Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Mei 2026
A A
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Ilustrasi - Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kos dengan kamar mandi luar memang menawarkan harga yang jauh lebih murah. Namun, kemurahan itu berbanding lurus dengan kerepotan-kerepotan menyebalkan karena harus berbagi dengan penghuni kos lain. 

***

Dulu ketika pertama kali merantau dan mencari kos, saya sempat heran, karena setiap kali ada teman mencari kos baru (ingin pindah kos), pertanyaan pertamanya adalah: kamar mandi dalam atau tidak?

Pun jika ada teman yang tanya-tanya perihal kos yang saya tinggali, di antara hal yang pertama-tama diajukan adalah: kamar mandi dalam atau luar? 

Keheranan saya waktu itu: Pertama, apa istimewanya sih kamar mandi di dalam? Fungsi kamar mandi toh sama saja, buat mandi, buang air, dan mencuci pakaian. Kedua, kenapa orang lebih senang mencari kos dengan kamar mandi dalam yang secara harga lebih mahal ketimbang yang kamar mandinya di luar? 

Pasaran harga kos dengan mandi dalam di Surabaya maupun Jogja tidak jauh berbeda. Berkisar di angka Rp700 ribu-Rp800 ribuan perbulan. Untung-untungan jika dapat di bawahnya. 

Sementara untuk kamar mandi luar berkisar di angka Rp300 ribuan. Jelas sangat murah. Apalagi bagi mahasiswa dengan kantong pas-pasan seperti saya waktu itu. 

Tapi kalau dipikir-pikir, kalau punya uang, lebih baik mencari kos dengan kamar mandi dalam adalah pilihan terbaik. Sebab, kos dengan kamar mandi luar artinya harus berbagi dengan penghuni kos lain, dan itu benar-benar menguji kesabaran. Bisa stres kalau tidak tidak tahan-tahanan mental.

Kos dengan kamar mandi luar tidak nyaman karena penghuni lain kemproh

Sepanjang kuliah dan bekerja di Surabaya (2017-2024 awal), dua kali saya menempati kos dengan kamar mandi luar. Kos pertama (saat mahasiswa) uang sewanya Rp200 ribu perbulan. Sementara kos kedua (saat sudah bekerja) seharga Rp350 ribu perbulan. 

Memang, banyak orang beranggapan: memang mau berharap kenyamanan model apa dari kos seharga Rp200 ribu-Rp350 ribu? Hei, perlu dicatat, miskin bukan berarti harus jorok loh!

Saya memang tumbuh dengan keuangan pas-pasan. Tapi orang tua saya selalu mengajari saya perihal kebersihan dan kerapihan. Termasuk kebersihan di kamar mandi. 

Masalahnya, penghuni lain belum tentu punya kesadaran yang sama, bahkan terlalu kemproh (jorok). Alhasil, saban waktu kita harus menghadapi kekemprohan mereka: buang plastik (sabun atau sampo sachet) di dalam kamar mandi, meninggalkan sempak di gantungan, dan yang paling menyebalkan adalah tidak menyiram WC dengan benar-benar bersih setelah buang air. 

Alhasil, ketika saya (misalnya) masuk kamar mandi, saya harus berhadapan dengan bau pesing hingga tai-tai mengambang di dalam lubang WC. Kebiasaan kemproh itu pun pada akhirnya membuat lantai kamar mandi dan WC cepat kotor, sehingga perlu sering dibersihkan. Tapi perihal ini, muncul masalah berikutnya…

Jadwal piket sangat percuma: sudah miskin, kemproh, malas pula

Jangankan membersihkan bekas buang air dengan semestinya. Wong melihat bak mandi telah keruh kecokelatan karena debu-debu yang mengendap saja mereka abai. 

Iklan

Itu membuat saya sempat heran. Kok bisa mereka tahan mandi dengan air keruh kecokelatan dan bak mandi yang sudah penuh debu bahkan lumut tersebut? Kok tidak merasa gatal-gatal? 

Jawabannya: sudah terbiasa. Tapi mohon maaf, keluarga saya rasanya kok tidak gitu-gitu amat walaupun dari ekonomi pas-pasan. Kekemprohan itu sebenarnya hanya karena malas saja sih. Maka kombinasi maut jika sudah miskin, kemproh, eh malas pula. 

Oleh karena itu, saya sempat sangat mendukung ketika seorang tetangga kamar menginisiasi jadwal piket bersih-bersih kamar mandi. Maksimal seminggu sekali lah: bak mandi dikuras, WC dan lantai kamar mandi disikat agar bersih dan mengkilap lagi. Demi kenyamanan bersama, kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama. Syukur-syukur, jika kamar mandi luar kos tersebut sudah terlihat kotor, maka semestinya dibersihkan. 

Bedebahnya, ternyata kemalasan dan habit kemproh benar-benar sulit dihilangkan. Setelah piket dibuat, nyatanya tetap tidak berjalan dengan beragam alasan. 

Alhasil, hanya saya dan tetangga kamar yang merelakan diri untuk membersihkannya. Bukan karena terlalu baik. Tapi karena kami tidak tahan kalau harus menggunakan kamar mandi dalam kondisi sangat kemproh. 

