaf dan AHY.

Ya, keempat partai pendukung Prabowo (Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS) hingga kini dilaporkan masih terus menggelar rapat dan diskusi agar koalisi yang terbentuk lebih matang, termasuk soal cawapres dan tim sukses. Diperkirakan, pertemuan masih akan terus berlangsung hingga esok hari, Sabtu (4/8)/

Sebelumnya telah diberitakan, PAN—partai Amien Rais—secara terang-terangan menyatakan dukungannya pada Abdul Somad. Hal ini juga diamini oleh Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Meski begitu, Eddy menyebutkan bahwa dukungan mereka tetap bergantung pada keinginan Abdul Somad.

Jadi, apakah kamu juga sudah terkena cipratan #SomadEffect seperti Hanum? (A/K)

Baca juga:  PSI, PBB, dan Politik "Percaya Diri"
  • 1.5K
    Shares


Loading...



No more articles