Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2026
A A
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal melaksanakan program budi daya ikan tematik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari 82 usulan lokasi di berbagai kalurahan, ada 64 lokasi yang memenuhi syarat awal sebagai calon penerima program. Lokasi-lokasi itu telah melewati proses identifikasi dan verifikasi sebelumnya.

Dirjen perikanan budidaya KKP sowan ke Gubernur DIY

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu bersama timnya tiba di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (5/8/2026). Haeru berujar maksud kedatangannya adalah menemui langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyampaikan program budi daya tematik yang akan dia gagas di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Iklan

Pertemuan tersebut, kata dia, sekaligus diniatkan agar dua program strategis KKP mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sebelum tahapan teknis dimulai. 

Program pertama adalah budi daya ikan tematik yang dirancang sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi desa. Mulai dari meningkatkan produksi perikanan budi daya, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, program kedua adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bertujuan mentransformasi kawasan pesisir dan desa nelayan tradisional menjadi pusat maritim modern, tertata, dan berdaya saing. 

Menurut Haeru, dukungan tersebut penting sebagai landasan agar pembahasan teknis bersama perangkat daerah dapat segera dilakukan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu. MOJOK.CO
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (5/8/2026). (sumber: Humas DIY)

“Karena kami mau masuk ke wilayah DIY, tentu harus kulonuwun dulu kepada tuan rumah. Alhamdulillah beliau sangat mendukung. Selanjutnya teknisnya akan kami diskusikan bersama dinas terkait,” ujar Haeru dikutip dari keterangan resmi Pemda DIY, Rabu (5/8/2026).

Haeru berharap program budi daya ikan tematik tidak berhenti pada pembangunan sarana budi daya semata. Lebih dari itu, program ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Program budi daya ikan tematik harus berkelanjutan

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, program budi daya ikan tematik dari KKP bakal menyasar tingkat kalurahan di DIY. Setiap lokasi akan memanfaatkan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Nantinya, lahan tersebut dipakai untuk membangun sejumlah kolam budi daya komoditas seperti lele maupun nila.

“Hasil identifikasi awal menunjukkan ada 64 lokasi yang memenuhi kriteria, meski nanti pembahasan teknisnya masih akan terus dilakukan,” kata Ni Made.

Ni Made menilai tantangan program tidak terletak pada pembangunan kolam, melainkan bagaimana budi daya itu dapat terus berjalan setelah bantuan diberikan. Karena itu, aspek tata kelola hingga ketersediaan benih berkualitas menjadi perhatian yang tidak kalah penting. 

“Yang penting itu tata kelolanya. Program ini jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Bibit juga menjadi penting karena budi daya sangat bergantung pada kualitas benih,” tuturnya.

Budi daya ikan tematik padukan sistem daur ulang air

 

Senada dengan Ni Made, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Hery Sulistio Hermawan menjelaskan program budi daya tematik akan menggunakan sistem mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS).

Sistem tersebut merupakan teknologi yang memungkinkan air budi daya digunakan berulang melalui proses penyaringan, sehingga lebih hemat air. Selain itu, sistem ini juga cocok untuk wilayah dengan lahan terbatas.

Sebagai gambaran, air dari kolam nantinya tidak langsung dibuang, tetapi dialirkan menuju sistem filter sebelum dikembalikan lagi ke kolam budi daya. Cara tersebut sudah lama diterapkan pada budi daya ikan di lahan sempit dan terbukti mampu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Setelah air yang didaur ulang melewati filter, kualitas airnya akan diperbaiki. Lalu, air dimasukkan kembali ke kolam. Jadi penggunaan air jauh lebih efisien, sementara hasil budi daya diharapkan tetap optimal,” jelasnya.

Sumber dana program budi daya ikan tematik 

Hery menegaskan pembangunan fisik kolam yang merupakan bagian dari program budi daya ikan tematik akan dibiayai KKP. Skemanya melalui bantuan kepada kalurahan dengan memanfaatkan tanah kas desa. 

Iklan

Adapun penyediaan benih, pakan, hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat. Dari 82 usulan lokasi yang diajukan di DIY, sebanyak 64 di antaranya lolos proses verifikasi. 

Sementara itu, komoditas yang diprioritaskan pada tahap awal adalah ikan lele dan nila karena memiliki pasar yang luas, termasuk untuk mendukung kebutuhan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau tidak ada perubahan, pembangunan fisik mulai awal September. Setelah itu kami akan mendampingi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Hery.

Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Budidaya Udang di Kebumen Punya Prospek Besar: Hasil Melimpah Harga Bagus, Serap Tenaga Kerja Lokal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2026 oleh

Tags: budi daya ikanbudi daya ikan tematikbudi daya lelebudi daya nilaKKPprogram budi daya ikan tematikprogram KKP di DIY
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Jurusan Perikanan Kerap Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!

Jurusan Perikanan Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!

24 April 2024
sekolah kedinasan perikanan dan kelautan mojok.co

Deretan Sekolah Dinas di Bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan

6 April 2023
benih lobster

Jadi Pelaksana Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan, Luhut Langsung Setop Izin Ekspor Benih Lobster

27 November 2020
luhut panjaitan

Edhy Prabowo Ditetapkan Jadi Tersangka, Jokowi Tunjuk Luhut Panjaitan Jadi Menteri KKP Sementara

26 November 2020
susi pudjiastuti

Susi Pudjiastuti Menangis Saat Ungkapkan Kekecewaannya Atas Kebijakan Ekspor Benih Lobster

28 Juli 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.