Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Mei 2026
A A
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Ilustrasi - Kos-kosan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Punya kamar kos sendiri di perantauan itu memang enak. Seperti mendapat kebebasan. Mau pulang jam berapa saja, mau tidur sampai siang, atau menata kamar sesuka hati, tidak ada yang melarang. 

Namun, terkadang, kebahagian itu hilang ketika ada empat tipe teman ini yang menginap di kos kita. Apa saja?

***

Awalnya, memberi tumpangan buat teman yang kemalaman sehabis main, rasanya biasa saja. Hitung-hitung membantu teman sendiri. 

Namun, seiring berjalannya waktu, saya sadar betul kalau mengizinkan orang lain menginap di kamar kos itu ibarat sedang “berjudi”. Teman yang kalau di tongkrongan asyiknya minta ampun dan gampang diajak bercanda, ternyata kelakuannya bisa sangat menyebalkan kalau sudah masuk ke area privat kita.

Dari sekian banyak teman yang pernah menumpang tidur, nyatanya ada tipe-tipe tertentu yang memang kelakuannya minus. Teman-teman dengan model begini sebaiknya mulai dimasukkan ke daftar hitam dan tidak perlu diizinkan menginap lagi.

#1 Teman yang berisik, tapi tak tahu waktu

Masalah utama dari teman yang numpang menginap di kos kita adalah, mereka sering lupa kalau si pemilik kamar punya kesibukan dan jam istirahat yang harus dijaga. Hal ini sangat dirasakan oleh Tiyas (25), seorang karyawan swasta di Jogja yang jam kerjanya cukup padat. 

Karena besok paginya harus masuk kantor dan menghadapi rutinitas harian yang melelahkan, Tiyas sangat butuh tidur yang cukup.

Masalah langsung muncul ketika ada temannya yang menginap di kos dia. Alih-alih ikut tidur, atau setidaknya menjaga ketenangan, temannya ini malah begadang. 

“Main HP sampai pagi. Tiktok-an dengan volume keras, mana nggak pakai headset. Dan yang paling nyebelin kalau udah telponan atau VC sama pacarnya sampai dini hari,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) malam. 

Tiyas yang niatnya mau tidur pulas pun jadi sangat terganggu. Ia mau menegur tapi merasa sungkan. Tapi kalau didiamkan, ia sendiri yang pusing karena kurang tidur.

“Pernah aku negur baik-baik. Malah playing victim, dibilangnya aku ngusir, nggak ikhlas kalau dia nginap gitu.”

#2 Teman yang menumpang di kos tapi modal nyawa doang

Kelakuan minus teman Tiyas, ternyata tidak berhenti di urusan berisik saja. Beberapa temannya bahkan ada yang datang dan numpang menginap di kos dengan hanya membawa badan saja. 

Tidak bawa baju ganti. Tidak bawa handuk. Tidak bawa alat mandi. Kalau kata Tiyas, “cuma bawa nyawa.”  

Iklan

Ujung-ujungnya, ia harus meminjam handuk Tiyas, memakai sabun mandi Tiyas, dan yang paling bikin sakit hati: ikut memakai sabun cuci muka serta skincare Tiyas yang harganya lumayan, tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Bukan bermaksud pelit atau hitungan. Tapi kan minimal kayak sabun muka, skincare, itu punya sendiri-sendiri nggak sih? Kita kan belinya juga pakai uang.”

#3 Teman tak tahu diri yang suka menghabiskan stok makanan di kos

Kalau cerita Tiyas berkutat pada jam tidur dan barang pribadi, pengalaman Bagas (23) justru lebih bikin emosi dan menguras dompet. Bagas adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTS Jogja, yang uang bulanannya sangat pas-pasan. 

Menjelang akhir bulan, Bagas harus menghitung dengan presisi stok makanan di kos agar bisa bertahan hidup sampai uang kiriman selanjutnya datang.

Ceritanya, suatu malam, salah satu teman Bagas meminta izin untuk menumpang di kos dia. Alasannya klasik, ia kemalaman sehabis nongkrong dan jarak ke kosnya sendiri cukup jauh. 

Bagas tentu saja mengizinkan. Namun, bukannya pulang keesokan harinya, temannya itu malah bablas tidak pulang-pulang dan menetap di kos Bagas sampai berhari-hari ke depan.

“Mau ngusir nggak mungkin kan. Nggak enak kita dibilang pelit,” ujar Bagas.

Selama menumpang berhari-hari itu, si teman bersikap santai seolah sedang menginap di kos sendiri. Ia ikut memakan jatah mie instan, menggoreng telur, dan menghabiskan persediaan air galon milik Bagas. 

“Parahnya apa? Betul, dia nggak ada inisiatif buat ganti, atau minimal patungan lah. Itu mie sama galon juga dibeli pakai duit,” ujarnya.

Tentu saja, dompet Bagas langsung tekor karena harus menanggung biaya makan dua orang dengan uang yang terbatas.

#4 Teman yang jorok, tapi nggak sadar dia jorok

Tidak hanya merugikan secara finansial, Bagas juga bercerita, temannya ini juga sangat jorok. Saat berada di kamar kos, ia sering makan camilan ringan di atas kasur sampai remahannya berjatuhan. 

Besoknya, kasur Bagas langsung dipenuhi semut. 

“Ya aku tahu orang itu beda-beda. Tapi minimal kalau kamu jorok, jangan jorok juga kalau lagi numpang.”

Bahkan, setelah mandi, temannya itu dengan santai melempar handuk yang masih basah ke atas kursi belajar, atau langsung ke atas kasur. Tak ada inisiatif buat menjemur.

Pernah suatu hari Bagas “menitipkan” kamar kos karena seharian dia sibuk di kampus. Sorenya, saat temannya itu akhirnya berpamitan pulang, kondisi kamar sudah berantakan persis seperti kapal pecah. 

Kasur tidak dirapikan. Sampah plastik camilan dibiarkan begitu saja.

“Bayangin aja, capek-capek seharian ngampus, pulang kos mau rebahan aja kudu keluarin tenaga lagi buat bersihin sampah itu.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2026 oleh

Tags: etika menginap di kosharga kos di jogjakosKos di Jogjakos di slemanmenginap di kospilihan redaksiteman toxic
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO
Esai

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
papua.MOJOK.CO
Jagat

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO
Fragmen

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.