Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

Redaksi oleh Redaksi
24 Januari 2026
A A
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO

Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton. (Pemkoy)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jembatan Persen di Jalan Kali Kidang, Gunungpati, Semarang, selama ini dikenal sebagai jembatan dengan konstruksi kayu. Tapi kini telah berubah menjadi jembatan baja bercor beton yang lebih aman untuk kegiatan. 

Agak ngeri-ngeri sedap ketika Jembatan Persen di Gungpati, Semarang, ini masih berupa jembatan kayu. Masalahnya aktivitas padat, jembatan ini pun menjadi jalur tembus strategis antara kampus Unnes dan Undip.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), melakukan pembangunan Jembatan Persen di Jalan Jembatan Kali Kidang, Gunungpati itu.

Penampakan Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, sebelum dicor beton MOJOK.CO
Penampakan Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, sebelum dicor beton. (Pemkot)

Proyek senilai Rp4,61 miliar itu kini sudah selesai. Mengubah jembatan yang awalnya hanya berkonstruksi kayu menjadi jembatan baja yang dicor beton guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.

“Jembatan Persen saat ini sudah bisa dilewati oleh mobil pribadi dan kendaraan roda dua. Namun kami memberlakukan larangan bagi kendaraan berat seperti truk untuk melintas,” ujar Suwarto, Kepala DPU Kota Semarang pada Rabu (21/1/2026).

“Langkah ini diambil guna menjaga usia teknis jembatan baja yang baru saja selesai dipugar atas masukan dari masyarakat ini,” imbuhnya.

Target lain: jalur-jalur penghubung antar-wilayah di Kota Semarang

Proyek ini juga mencakup pengaspalan jalan pendekat serta pemasangan bronjong, dinding penahan tanah sepanjang 58 meter, dan sistem drainase yang memadai untuk ketahanan jangka panjang.

Renovasi ini merupakan tindak lanjut Pemkot Semarang terhadap aspirasi warga melalui kanal aduan resmi AWP Lapor Semar dan media sosial.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan proaktif melaporkan (kondisi infrastruktur) melalui kanal AWP Lapor Semar maupun media sosial DPU,” ucap Suwarto.

Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton. (Pemkoy)

Untuk menjaga kualitas infrastruktur secara luas, DPU Kota Semarang juga menerjunkan tim rencana teknis yang rutin melakukan survei di berbagai wilayah. Fokus utama pemantauan adalah memastikan jalan-jalan penghubung antar wilayah tetap dalam kondisi layak sehingga tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

“Tim rencana teknis kami rutin melakukan survei lapangan untuk memantau kondisi jalan di Kota Semarang secara menyeluruh. Jalan yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi yaitu berdasarkan tingkat kerusakan, intensitas penggunaan, dan banyaknya aduan masyarakat,” pungkasnya.***(Adv)

BACA JUGA: Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2026 oleh

Tags: gunungpatigunungpati semarangjembatan persenSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO
Esai

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO
Kilas

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.