Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 Juli 2026
A A
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

ilustrasi - Melamar Kerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lama menganggur dan tak kunjung dapat panggilan kerja tidak selalu karena nasib buruk. Sering kali, akar masalahnya justru terletak pada strategi melamar yang meleset dari sasaran. Di sinilah letak krusialnya kehadiran fasilitas konseling karier di tengah hiruk-pikuk Job Fair Jogja 2026.

***

Iklan

Bagi Almira (23), melamar kerja rupanya membutuhkan lebih dari sekadar keberanian maupun  nilai akademik yang memuaskan. Memiliki riwayat hidup (CV) mentereng pun tidak akan banyak membantu apabila tidak dibarengi dengan strategi pelamaran yang tepat sasaran. 

Kesadaran akan adanya langkah yang kurang tepat selama ini, akhirnya membawa perempuan asal Jogja itu duduk di kursi stan konseling karier pada gelaran Job Fair Jogja di Auditorium LPP Agro Nusantara, Rabu (15/7/2026).

“Saya ingin berkonsultasi soal ke depannya, saya harus gimana kalau melamar kerja. Karena selama ini selalu mentok, Mas,” ujarnya saat ditemui Mojok.

Almira tidak datang sendirian. Rekan sesama jobseeker yang siang itu datang bersamanya, David (23), juga merasakan kebingungan serupa. Keduanya merupakan fresh graduate yang sudah genap setahun lulus dari perguruan tinggi, tapi masih menyandang status pengangguran. 

Selama dua belas bulan terakhir, mereka mengaku kerap kesulitan memetakan potensi diri agar bisa selaras dengan kualifikasi yang dicari oleh pihak perusahaan.

Fasilitas konseling di bursa kerja ini sengaja dihadirkan untuk mengurai kebuntuan para pelamar. Bagi pencari kerja seperti Almira dan David, evaluasi singkat dari konselor menjadi bekal penting. Mereka butuh tahu di mana letak kesalahannya sebelum kembali berkeliling menyebar berkas lamaran dari satu stan ke stan lainnya.

job fair jogja.MOJOK.CO
Job Fair Jogja dijadwalkan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026 di Auditorium LPP Agro Nusantara. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Banyak pelamar kerja cerdas, tapi kurang PD

Pengalaman setahun menganggur tanpa satu pun panggilan kerja nyatanya tidak melulu urusan nasib buruk, atau minimnya ketersediaan lowongan. Sering kali, masalah utamanya justru ada pada strategi kandidat yang meleset. 

Fungsional Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, M. Soko Marhaendi, melihat langsung persoalan ini di lapangan. Sebagai konselor di Job Fair Jogja 2026, Soko rutin mendapati pelamar datang dengan kepala penuh kebingungan. 

Padahal, dari sisi latar belakang pendidikan maupun kompetensi dasar, mereka sebenarnya memiliki kapasitas yang sangat layak untuk bersaing di pasar tenaga kerja.

“Sebagaimana sebuah konseling, kami sebenarnya sekadar memberikan cermin ke mereka. Mereka yang datang ini cerdas-cerdas, kok. CV-nya bagus juga. Hanya saja karena satu dan lain hal, kurang percaya diri buat melamar kerja,” ujar Soko, ditemui pada Rabu (15/7/2026).

Ia menegaskan, konselor di sana bertugas memandu serta memetakan potensi kandidat. Mereka tidak bertugas mencarikan, apalagi memberikan jaminan bahwa pelamar pasti diterima bekerja setelah berkonsultasi. 

Keputusan akhir, termasuk keberanian mengeksekusi lamaran, tetap berada di tangan pelamar. 

konselor karier, kerja.MOJOK.CO
Potret Soko saat melakukan sesi konsultasi dengan jobseeker. Menurutnya, konselor hanya bertugas memandu serta memetakan potensi kandidat. Mereka tidak bertugas mencarikan, apalagi memberikan jaminan bahwa pelamar pasti diterima bekerja setelah berkonsultasi. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Sayangnya, sebagaimana diungkap Soko, banyak pelamar berportofolio bagus justru terhenti langkahnya lantaran mengalami krisis kepercayaan diri dan ragu saat hendak menyerahkan berkas.

Banyak fresh graduate terlalu “pemilih”

Bagi lulusan baru yang sudah cukup lama menganggur, Soko memiliki catatan khusus. Banyak dari mereka tanpa sadar bersikap terlalu pemilih.

