Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

Redaksi oleh Redaksi
25 Juni 2026
A A
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Finalis Jocelyn Kristanti dari Universitas Padjadjaran saat memaparkan esai pada ajang Final Essay Contest Tingkat Nasional di Bali, Kamis (25/6/2026).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kesehatan mental, banjir disinformasi, hingga kesenjangan pendidikan menjadi keresahan yang paling banyak diangkat mahasiswa dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Sebanyak 16 finalis terpilih dari 533 peserta bersaing menawarkan solusi atas berbagai persoalan tersebut melalui karya esai argumentatif.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio mengatakan, final nasional yang berlangsung di Badung, Bali, pada 25–26 Juni 2026 itu menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial. 

Iklan

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari program Djarum Beasiswa Plus yang mendorong pengembangan soft skills mahasiswa di luar prestasi akademik. 

Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait tiga kemampuan yang dibutuhkan saat ini, yaitu kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan pengambilan keputusan. 

Di program Djarum Beasiswa Plus, dua keterampilan pertama ini diyakini menjadi nilai tambah di luar kapasitas nonakademis mahasiswa, yang harus dipupuk sejak dini. Maka itu, setelah mahasiswa dinyatakan menerima beasiswa ini, Djarum Foundation mendorong anak-anak muda untuk mengasah pemikirannya dalam esai argumentatif.  

Felicia Hanitio, mengatakan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di era modern. Hal ini yang menjadi dasar adanya Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. 

“Kami melatih mahasiswa untuk peka melihat isu-isu di sekitar mereka, mencari data dan fakta, berpikir kritis mencari solusi, dan menuangkan pemikiran sebagai bentuk identitas intelektual mereka dalam sebuah esai argumentatif,” ujar Felicia.

Beswan Djarum dibekali kemampuan berpikir kritis dan solutif

Felicia menambahkan Beswan Djarum yang tulisannya terpilih kemudian dituntut untuk mengartikulasikan pemikirannya secara oral, lewat Essay Contest di level regional hingga nasional. Ia menyebut, melalui proses menulis, presentasi, hingga diskusi dengan dewan juri, peserta mampu menghubungkan pengetahuan kognitif yang dimiliki dengan solusi riil, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar mereka.

Proses inilah yang menjadi inti dari pengembangan karakter dan keterampilan nonteknis dalam program Djarum Beasiswa Plus. 

Salah satu dewan juri, jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi TV, Najwa Shihab, mengapresiasi kualitas tulisan para finalis. Ia menilai karya-karya yang masuk menunjukkan orisinalitas, keberanian intelektual, dan kemampuan berpikir kritis yang dibutuhkan calon pemimpin masa depan.

Sementara itu, Guru Besar IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menekankan bahwa presentasi bukan sekadar tahap penilaian, melainkan ruang diskusi untuk menguji sekaligus mempertajam ide yang telah ditulis peserta.

“Ini kesempatan baik bagi Anda semua. Anggap saja sesi presentasi ini sebagai teman diskusi. Kalau tidak bisa menjawab, itu wajar karena proses belajar,” katanya kepada para finalis.

Gloria Tamba, Beswan Djarum angkatan 2005/2006, menambahkan pengalaman mengikuti program Djarum Beasiswa Plus membantunya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menulis yang masih berguna hingga kini dalam profesinya sebagai advokat.

Melalui Essay Contest Djarum Beasiswa Plus, Bakti Pendidikan Djarum Foundation menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang unggul secara kognitif, peka terhadap persoalan sosial, dan memiliki karakter kepemimpinan sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045. (***)

Iklan

BACA JUGA Jejaring dan Integritas: 2 Kunci dari Djarum Beasiswa Plus untuk Membentuk Generasi Muda Berdaya Saing

 

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2026 oleh

Tags: beswan djarumDjarum Foundationesai
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO
Esai

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO
Esai

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO
Eksplor

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO
Eksplor

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.