Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
4 Juni 2026
A A
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Ilustrasi - Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasa-rasanya ada kesalahpahaman terhadap paket intimate wedding yang disediakan wedding organizer (WO). Banyak orang sudah terlanjur memahami bahwa intimate wedding itu sama artinya dengan frugal wedding—menekan anggaran. Padahal keduanya adalah dua hal berbeda. 

***

Banyak kalangan Gen Z yang ingin melangsungkan pernikahan dengan model intimate wedding. Ceruk ini pun dimanfaatkan oleh sejumlah WO untuk memasukkan paket intimate dalam pilihannya. 

Ada dua alasan utama kenapa Gen Z menginginkan intimate wedding. Satu, untuk membangun nuansa pernikahan yang khidmat dan intim di lingkup keluarga dan orang terdekat saja. Dua, bayangannya pernikahan dengan konsep tersebut bisa menekan biaya. 

Alasan nomor satu masih relavan. Namun, menurut Adiawati (38), salah seorang pemilik wedding organizer (WO) di Malang, Jawa Timur, rasa-rasanya ada kesalahpahaman untuk alasan kedua. 

Kesan itu ia tangkap, salah satunya, ketika mengikuti sebuah obrolan tentang intimate wedding di media sosial Threads. Banyak orang yang merasa kaget ketika melihat nominal hampir menyentuh Rp100 juta untuk intimate wedding. 

“Namanya doang intimate wedding, tapi biayanya nggak intimate.”

“Lah, kalau budget segitu sama aja dong dengan biaya nikah gede-gedean.” 

Begitu kira-kira balasan kepada pengakuan seorang pengguna Threads yang membocorkan tentang biaya menggelar pernikahan dengan paket intimate wedding. Sementara bagi si pengguna: intimate wedding kan memang sebuah konsep, bukan serta-merta perkara biaya. 

Intimate wedding bisa saja tidak mengubah kemewahan 

Konsep intimate wedding mulai populer disinyalir sejak pandemi Covid-19. Saat itu, pernikahan digelar “seadanya”: cukup akad di KUA dan menjamu tamu dari keluarga dekat saja. Alhasil, secara otomatis biayanya yang dikeluarkan lebih murah. 

Dari situ, istilah intimate wedding kemudian diasosiasikan sebagai alternatif menikah dengan budget minimalis. Sementara budget minimalis tersebut sebenarnya lebih cocok disebut frugal wedding—hanya saja istilah “frugal” memang baru muncul belakangan. 

“Nah, aku itu beberapa kali nerima klien orang kaya. Pengin nikah intimate. Ya intimate versi mereka, ya tidak mengurangi kemewahan dan biaya,” jelas Adiawati, Rabu (3/6/2026). 

Intimate itu kesan yang dibangun, intimate wedding dan budget murah itu dua hal berbeda

Bagi Adiawati, intimate adalah sebuah konsep di mana sebuah pernikahan dibangun dengan suasana khidmat, hangat, dan intim. Dan untuk mencapai suasana tersebut, kadangkala memang tidak mengurangi kemewahan. 

Misalnya, dalam intimate wedding tamunya 50-100 orang. Namun, alokasi budget kemudian digunakan untuk sewa venue, dekorasi, fotografer, hingga hiburan (seperti home band) yang proper untuk mendukung terciptanya suasana intimate. 

Iklan

Venue bisa saja di tempat indah nan Instagramable. Dekorasi bisa saja minimalis, tapi dirancang dengan detail-detail tertentu. Fotografer pun ambil profesional dengan jam terbang cukup tinggi, sehingga dokumentasi yang dihasilkan pun merupakan dokumentasi terbaik. Dan itu semua butuh biaya yang tidak murah. 

“Jadi intimate itu kesan yang dibangun dalam acara. Di mana mempelai dan tamu undangan merasakan suasana khidmat,” terang Adiawati. “Belum lagi, misalnya biar acara semakin intim, tamu dimanjakan dengan menu fine dining mewah atau baju pengantin yang nggak mau biasa-biasa saja.” lanjutnya. 

Tamu undangan bukan sekadar figuran

Ketika ada orang yang kaget bahkan menuding intimate wedding biayanya tidak intimate, bagi Adiawati, sepertinya memang ada salah paham yang harus diluruskan. 

Intimate wedding dengan budget murah adalah dua hal berbeda. Bahkan perkara jumlah tamu pun bisa berbeda. 

Misalnya, Adiawati pernah mendapati adanya klien yang pengin membangun nuansa intim. Namun, tamu undangannya tidak jauh berkurang dari pernikahan konvensional pada umumnya.

“Tetap undang 500-600 tamu. Sementara standard intimate, ya paling banyak 300 tamu lah. Tapi memang, konsepnya adalah bagaimana memberi kesan khidmat pada banyak tamu itu,” kata Adiawati. “Ya lihat aja acaranya El Rumi dan Syifa Hadju. Konsepnya intimate, tapi kan mewah sekali itu.” 

“Kalau ditanya, model intimate-nya gimana? Macam-macam. Salah satunya, bagaimana dalam acara tersebut, tamu-tamu undangan yang terdiri dari orang-orang terdekat dibuat bagaimana merasa terlibat di dalam acara. Jadi bukan sekadar figuran,” sambungnya. 

Pasalnya, dalam pernikahan konvensional dengan jumlah tamu besar, seringkali para tamu yang datang diposisikan hanya sebagai figuran. Mereka datang, duduk menyimak acara, makan, berfoto, lalu pulang. Mereka tidak dilibatkan secara interaktif. Sementara dalam konsep intimate wedding, para tamu undangan bisa dilibatkan secara interaktif dan emosional. 

Yang ingin Adiawati sampaikan, sebenarnya tidak sepenuhnya salah ketika orang menganggap intimate wedding sebagai alternatif pernikahan dengan budget minimalis. 

Namun, jangan kaget pula ketika ada sebuah wedding organizer menyodorkan paket intimate wedding dengan harga mahal. Karena sekali lagi, intimate adalah konsep, dan itu lain hal dengan biaya murah. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2026 oleh

Tags: frugal weddingintimate weddingwedding organizerwo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

pernikahan dini
Kilas

Ketika Netizen Dibikin Geram oleh Wedding Organizer yang Dorong Pernikahan Dini

10 Februari 2021
Pojokan

Ribetnya Orang Indonesia Saat Menentukan Tanggal Pernikahan

15 Maret 2019
Pojokan

Agar Tak Tertipu Wedding Organizer, Pesta Pernikahannya Gotong Royong Aja

9 Januari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.