Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Mei 2026
A A
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kos di Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mencari tempat tinggal saat baru pertama kali merantau untuk kuliah, selalu menjadi tantangan tersendiri. Di antara sekian banyak pilihan, kos dengan induk semang, alias yang satu atap dengan pemiliknya, seringkali dianggap sebagai pilihan paling ideal dan aman.

Bagi mahasiswa baru dan orang tua mereka, kos jenis ini adalah paket lengkap. Mahasiswa bisa hidup lebih ngirit, pergaulan mereka lebih terpantau agar tidak macam-macam, lingkungannya terjamin aman dari maling, dan kebersihannya selalu terjaga karena pemilik kos ikut mengawasi setiap hari.

Saya sendiri pernah mencicipi masa-masa ini. Di awal masa kuliah, selama enam bulan pertama, saya tinggal di kos yang satu atap dengan induk semang. Waktu itu, saya merasa seperti menemukan tempat yang sempurna. 

Kalau ibu kos kebetulan memasak dalam porsi besar atau ada acara syukuran keluarga, anak-anak kos pasti selalu kebagian jatah. Ibu kos seringkali menjadi penyelamat lambung di akhir bulan.

Selain itu, karena tinggal bersama pemiliknya, kondisinya tidak pernah berantakan. Kamar mandi selalu bersih dan ruang tengah selalu rapi. Intinya, tinggal di sana membuat kita merasa aman dan tidak takut kekurangan makan.

Kos induk semang bikin penghuninya terjebak rasa sungkan

Namun, lambat laun saya sadar bahwa di dunia ini tidak ada fasilitas enak yang gratis. Makanan gratis dan kebersihan itu ternyata harus dibayar mahal dengan privasi dan kebebasan yang terenggut.

Sisi gelap pertama yang akan langsung dirasakan oleh penghuni kos induk semang adalah “kutukan pekewuh” atau rasa sungkan yang luar biasa besar. Dinda (21), seorang mahasiswi PTN Jogja yang sudah dua tahun tinggal di kos jenis ini, membenarkan hal tersebut.

Dinda bercerita bahwa meskipun ia sudah membayar uang sewa lunas setiap bulan, ia tidak pernah bisa merasa benar-benar santai seperti di rumah sendiri. 

“Kita tuh ngerasa kayak lagi numpang di rumah saudara tahu nggak? Mau ke dapur buat ambil air minum aja rasanya harus dandan rapi dulu. Nggak bisa tuh seenaknya keluar kamar pakai celana pendek atau baju tidur, karena takut tiba-tiba papasan sama bapak atau ibu kos kan malu,” keluh Dinda, Selasa (12/5/2026).

Perasaan diawasi dan tidak bebas itu juga sangat saya rasakan dulu. Ruang bersama di kos induk semang, bisanya berada di ruang tamu, pada dasarnya adalah malah bikin nggak nyaman. 

Saya ingat betul pengalaman memalukan saat sedang asyik rebahan dan menonton TV di ruang tengah pada hari Minggu siang. Tiba-tiba, ada tamu dari keluarga besar pemilik kos datang dan masuk begitu saja. 

Saya mendadak harus bangun, merapikan baju dengan panik, tersenyum salah tingkah, lalu permisi kembali ke kamar dengan langkah canggung. Saya tak melakukan kesalahan apa-apa, tapi malah merasa bersalah sendiri.

Di kos induk semang merasa selalu diawasi

Siksaan mental di kos induk semang tidak berhenti di rasa sungkan. Sisi menyebalkan lainnya adalah merasa diawasi. Karena tinggal seatap, sang pemilik biasanya hafal dengan segala gerak-gerik dan gaya hidup kita.

Menurut Dinda, urusan privasi seolah menjadi barang langka. Momen yang paling sering bikin dia kesal adalah…

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Horor tanpa hantu di kos induk semang.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: kosKos Bebaskos campurkos dekat kampuskos induk semangkos jogjakos mahasiswakos murahMahasiswa Jogjapilihan redaksirekomendasi kos mahasiswa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO
Urban

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.