Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
8 Juni 2026
A A
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Edi Dimyati, pegiat literasi dan kargo baca pakai sepeda. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di atas lahan seluas 115 meter persegi, Edi Dimyati berhasil mendirikan sebuah rumah sekaligus Taman Baca Kampung Buku yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Lokasinya ada di Jalan Abdul Rahman, Cibubur, Jakarta Timur—jauh dari gedung-gedung tinggi di Jakarta Pusat dan diapit oleh dua aliran sungai.

“Posisinya di belakang perumahan Wakay Residence. Masuk Gang Rukun (hanya bisa dilalui satu motor) di samping mie Batasit. Terus jalan sampai mentok,” kata Edi kepada saya yang sudah menginformasikan hendak berkunjung ke tempatnya pada Minggu (8/6/2026) sore.

Taman Baca di Jakarta Timur. MOJOK.CO
Taman Baca Kampung Buku. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Rupanya, tak sulit menemukan Taman Baca Kampung Buku karena bangunannya tepat di ujung gang dan tampak seperti balai RW bertingkat dua. Namun, saya seolah tertipu karena di dalamnya terdapat buku bacaan sekitar 4 ribu lebih, mulai dari bacaan anak-anak hingga dewasa dengan berbagai genre.

Suasana dalam Taman Baca Kampung Buku. MOJOK.CO
Istri dan anak Edi menikmati hari liburnya dengan membaca buku di Taman Baca Kampung Buku. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain bisa membaca dan meminjam buku di sana, saya juga bisa membeli camilan dari warung kecil yang dijaga oleh istri Edi di dalam perpustakaan. Lalu, di balik warung kecil itulah saya lagi-lagi takjub karena sebuah taman yang bisa dinikmati oleh pengunjung, baik untuk membaca maupun berdiskusi.

Ruang baca buku gratis. MOJOK.CO
Ruang baca buku gratis bernuansa alam di belakang warung kecil. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Edi bercerita jika ruang baca tersebut dulunya merupakan saung bambu dan lapangan kecil. Sejak tahun 2010, ia menjadikan tempat itu sebagai sarana kreativitas dan ruang belajar khususnya untuk anak-anak. Seiring berjalannya waktu, salah satu wali murid mengusulkan untuk mendekorasi saung dan lapangan itu menjadi ruang baca yang lebih nyaman.

Saung bambu. MOJOK.CO
Salah satu foto menunjukkan bangunan lawas Taman Baca Kampung Buku yang hanya berupa saung bambu dan lapangan kecil. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Ide itu pun diterima secara terbuka oleh Edi, mengingat rumahnya memang seringkali terdampak banjir sehingga buku-bukunya pernah basah dan rusak. Edi pun meminta tolong tetangganya yang merupakan tukang agar menyulap belakang rumahnya menjadi taman baca.

Edi Dimyati di belakang rumah. MOJOK.CO
Edi Dimyati sedang menikmati sore di halaman belakang rumahnya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Selain banjir, tanah ini juga pernah longsor. Terus banyak juga yang buang sampah di belakang rumah, khususnya di sungai. Karena kesal sama kotor dan baunya, saya bikin aja halaman rumah belakang seperti ini. Kalau ada yang buang sampah, mereka jadi sungkan sendiri,” tutur laki-laki asal Tasikmalaya tersebut.

Melihat sungai sambil membaca buku. MOJOK.CO
Ruang baca di halaman belakang yang berbatasan langsung dengan sungai. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain menyulap halaman belakang rumah menjadi taman baca yang nyaman, Edi juga tak berhenti memberikan pendidikan nonformal yang bekerjasama dengan para relawan. Ia juga mengadakan les gratis berisi pengetahuan umum khususnya untuk anak-anak kurang mampu.

Ruang les gratis. MOJOK.CO
Aula sebagai tempat belajar gratis yang digunakan anak-anak di lantai 2. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2026 oleh

Tags: baca buku gratisjakarta timurKampung BukuTaman BacaTaman Baca Kampung Buku
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sidoarjo cocok untuk slow living daripada Jakarta Timur. MOJOK.CO
Ragam

Sidoarjo Cocok untuk Perintis, Tak Harus Kerja Keras di Jakarta Sampai Mental Rusak

1 Agustus 2025
Jakarta Timur, Kawasan dengan SDM Paling Mumpuni tapi Sebaiknya Jangan Ditinggali Kalau Tak Punya Sembilan Nyawa.MOJOK.CO
Ragam

Jakarta Timur, Kawasan “Penuh Ironi” yang Sebaiknya Jangan Ditinggali, Kecuali Kalau Nyawamu Sembilan

5 Mei 2025
Kehidupan serba tak tenang dan penuh ketidakpastian di Cakung Jakarta Timur (Jaktim) MOJOK.CO
Ragam

Cakung Jakarta Timur Memang Ber-UMR Besar, Tapi Hidup di Sini Penuh Ketidakpastian dan Harus Waswas Tiap Saat

10 April 2025
Anomali Cibubur dalam Politik Pembangunan Jakarta MOJOK.CO
Esai

Cibubur, Kelurahan Aneh di Jakarta Timur yang Mempunyai Posisi Penting dalam Politik Pembangunan Jakarta

11 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.