Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

KPU Manut MK Soal Revisi Aturan Terkait Caleg DPD

Redaksi oleh Redaksi
28 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah melakukan diskusi dengan beberapa ahli mengenai putusan MK tentang pelarangan pengurus partai mencalonkan diri sebagai anggota DPD, akhirnya KPU memutuskan merevisi Peraturan KPU (PKPU).

Setelah mengalami pro kontra kapan putusan MK tentang pelarangan pengurus parpol untuk mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Daerah bakal mulai diberlakukan, Komisi Pemilihan Umum memutuskan akan segera merevisi peraturan tersebut terkait pencalonan DPD.

Iklan

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memutuskan pengurus parpol harus mengundurkan diri jika ingin mendaftarakan diri sebagai calon DPD atau Senator. Dalam putusan tersebut, tanggapan masyarakat pun beragam. Ada yang menganggap aturan tersebut harus segera dilaksanakan pada Pileg 2019. Namun karena putusan MK tersebut baru ada seminggu setelah proses pendaftaran calon, maka ada yang berpendapat putusan tersebut baru bisa dilaksanakan pada Pileg 2024 selanjutnya.

setelah melakukan diskusi dengan para ahli kemarin (27/7) Ketua KPU, Arief Budiman, mengungkapkan akan segera melakukan revisi PKPU No. 14 Tahun 2018 tentang pencalonan perseorangan peserta pemilu anggota DPD.

Nantinya, akan terdapat satu poin yang dimasukkan dalam revisi aturan ini. Poin tersebut adalah harus mundurnya pengurus partai politik yang akan maju sebagai calon anggota DPD.

Selanjutnya, Arief mengungkapkan dalam rancangannya, akan mencantumkan mekanisme penyerahan surat keputusan pengunduran diri. Pertama, mereka harus mengajukan pengunduran diri paling lambat satu hari sebelum adanya daftar calon sementara (DCS). Sementara SK pemberhentiannya sampai satu hari sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT).

Proses revisi ini akan dilakukan melalui tahapan konsultasi dengan pemerintah dan DPR hingga proses pengundangan dengan Kemenkum HAM.

Menurut ahli hukum tata negara dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Bivitri Susanti, sebenarnya keputusan tersebut disebut sama dengan konsep 18 tahun yang lalu. Ia mengungkapkan, dari tahun 2000 sudah memberikan konsep bahwa DPD harusnya memang mewakili kepentingan daerah. Pasalnya, dulu memang ada yang namanya utusan daerah dan utusan golongan.

Sehingga, cara memaksimalkan fungsi DPD memang dari mana anggota DPD itu berasal. Anggota DPD yang cenderung dari parpol, biasanya cenderung akan mengurusi partainya.

Bivitri menganggap, dari segi keanggotaannya selama ini kita luput sehingga makin lemah. Akibatnya, daerah kurang terwakili karena pada akhirnya di daerah justru terjadi bias-bias parpol yang lebih kuat.

Peluang anggota DPD dari partai politik memang bisa ditutup dengan mengubah undang-undangnya. Bivitri menambahkan, bisa saja orang-orang yang menyatakan mundur dari parpol, nanti begitu terpilih balik menjadi pengurus lagi. Oleh karena itu, harus diadvokasikan untuk menutup peluang tersebut. Misalnya dengan mengubah UU MD3.

Intinya aturan ini dibuat agar jangan sampai masyarakat daerah nanti ditinggal terus. Pasalnya jika membicarakan tentang kesejahteraan rakyat, maka baliknya ke daerah. Namun kalau bicara mengenai proses politik nanti kaitannya dengan kepentingan parpol.

Dengan pemberlakukan peraturan ini, semoga KPU tetap mewaspadai jangan sampai ada partai yang tetap mencari cara memasukkan pengurus partainya menjadi anggota DPD. Oleh karena itu, verifikasi penting untuk hal ini. Kalau perlu, di tracking sekalian. Hehehe~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2018 oleh

Tags: aturan MKCaleg DPDdpdPemilu 2019Pengurus Parpolpileg 2019putusan mk
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Demo di Jogja kawal putusan MK sekaligus lawan dinasti politik Jokowi bikin mahasiswa UNAIR Surabaya kagum MOJOK.CO
Ragam

5 Kultur Demo di Jogja yang Bikin Kaget Mahasiswa Surabaya, Jadi Pelajaran Penting dan Berharga

24 Agustus 2024
Rakyat Kecil Kawal Putusan MK Melalui Demo di Jogja, Kecewa dengan Jokowi MOJOK.CO
Kabar

Saya Menyesal Pernah “Memuja” Jokowi Secara Ugal-ugalan karena Dulu Terlihat Baik

22 Agustus 2024
Demo di Jogja Kawal Putusan MK, Bukti Ucapan Cak Nun Tentang Jokowi Ternyata Benar MOJOK.CO
Kabar

Ternyata Cak Nun Benar Perihal Jokowi Firaun

22 Agustus 2024
Mitos Politik Dinasti Jokowi Si Raja Jawa MOJOK.CO
Esai

Mitos Politik Dinasti Jokowi Si Raja Jawa

22 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.