Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
Tinggalkan kota untuk bisnis di desa tampak menggiurkan. Tapi malah dibayangi kesengsaraan alih-alih slow living karena kebiasaan warga.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Tinggalkan kota untuk bisnis di desa tampak menggiurkan. Tapi malah dibayangi kesengsaraan alih-alih slow living karena kebiasaan warga.
Sumbangan pernikahan di desa menjadi tradisi jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita. Sialnya tak bisa diubah.
Di umur 30 cuma punya Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang...
Perkara beda atribut perguruan pencak silat, kelompok pesilat bisa ribut dengan kelompok pesilat lain. Seperti diduga oknum PSHT di Ngawi...
Tinggalkan Jakarta Pusat demi punya rumah di desa untuk cari ketenangan, berujung kena mental karena ulah para tetangga.
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Kerjaan setelah lulus malah bikin...
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas.
Gaya hidup dan mindset pemuda desa di Rembang bikin kaget perantau kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya....
Hati-hati saat turun di Stasiun Tugu, Jogja. Karena akan hadapi hasutan dan jebakan dari orang minta donasi, bisa jadi modus...
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.