Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sidoarjo Cocok untuk Perintis, Tak Harus Kerja Keras di Jakarta Sampai Mental Rusak

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
1 Agustus 2025
A A
Sidoarjo cocok untuk slow living daripada Jakarta Timur. MOJOK.CO

ilustrasi - daya tarik Sidoarjo dibandingkan Jakarta Timur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah berkeliling ke beberapa tempat di Jawa Timur seperti Surabaya dan Gresik, pemuda asal Jakarta Timur ini memutuskan tinggal di Sidoarjo. Harga kebutuhan hidup lebih terjangkau, akses ke daerah lain lebih mudah, dan bisa kerja sambil slow living.

***

Selama merantau dari Jakarta Timur ke Surabaya tahun 2013, Rofi (28) cukup sering melewati jalanan Sidoarjo tapi belum benar-benar menelusurinya. Sebab, letak kampusnya tak jauh dari sana.

Lima tahun kemudian, Rofi akhirnya lulus dan mendapat kerja di Gresik, di bidang teknik kimia. Berdasarkan hasil tabungannya, ia ingin membeli sebuah rumah, sekaligus tempat tinggal untuk keluarga kecilnya.

Dari sanalah Rofi mulai mempertimbangkan lokasi. Di mana tempat yang cocok untuk kerja dan slow living? Setelah melakukan penelusuran beberapa hari, Rofi mantap memilih Sidoarjo.

“Dan ternyata Sidoarjo itu juga cukup maju. Di beberapa hal, sudah sangat cukup untuk memenuhi standar-standar yang saya punya,” kata Rofi kepada Mojok, Kamis (31/7/2025).

Menurut Rofi, hidup di Sidoarjo dibandingkan dengan Jakarta dapat membuatnya kerja dan hidup secara seimbang (work life balance). Misalnya, tak melulu melintasi jalanan macet, harga kebutuhan hidup yang masih terjangkau, dan cocok bagi perintis.

“Secara kehidupan juga di Sidoarjo nggak terlalu terburu-buru. Sementara di Jakarta jalanannya macet, habis energi di perjalanan yang lama. Semua orang rasanya sedang berlari. Jadi kurang bisa menikmati,” kata Rofi.

Harga rumah di Sidoarjo lebih murah

Setelah lulus kuliah dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan bekerja selama beberapa tahun, Rofi akhirnya bisa menabung dan membeli rumah. Tempat tinggal untuk dia dan keluarga kecilnya. 

Saat itulah Rofi mulai membanding-bandingkan harga rumah, baik di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Waktu itu ia sama sekali tidak kepikiran kembali ke tempat kelahirannya, Jakarta karena pekerjaannya berkutat di daerah Jawa Timur. Apalagi, harga rumah di Jakarta Timur. Jangan ditanya.

“Saya pernah tanya teman-teman yang masih di Jakarta dan membandingkan harganya dengan perumahan elit di Sidoarjo. Selisihnya sangat jauh, meskipun fasilitasnya tak jauh berbeda,” kata Rofi.

“Rata-rata rumah di Sidoarjo harganya bisa setengah lebih murah dibandingkan dengan daerah di Jakarta termasuk Jakarta Timur,” jelasnya.

Melansir dari CNBC Indonesia, Rata-rata rumah di Jakarta Timur memiliki harga yang lebih variatif, karena merupakan pusat industri dan pendidikan di Jakarta. 

Untuk hunian sederhana dengan luas tanah sekitar 30 sampai 50 meter persegi, harganya Rp800 juta hingga Rp1,5 miliar. Sedangkan untuk luas 100 sampai 200 meteri persegi bisa mencapai Rp1,5 miliar sampai Rp5 miliar.

Iklan

Akses jalan ke daerah lain lebih mudah

Meskipun berstatus kabupaten, Sidoarjo tak terlalu tertinggal dengan daerah di sekitarnya. Terdapat bangunan umum seperti sekolah, rumah sakit, mall yang tak kalah bagus fasilitasnya. Meskipun tetap kalah jika dibandingkan dengan Surabaya sebagai kota metropolitan. 

Baik Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya sama-sama terkenal sebagai sentra industri. Tak ayal, volume kendaraan yang cukup tinggi juga membuat Surabaya dan Sidoarjo rentan terkena macet. Khususnya di “jalan neraka” Gedangan.

Namun, Roif mengaku tak masalah dan lebih baik tinggal di Sidoarjo. Sementara, Gresik lebih banyak bangunan pabrik dibandingkan fasilitas umum seperti di Sidoarjo. Tak cocok untuk slow living.

“Kebetulan aku selalu lewat tol karena menghindari Gedangan. Terus aksesnya juga mudah, kalau mau rekreasi alam, tinggal ke Pasuruan, Pandaan, Malang, juga dekat,” ujar Rofi.

Kesulitan belajar Bahasa Jawa

Rofi mengaku tak kesulitan untuk beradaptasi di Sidoarjo. Di kampungnya dulu–bukan kawasan perumahan, Rofi mengaku sering berbaur dengan orang-orang Jawa yang merantau ke Jakarta.

Tentu saja menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya medoknya. Keberagaman itu membuat masyarakatnya guyub, tak seperti label orang luar daerah yang menganggap orang Jakarta individualis.

Saat kecil, Rofi kerap mengikuti kegiatan-kegiatan kampung yang diadakan oleh warga. Baik orang Jakarta Timur maupun orang Jawa juga terlihat akrab saat melakukan ronda bersama.

“Kadang, saking akrab dan ramainya malah bikin suasana kampung nggak kondusif. Orang-orang suka ngegosip. Jadi kalau ada info yang kurang mengenakan, tersebarnya juga cepat,” jelas Rofi.

Hanya saja, Rofi mengaku masih syok ketika merantau di Surabaya. Terutama dari segi bahasa. Lambat laun, ia mulai belajar Bahasa Jawa sedikit-sedikit dan paham beberapa kata. 

“Tapi kalau Jawa-nya yang Jawa banget, sulit juga. Jadi kadang ketika beli sesuatu terus penjualnya ngomong bahasa Jawa, saya akan bilang ‘mohon maaf, apakah bisa diulang?’” kata Rofi.

Beuntung, pedagang itu memahami dan akhirnya menggunakan Bahasa Indonesia. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sidoarjo 25 Tahun dalam Kebobrokan, Sudah Seharusnya Belajar pada Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: gresikharga rumahjakarta timurkerja di SidoarjoSidoarjoslow livingSurabayawork-life balance
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO
Kabar

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.