Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tak Menemukan Ketenangan di Pantai Parangkusumo Jogja, Ingin Dengar Deru Ombak Malah Terganggu Deru Mobil Jeep, Mau Nikmati Tepi Pantai Takut Tertabrak

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Mei 2024
A A
Garduaction, Komunitas Peduli Lingkungan dan Literasi di Pantai Parangkusumo, Jogja. MOJOK.CO

Ilustarasi - Di Pantai Parangkusumo, Jogja, deru ombak kalah dari deru Jeep. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pantai Parangkusumo, Bantul, Jogja rasanya tak lagi menawarkan ketenangan. Alih-alih bisa menenangkan diri dengan mendengarkan deru ombak pantai, malah terganggu dengan deru-deru Jeep yang berlalu-lalang dengan intensitas tinggi.

***

Iklan

Pada awalnya bukan berniat untuk healing mencari ketenangan. Saya ke Pantai Parangkusumo, Bantul, Jogja, untuk menemani Puthut EA bertamu ke sebuah komunitas bernama Garduaction dan Nyala Litera. Sebuah komunitas peduli lingkungan dan literasi yang digagas oleh sekelompok anak muda dari berbagai latar belakang.

Kami tiba di pusat kegiatan Garduaction pada Jumat (23/5/2024) sekitar jam empat sore. Turun dari mobil, kami disambut hangat oleh Ardha Kesuma (32) selaku koordinator Garduaction beserta teman-teman relawan yang sudah berkumpul.

“Silakan, Mas, dinikmati,” ujar Ardha mempersilakan kami menikmati kopi, teh panas, dan beberapa piring gorengan yang sudah terhidang di meja.

“Kalau di sini bisa langsung dingin, Mas, anginnya kenceng,” timpal Lambang, salah satu relawan di Garduaction. Ia jadi satu-satunya relawan laki-laki yang datang ke Garduaction sore itu.

Pusat kegiatan Garduaction memang bersebarangan langsung dengan Pantai Parangkusumo, Jogja. Hembusan angin pantai menciptakan dersik suara pepohonan di sekitar tempat kami duduk. Suasana yang sebenarnya sangat bisa dinikmati. Terlebih pusat kegiatan Garduaction pun terbilang sangat asyik.

Sayangnya, ada satu hal yang sangat mengganggu: suara deru mobil Jeep seperti tak ada jeda. Mobil Jeep berlalu-lalang di tepian Pantai Parangkusumo, Jogja, sepanjang sore itu, diringi teriakan-teriakan dari para wisatawan penumpang Jeep yang adrenalinnya terpacu.

Pusat kegiatan Garduaction di Pantai Parangkusumo, Jogja MOJOK.CO
Pusat kegiatan Garduaction di Pantai Parangkusumo, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Main di tepi Pantai Parangkusumo takut tertabrak

Sore itu kami berangkat ke Pantai Parangkusumo, Jogja, empat orang. Selain saya dan Puthut EA, ada juga Kali (putra Puthut EA) dan Irul (teman kami di KBEA).

Sementara saya dan Puthut EA berbincang dengan teman-teman relawan Garduaction, Irul menemani Kali bermain di Pantai Parangkusumo, Jogja.

“Jeep-e akeh banget (Jeep-nya banyak banget),” ujar Irul sekembalinya dari pantai menjelang Magrib.

Saat menemani Kali bermain di Pantai Parangkusumo, Irul mengaku agak was-was. Bagaimana tidak, Jeep yang berlalu-lalang di tepian pantai begitu intens. Ia bahkan mengaku kesulitan saat hendak menyeberang dari pusat kegiatan Garduaction ke arah pantai. Begitu sebaliknya, kesulitan menyeberang saat hendak kembali. Karena tepian pantai benar-benar menjadi arena Jeep.

“Kalau mau main-main di tepian pantai bukannya bisa menikmati malah takut ketabrak Jeep ya,” balas Lambang.

Hingga lepas Magrib pun deru Jeep masih bersahut-sahutan. Bahkan ada yang lajunya makin kencang dan berkelok-kelok di gundukan-gundukan pasir, membuat teriakan penumpang makin keras.

Iklan

“Emang harus begitu ya bawa Jeep-nya?,” tanya sinis salah satu relawan di Garduaction.

“Ya kan memang yang dijual itu, memacu adrenalin,” jawab Lambang.

Tak terdengar deru ombak di Pantai Parangkusumo Jogja

“Orang ke pantai cari deru ombak, tapi ini yang terdengar malah deru Jeep,” ucap Puthut EA saat obrolan kami mulai ngerasani Jeep-Jeep yang lalu-lalang tanpa henti.

Sejak saya duduk di pusat kegiatan Garduaction jam empat sore, memang nyaris tak terdengar deru ombak sama sekali. Dari sore sampai petang, hanya deru Jeep yang terdengar.

Jeep-Jeep tersebut berasal dari Gumuk Pasir yang lokasinya bersebelahan tidak jauh dari Pantai Parangkusumo, Jogja. Kata salah satu anak didik Garduaction yang sore itu ikut nimbrung, belakangan aktivitas Jeep memang bisa sampai malam.

Jadi kalau ke Pantai Parangkusumo, Jogja, untuk mencari ketenangan, tentu akan sulit karena harus berhadapan dengan deru Jeep dan jerit wisatawan. Terlebih jika musim liburan dan aktivitas Jeep memberlakukan jam operasional hingga malam.

Selain deru Jeep yang mengganggu, aktivitas Jeep di Pantai Parangkusumo, Jogja, bagi Ardha juga menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan pantai. Misalnya, roda Jeep yang berlalu-lalang dengan intensitas tinggi pastinya akan merusak kondisi pantai. Bukan semata merusak estetika, tapi juga dampak lingkungan yang lebih besar.

Baca halaman selanjutnya…

Sampah-sampah meresahkan di Pantai Parangkusumo

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2024 oleh

Tags: Bantulgarduactiongumuk pasir jogjajeep gumuk pasirJogjapantai di bantulpantai indah di jogjapantai parangkusumopantai parangkusumo jogjaparangkusumosampah di Jogjawisata di jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.