Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Abdul Somad Bukannya Tolak Hasil Ijtima Ulama, Amien Rais Bandingkan dengan Salim Segaf

Redaksi oleh Redaksi
31 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Abdul Somad direkomendasikan menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden 2019 esok bersama Salim Segaf Al-Jufri. Amien Rais bandingkan dengan Salim Segaf.

Hasil dari Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional GNPF mencetuskan nama Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 esok. Akan tetapi, tidak seperti Salim Segaf yang mengaku siap dengan rekomendasi ini, Somad sempat dikabarkan menolak hasil Ijtima’ Ulama ini.

Dalam pernyataan sebelumnya, Amien Rais bahkan menegur Somad agar jangan seperti Nabi Yunus, yang meninggalkan umatnya karena tidak juga mau mengimani Allah. Menurut Amien, sudah saatnya Somad tampil sebagai pemegang otoritas, jangan hanya berjuang di jalur dakwah saja.

“Bukan menolak, ada yang lebih layak,” ujar Somad.

Dalam ceramah di Auditorium Unissula, Semarang, seperti diberitakan detik.com., Abdul Somad pun memasukkan perihal rekomendasi yang menginginkan dirinya maju sebagai cawapres Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Desakan ini bahkan juga muncul juga dari Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN, yang juga hadir dalam Ijtima’ Ulama.

Berbanding terbalik dengan Abdul Somad, Salim Segaf mengaku sangat siap jika memang hasil ijtima’ merekomendasikan dirinya maju sebagai pasangan Prabowo. Meski begitu Salim tidak menampik jika masyarakat lebih memilih Somad dibandingkan dirinya. “Tapi kalau pilihannya jatuh ke UAS (Ustaz Abdul Somad) ya itu saya pikir cukup bagus,” katanya.

Baru-baru ini Amien Rais lagi-lagi mendorong Somad dengan menyasar usianya yang masih muda dan penuh energi. Bahkan Amien pun membanding-bandingkan Somad dengan Salim Segaf. Menurutnya, Salim sudah cukup berumur, padahal masyarakat menginginkan pemimpin yang berjiwa muda seperti Somad.

“Dia (Abdul Somad) kan baru 40 tahun lebih sedikit. Kalau Pak Salim itu tidak kurang ulamanya, Insya Allah, tapi pasangan agak senior dengan junior itu yang diinginkan,” jelas Amien.

Meskipun tetap menghormati Salim Segaf, tapi bagi Amien demi bisa memastikan suara yang lebih banyak Somad dianggap lebih pantas mendampingi Prabowo. “Dua-duanya saya hormat. Tapi, untuk kemenangan, tampaknya yang lebih menendang Pak Abdul Somad,” kata Amien Rais.

Meski sudah ditegur dan didesak sedemikian rupa, ternyata Somad tetep kukuh dengan pendiriannya.

Dalam ceramah di Semarang tersebut, Somad juga menuturkan bahwa dia sebenarnya menghormati keputusan dari rekomendasi para ulama, akan tetapi Somad mengaku ingin terus fokus saja di jalur dakwah.

Bahkan dengan nada bercanda, Abdul Somad mengomentari acara ceramahnya di Unissula disambut seolah-olah dirinya adalah orang sangat penting. “Kota semarang ini luar biasa, yang menyambut TNI dan Polri, disambut seperti calon wakil presiden saja,” candanya.

Meski begitu, Somad mendeklarasikan bahwa dirinya tidak tertarik terjun ke politik praktis. “Doakan Ustaz Somad istikomah jadi ustaz sampai mati,” ujarnya.

Siap, Mad, eh, Taz~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2018 oleh

Tags: 2019abdul somadAmien Raiscalon wakil presidencawapresgnpfpilpresPKSpolriPrabowo SubiantoSemarangTNIulamaUnissula
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO
Esai

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO
Kilas

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.