Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
1 Juni 2026
A A
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Ilustrasi Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belajar bahasa Prancis, belajar perlawanan rakyat Prancis

Liberté, égalité, fraternitéitu lahir saat Revolusi Prancis. Kondisinya saat itu kota Paris benar-benar sedang mengalami masalah sosial, budaya, politik, dan agama yang berkelindan.

Ketika rakyat Paris sedang berkubang dalam penyakit dan tikus gorong-gorong, rajanya justru bikin istana baru di Versailles sana. Kemewahan aristokrasi di tengah menyedihkannya masyarakat Paris jadi salah satu pemantiknya. Namun apakah ini pemantik utamanya? Bukan.

Iklan

Ketimpangan sosial itu tidak hanya ditampilkan dari istana baru, tapi juga masalah pajak dan keuangan negara. Ada tiga golongan di Perancis saat itu, yakni golongan rohaniawan, bangsawan, dan rakyat biasa. Golongan rakyat biasa seperti petani, buruh, pedagang, dan bahkan intelektual justru yang menanggung sebagian besar beban pajak negara.

Apakah pajak itu digunakan dengan bijak? Selain istana baru yang jadi ambisi kacau sang raja, juga program-program enggak jelas dari raja bikin masyarakat jadi geram. Uang pajak habis untuk hal-hal yang tidak relevan untuk rakyat, justru sektor penting seperti kesehatan dan pendidikan terabaikan.

Efeknya berkepanjangan ke sektor pangan di Prancis saat itu. Harga-harga serba naik disamping banyaknya panen yang gagal. Harga roti naik, kelaparan parah terjadi di Paris ketika istana baru terus mengadakan pesta dansa di balairung-balairung luas nan mewahnya tersebut.

Perempuan Paris saat itu seakan memantik hadirnya revolusi. Peristiwa ini dikenal dengan Women’s March on Versailles. Tuntutan mereka sederhana, tidak muluk-muluk seperti raja memohon maaf atau mengakui kegagalan, mereka hanya meminta harga roti untuk turun. Apakah perempuan Paris yang melakukan iring-iringan ini disebut sebagai antek asing?

Yang jelas, pikiran perempuan Paris lebih waras dari kebanyakan pemimpin Prancis saat itu. Sebab, perempuan Paris berpikir melibatkan perasaan, sedangkan para pemimpin melibatkan keserakahan.

Seperti yang sering kita dengar, berikutnya adalah Revolusi Prancis. Tentu yang saya ceritakan ini hanya bagian kecil, sempit, dan amat ringkas. Namun mempelajari Revolusi Prancis sembari belajar bahasa Prancis, agaknya oke juga, kan?

Makanya, jangan sekalipun sebut pidato presiden kita itu dengan sebutan asbun atau drunk text gitu lah. Jika kita bedah, omongan beliau ini justru mengarah dengan sendirinya kepada kawan-kawannya di belakangnya.

Makanya, mari belajar bahasa Prancis. Mungkin saat ini anak-anak sekolah yang resah ketika ujian bahasa. Namun, siapa yang bisa mengira bahwa suatu saat justru jajaran di atas sanalah yang resah karena anak-anak yang dulu jadi korban program akrobatik itu mulai sadar dan melakukan sesuatu yang bisa memusingkan mereka yang betah sekali ngendon di menara gading yang nyaman dan penuh dengan tipuan.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?  dan tulisan menarik lainnya di kanal Esai.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2026 oleh

Tags: bahasa prancisesaipemrintahprabowoprancis
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO
Kilas

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.