Pelamar muda kerap memelihara standard tertentu dan sibuk menunggu pekerjaan yang dianggap paling ideal atau sesuai dengan gengsi sarjana. 

Akibatnya, peluang-peluang emas yang sudah ada di depan mata terlewat begitu saja.

Iklan

“Kami sering menyarankan, yang sedang buka lowongan, segera dilamar. Hilangkan gengsi,” tegasnya.

Soko menyarankan para pelamar agar menurunkan ekspektasi dan mulai merespons realitas lapangan. Menurutnya, langkah awal yang paling logis adalah mencari pengalaman pertama, bukan langsung membidik posisi puncak.

Lalu, mengapa ada pelamar yang berkali-kali ditolak padahal merasa sudah memenuhi kualifikasi? 

Kesalahan fatal pelamar kerja dalam bikin CV

Soko menyebut, kesalahan fatal justru sering terjadi di tahap awal: penyusunan CV. Sebagai gerbang seleksi administrasi, kelengkapan dan relevansi isi CV sangat menentukan nasib pelamar untuk bisa lanjut ke tahap wawancara.

Kenyataannya, banyak pelamar membawa map tebal berisi dokumen yang tidak relevan dengan posisi incarannya. Soko memberikan satu contoh temuan dalam sesi tadi, ada pelamar untuk posisi marketing yang justru melampirkan sertifikat kejuaraan renang. 

“Masukin sertifikat prestasi, boleh. Bahkan disarankan. Hanya saja, pelamar juga harus bisa memilah mana yang relevan dan mana yang tidak,” tegasnya. “Kalau mau melamar sebagai marketing, kalau ada ya sertifikat lomba public speaking, bukan malah renang.”

cari kerja, konseling karier.MOJOK.CO
Salah satu kesalahan jobseeker saat membuat CV adalah memasukkan hal-hal yang tak relevan dalam portofolionya. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Kesalahan mendasar lainnya adalah kebiasaan mencantumkan riwayat pendidikan terlalu rinci, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Banyak pelamar mengira daftar panjang itu akan membuat profil mereka terlihat komprehensif.

“Pendidikan dari SD dicantumkan, itu juga kesalahan. HRD tidak akan peduli? Cukup ijazah terakhir saja,” kata Soko. Ia mengingatkan, perekrut atau staf HRD memproses ribuan berkas dalam waktu singkat. Perusahaan hanya mencari kandidat dengan portofolio yang ringkas, padat, dan langsung mengarah pada kebutuhan posisi.

Pelamar kerja sering gugur saat wawancara

Jika berhasil lolos seleksi administrasi, pelamar akan berhadapan dengan tahap wawancara. Di titik inilah kandidat sering berguguran lantaran menyepelekan persiapan fundamental. 

Menurut Soko, kunci utama menaklukkan sesi ini sangat mendasar: pelamar wajib memahami profil perusahaan, menguasai produk atau jasa yang ditawarkan, serta mengerti rincian deskripsi pekerjaan (jobdesc) yang dilamar.

Selain substansi jawaban, pewawancara juga jeli memindai gestur atau bahasa tubuh pelamar. Penilaian visual ini bahkan bisa dilakukan dalam 20 detik pertama saat pelamar memasuki ruangan. 

“Sikap adaptif pelamar, punya problem solving yang presisi, juga kerap menjadi nilai tambah di mata HRD,” ungkapnya.

job fair, kerja.MOJOK.CO
Job Fair Jogja dijadwalkan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026 di Auditorium LPP Agro Nusantara. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Soko turut menyoroti ritme rekrutmen saat ini yang bergerak amat cepat. Lowongan pekerjaan bisa terisi penuh hanya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, prinsip “siapa cepat dia dapat” sungguh-sungguh berlaku, menuntut pelamar untuk selalu sigap mencari informasi terbaru.

Lebih dari itu, perusahaan tidak sekadar mencari kandidat terpintar secara akademis. Mereka mencari sosok yang paling cocok dengan kebutuhan spesifik industri saat itu. 

Soko mencontohkan kasus seorang lulusan S2 luar negeri dari jurusan sustainable building yang kesulitan mencari pekerjaan. Alasannya, bursa kerja lokal belum memiliki permintaan untuk spesialisasi setinggi itu, sehingga kualifikasinya menjadi tidak relevan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: 300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2026 oleh

Tags: cara membuat CV yang baguscara membuat surat lamaran kerjacari kerjaCV kerjajob fairlamaran kerjalowongan kerjamelamar kerjaPengangguranpilihan redaksisurat lamaran kerja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.