Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
1 Juni 2026
A A
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Ilustrasi Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perintah presiden agar sekolah mengajarkan bahasa Prancis adalah cara agar masyarakat Indonesia belajar sejarah negara Prancis, terutama perlawanan rakyatnya pada ketidakadilan.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis pada Kamis (28/05) presiden kita menginstruksikan seluruh sekolah belajar bahasa Prancis. Padahal, data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menemukan sekitar 90.000 sekolah belum memiliki guru bahasa Inggris. Apakah belajar bahasa Prancis ini tidak solutif? Tunggu dulu.

Iklan

Kira-kira apa urgensinya? Barangkali ada makna tersirat dari presiden kita tentang omongannya yang banyak dikira hanya asal ngomong belaka. Saya sih menangkap, maksud presiden kita lebih dalam dari sekadar belajar bahasa, melainkan belajar makna.

Prancis punya Liberté, Égalité, Fraternité

Menurut saya pribadi, presiden kita sedang memberikan sebuah kode bahwa banyak hal yang sudah hilang dari negara kita. Hal-hal yang hilang ini tidak bisa lagi digali dan ditemukan melalui bahasa Indonesia apalagi bahasa Inggris. Tunggu dulu, jangan marah dulu.

Banyak kata sudah kita sederhanakan. Banyak arti kebahasaan sudah hilang maknanya. Maka hadirlah bahasa Prancis yang nantinya memperlihatkan betapa kontras dari makna aslinya. Kita ambil saja tiga contoh kata yang jadi simbol negara Prancis, yakni liberté, égalité, fraternité.

Barangkali presiden kita sudah begitu khawatir bahwa liberté yang selama ini kita tahu, yakni kebebasan, sudah diterjemahkan terlalu bebas. Maka kebebasan tanpa batas itu ujung-ujungnya jadi ngawur. 

Bebas ubah aturan main pemilu, bebas tabrak-tabrak-masuk konstitusi, bebas bikin program tidak tepat guna, pejabat tinggi bebas bepergian ke luar neger dengan dalih studi banding padahal kondisi bangsa lagi seperti ini, dan kebebasan lainnya yang terlalu bablas.

Atau presiden kita sudah sedih melihat makna égalité kok ya makin hari makin mengerikan. Sipil dan pemangku kuasa memang bebas untuk saling kritik, tapi konsekuensi yang diterima amat beda. 

Sipil rawan mendapatkan persekusi usai menyampaikan kritik. Sedang pemangku kuasa bisa bebas bilang bahwa rakyat yang kritik itu antek asing atau apalah itu. Pidato yang harusnya membangun dan menampilkan kesetaraan, justru mirip seperti sepasang kekasih yang sedang mengirim drunk text.

Pesan untuk penegak hukum: Presiden kita pernah menyelamatkan rakyat kecil

Tunggu dulu, jangan buru-buru menuduh presiden kita menutup mata soal ketimpangan hukum ini. Anda mungkin lupa, atau sengaja amnesia, bahwa jauh sebelum menduduki kursi nomor satu, beliau adalah sosok yang terbang langsung ke Malaysia demi menyelamatkan Wilfrida Soik, seorang rakyat biasa, seorang TKW, dari dinginnya tiang gantungan. Beliau tahu persis rasanya berjuang menegakkan keadilan bagi mereka yang tak punya kuasa.

Maka, ketika hari ini makna égalité di level bawah terasa agak mengkerut karena maraknya kriminalisasi terhadap kritik, pelajaran bahasa Prancis ini adalah kode keras dari beliau untuk jajaran penegak hukum dan aparat di bawahnya. Presiden seperti ingin menyentil para pembantunya: “Saya dulu menyelamatkan rakyat kecil dari jerat hukum di luar negeri, kok kalian di dalam negeri malah sibuk nyari-nyari kesalahan rakyat kecil yang cuma modal kuota buat kritik?”

Atau presiden kita mulai pusing dengan makna fraternité yang artinya persaudaraan? Ketika persaudaraan di rakyat bawah adalah saling jaga dan saling bantu, beda cerita jika persaudaraan diterapkan di atas sana. 

Beliau mungkin geregetan melihat bagaimana persaudaraan di tingkat atas sana sering disalahartikan oleh para pembantunya atau lingkaran elit sebagai ajang bagi-bagi kuasa, obral jabatan, dan jaminan pekerjaan meskipun bodo amat orang itu expert di bidangnya atau tidak.

Bisa jadi presiden kita resah dengan kondisi macam itu, maka masyarakat kita melalui harapan-harapan baru, yakni anak-anak sekolah, mulai memahami terma bahasa secara lebih murni dan jernih. 

Iklan

Maka dari belajar bahasa Prancis, anak-anak juga akan tahu perihal Revolusi Prancis. Anak-anak jadi bisa tahu makna terdalam dari kata perlawanan itu bukan dengan menjilat, tapi ya memahami konteks apa yang sedang terjadi dan bagaimana cara meresponnya. Betapa indahnya bahasa perlawanan.

Baca halaman selanjutnya

Belajar bahasa Prancis, belajar perlawanan rakyat Prancis

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2026 oleh

Tags: bahasa prancisesaipemrintahprabowoprancis
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO
Esai

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
papua.MOJOK.CO

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah (Jateng): kesadaran pentingnya tanah dengan sertifikat MOJOK.CO

Kesadaran Sertifikasi Tanah Wakaf Warga Jateng Tertinggi Nasional, Karena Sertifikat Tempat Ibadah Penting agar Tak Jadi Masalah

16 Juni 2026
Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.