Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Mei 2026
A A
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kos di Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berdasarkan pengalaman saya berpindah-pindah tempat tinggal, menyewa kamar di kos campur adalah opsi terbaik bagi perantau. Terutama bagi mereka yang sudah bekerja.

Dulu, saat masih kuliah, saya termasuk orang yang tidak gampang betah. Saya selalu pindah kos nyaris setiap enam bulan sekali. 

Saya terus mencari tipe kos yang memang sesuai dengan kebutuhan. Saya pernah mencoba kos yang lokasinya dekat kampus, jauh dari kampus, kos khusus putra, hingga kos yang satu bangunan dengan bapak dan ibu pemiliknya agar merasa lebih aman.

Menemukan kedamaian di kos campur

Namun, sejak tinggal di kos campur di Jogja pada 2019 lalu, saya menemukan “kedamaian” tersendiri. Tentu saja, ini bukan tanpa alasan. Bagi pekerja, kos campur menawarkan harga sewa yang rasional tapi dengan fasilitas kamar yang memadai. 

Rata-rata kos campur sudah menyediakan kamar mandi dalam, dan terkadang AC. Harganya jelas lebih masuk akal dibandingkan jika harus tinggal di kos eksklusif.

Alasan paling kuat mengapa kos campur banyak dicari adalah aturannya yang longgar. Tidak ada jam malam di sini. 

Masing-masing penghuni diberikan kebebasan. Bagi pekerja yang sering dituntut lembur atau baru pulang larut malam, aturan bebas jam malam ini sangat memudahkan aktivitas harian. Kita tidak perlu merasa sungkan karena harus membangunkan penjaga atau pemilik kos hanya untuk membukakan pagar depan.

Akan tetapi, kebebasan ini tetap ada harganya. Tinggal di kos campur berarti kita harus siap menghadapi dan menoleransi “kelakuan minus” dari para penghuni lainnya.

Bikin susah karena menuhin-menuhin parkiran

Sisi tidak enak dari kos campur ini sangat dirasakan oleh Erwin (28). Ia adalah seorang karyawan swasta yang tinggal di kos campur setelah mulai bekerja.

Alasan ia memilih kos jenis ini sama seperti kebanyakan pekerja. Jam kerjanya panjang, dan ia butuh akses keluar masuk 24 jam.

Awalnya Erwin merasa nyaman. Namun, setelah beberapa bulan tinggal, ia mulai merasakan imbas negatif dari kebebasan yang tidak dibarengi dengan pengawasan tersebut. 

“Ya mungkin ini udah jadi konsekuensi kos nggak ada yang jaga. Bebas bawa pasangan mereka masuk kapan saja, bahkan sampai menginap,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Dampak langsung dari kelakuan ini, kata Erwan, terlihat jelas di area parkir. Hampir setiap hari, lahan parkir motor di kos selalu penuh oleh kendaraan milik tamu. 

“Capek banget, tiap pulang kerja larut malam, tiba kos malah nggak kebagian tempat parkir.”

Iklan

Alhasil, untuk bisa memasukkan motornya, Erwin terpaksa harus menggeser-geser deretan motor milik tamu orang lain. Kadang, karena ruang parkir sudah benar-benar rapat, ia terpaksa memarkir motornya di luar pagar kos.

Kos campur bikin serba salah, apalagi suara berisik berantem dan “hubungan intim”

Urusan parkiran ternyata belum seberapa. Erwin bercerita mengenai masalah yang secara langsung mengganggu ruang privatnya. 

Di kos campur, penghuni bebas membawa pasangannya masuk ke dalam kamar. Sayangnya, kebebasan ini seringkali mengganggu ketenangan penghuni kamar di sebelahnya. 

“Jujur, aku yang sering dirugikan oleh situasi ini.”

Momen yang paling menyiksa, misalnya, saat malam hari ketika butuh tidur lelap, ia “terpaksa” mendengar jelas berbagai suara dari kamar sebelah. Mulai dari suara tertawa keras, suara orang mengobrol, hingga “suara aneh” dari aktivitas intim. 

“Yang paling ngeselin suara orang yang sedang bertengkar,” jelasnya.

Erwin bercerita, ia pernah terbangun pada jam dua dini hari karena mendengar suara bentakan dari kamar sebelahnya. Pertengkaran itu berlanjut dengan bunyi barang yang dibanting, bahkan suara perempuan menangis. 

“Jujur, terganggu dan serba salah,” kata dia. “Mau ikut campur nggak enak. Kalau nggak negur kok kasihan, tapi kayak bukan urusanku.”

Baca halaman selanjutnya…

Makin pusing kalau ada penghuni yang jorok dan suka nyolong makanan.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: Jogjakoskos campurkos campur di jogjaKos di Jogjakos jogjapilihan redaksitinggal di Jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO
Urban

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.