Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Warga Sidoarjo Muak dengan “Jalan Neraka” Perempatan Gedangan, Hanya Bisa Ngeluh Bertahun-tahun karena Flyover Hanya Wacana

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Juli 2025
A A
Perempatan Gedangan adalah momok bagi warga Surabaya dan Sidoarjo. MOJOK.CO

ilustrasi - pembangunan flyover Gedangan tak kunjung rampung. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Warga Surabaya dan Sidoarjo tentu tak asing dengan jalan Perempatan Gedangan. Jalan ini terkenal dengan tingkat kemacetannya yang parah. Bertahun-tahun yang lalu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo punya rencana membangun flyover guna mengatasi kemacetan tersebut, tapi hingga kini proyek fisiknya saja masih belum terlihat.

Waktu-waktu Perempatan Gedangan chaos

Sebagai orang yang punya rumah di daerah Gedangan, Sidoarjo dan harus pulang-pergi ke Surabaya, Vita (23) mengaku kesal hampir setiap hari. Pasalnya, persoalan macet sepanjang tahun di perempatan Gedangan tak kunjung usai. Membuat ia dan keluarganya kena getahnya.

“Kondisi motor itu bisa yang kayak desak-desakkan. Sempit. Nggak ada ruang, tapi masih bisa nyempil di sela-sela mobil. Kadang aku ngeri sih, takut pengendaranya kenapa-napa,” kata Vita saat dihubungi Mojok, Rabu (16/7/2025).

Kondisi itu, kata Vita, bisa semakin parah saat memasuki bulan Ramadan. Barangkali karena rasa lapar saat puasa dan lelah sehabis bekerja, bawaannya jadi ingin marah. Sampai-sampai, pengendaranya jadi tak tahu aturan.

“Menjelang berbuka itu, perempatan Gedangan sudah chaos. Lebih macet dari biasanya. Terutama pengendara motor yang udah ugal-ugalan. Bahkan aku hampir keserempet. Untungnya, aku masih nggak kenapa-napa,” tutur Vita.

Tak hanya motor yang suka menyalip dan ugal-ugalan, Vita juga seringkali merasa risih saat mendengar bel kendaraan yang saling bersahutan. Padahal, sudah jelas-jelas kondisinya tak bisa maju atau mendahului.

“Aku sampai mewajari, mungkin itu bentuk kekesalan mereka yang harus diburu waktu,” ucap Vita.

Malam minggu jadi sial

Beberapa cara sudah pernah Vita coba untuk menghindari kemacetan tersebut. Mulai dari mencari alternatif jalan lain atau mengatur waktu keberangkatan maupun pulang, tapi tetap saja hanya jalan buntu yang ia temui. 

Biasanya, kata Vita, kondisi perempatan Gedangan di sekitar pukul 09.00 WIB masih mending. Tapi kalau perjalanan diteruskan sampai ke arah Bundaran Aloha hingga Bundaran Waru, penderitaannya semakin terasa. 

“Apalagi kalau mendekati weekend antara Kamis dan Jumat macetnya makin menjadi. Nah, puncaknya itu di hari Sabtu,” ucapnya. 

Karena rumahnya dekat perempatan Gedangan, Vita tak punya jalan alternatif lain untuk menikmati malam minggu bersama pacarnya. Keduanya harus tahan melewati lautan manusia beserta mesin kendaraannya sebelum tiba di tujuan.

“Posisi kami berdua udah nggak bisa apa-apa. Mau marah ya percuma. Jadi cuman kayak ngebatin aja gitu, ‘ini kira-kira jam berapa sampainya’,” kata Vita.

Padahal, tujuan Vita dan pacarnya tak terlalu jauh dari rumahnya. Mereka hanya ingin pergi ke cafe di sekitar Kavling DPR Sidoarjo, tapi karena macet perjalanannya yang seharusnya singkat jadi lama.

“Tapi akhirnya kami bawa santai saja sih. Nikmatin momen dengan cara ngobrol, sekalian mengisi waktu luang,” kata Vita.

Baca Halaman Selanjutnya

Terpaksa lewat perempatan Gedangan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2025 oleh

Tags: Gedanganmacetperempatan gedanganSidoarjo
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.