Saya dan tetangga kamar itu sempat sengaja membiarkan kamar mandi luar kos: seminggu lebih tidak dibersihkan hingga pemandangannya benar-benar kemproh. Hasilnya, tetap tidak ada yang bergerak membersihkan. Saya dan tetangga kamar hanya bisa memendam kesal, tidak habis pikir. 

Kerepotan tidak terhindarkan di kos kamar mandi luar: antre di jam dan momen rawan, kebelet berak jadi sangat menyiksa

Keluh kesah perihal kos dengan kamar mandi luar juga dituturkan oleh Pamdani (24), seorang pekerja swasta di Jogja. 

Merantau dari Surabaya, Pamdani sejak awal memang niat mencari kos murah-murahan tidak jauh dari kantornya. Nemu lah ia kos seharga Rp350 ribu di daerah Kota Jogja. Tentu kamar mandi luar. 

Itu menjadi pengalaman pertama kali Pamdani ngekos. Baru beberapa bulan, baru lah ia sadar kenapa banyak orang lebih suka mencari kos dengan kamar mandi dalam meskipun lebih mahal. 

“Ada 7 kamar kos, tapi kamar mandi di luar hanya ada 2. Sementara penghuninya pekerja dan mahasiswa, butuh mandi pagi semua karena harus ke kantor atau ke kampus. Jadinya kalau jam-jam sibuk (pagi menjelang berangkat kerja), bisa antre,” ujar Pamdani, Rabu (13/5/2026). 

“Masalahnya, ada penghuni yang nggak tahu diri. Nggak sadar kalau di luar sedang antre. Jadi di dalam kamar mandi dilama-lamain. Digedor-gedor nggak nyahut, sekali nyahut paling cuma teriak ‘Ya bentar!’,” sambungnya. 

Karena mepet jam kerja, Pamdani beberapa kali akhirnya memutuskan tidak mandi. Hanya sikat gigi dan cuci muka dengan mengandalkan kran di luar kamar mandi kos. 

Karena ia sadar, pagi hari pasti akan selalu antre, maka jika azan Subuh sudah bangun, maka ia memutuskan untuk langsung mandi. 

“Sialnya lagi, di momen-momen rawan, misalnya aku kebelet berak atau kencing, kok ya pasti ada saja yang pakai kamar mandi buat berak,” ujar Pamdani. 

“Kalau kencing, misalnya antrenya masih lama, ya sudah aku kencing asal aja di samping kamar mandi. Asal nggak ada yang lihat. Nah, repotnya itu kalau kebelet berak. Pilihanku adalah gedor-gedor pintu kamar mandi yang dipakai, atau kalau masih lama ya ambil motor, terus melipir ke Indomaret atau SPBU,” imbuhnya. 

Alat mandi jadi bancaan karena dianggap milik bersama

Sementara kalau Reka (22), mahasiswa di sebuah PTN di Jogja mengaku kaget dengan kebiasaan tetangga-tetangga kamar kosnya yang suka ambil barang tanpa izin alias gosob. 

Reka bukan jebolan pesantren. Sementara di kos yang ia tempati, rata-rata penghuninya—yang juga sekampus dengan Reka—rata-rata anak pesantren. 

“Katanya di pesantren sudah biasa, disebut solidarita,” kata Reka. Yang dimaksud adalah: seringnya alat mandi orang lain yang ditinggal di kamar mandi dianggap milik bersama. Orang lain bisa seenaknya ambil pasta gigi, sampo, hingga sabun cuci muka milik orang lain tanpa izin. 

Tidak pelak jika ia merasa ganjil. Selain juga merasa kesal karena tiap meninggalkan alat mandi di kamar mandi kos, Reka kerap mendapati pasta giginya baru saja dipakaia orang lain.

“Kenapa aku tahu, ya karena kelihatan. Aku kalau mencet pasta gigi itu dari bawah, kalau orang lain itu dari atas. Jadi kalau ada yang baru makai, kelihatan lah,” jelas Reka. 

Barang-barang lain pun bisa jadi milik bersama. Misalnya menaruh deterjen, hanger, bahkan sikat untuk mencuci pakaian di luar kamar kos, maka bisa dipakai suka-suka. 

Jelas Reke merasa kesal, tapi bagaimana lagi, wong memang pengin mencari harga murah. Alhasil, ia menjadi lebih hati-hati soal menaruh barang. Pokoknya jangan asal meninggalkan barang di luar kamar—termasuk di kamar mandi—jika tidak ingin dijadikan sebagai bancaan karena sudah dianggap milik bersama. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: kamar mandi jorokkos kamar mandi dalamkos kamar mandi luarkos murahpenghuni kos jorokteman jorok
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
kos jogja, pogung, babarsari, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Menemukan Ketenangan di Kos Rp500 Ribu Kawasan Pogung, Lebih Nyaman Ketimbang Kos LV Babarsari yang Tak Cocok Buat Mahasiswa Alim

12 Februari 2026
Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO
Ragam

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
Pilih kos murah di Malang karena gaji nggak UMR. MOJOK.CO
Ragam

Cara Bertahan Hidup Anak Kos di Malang dengan Gaji Rp2 Juta setelah Orang Tua Tiada, Tersiksa tapi “Kudu Legawa”

8 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.