Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,259 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan
Kondisi ekonomi yang terasa semakin sulit membuat pasangan muda di Jogja merasa tidak sanggup bermimpi bisa punya rumah sendiri.
Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi. Bikin tegang, datang lebih awal belum jadi solusi.
Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan/restoran yang seharusnya jadi kewajaran karena ternyata bisa sangat bermakna dalam memanusiakan.
Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori
Magang pemerintah dan Universitas Republik Indonesia (URI) belum bisa jadi solusi pengangguran lulusan perguruan tinggi. Apalagi cuma dibekali teori.
Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan
Cerita saya melabrak seorang guru saat adik jadi korban bullying di sekolah. Saya justru menerima jawaban memuakkan karena perundungan terlanjur disepelekan.
Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa.
Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga
Fenomena sarjana jadi pengangguran bukan salah individu atau perguruan tinggi. Tapi ada masalah struktur ekonomi dan ketimpangan kapital.
Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal.