Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Mei 2026
A A
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech, dosen Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK). (sumber: Unair)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kisah Rozi, dosen Departemen Akuakultur di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair menginspirasi banyak orang, agar tidak menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Penyandang disabilitas daksa itu berhasil membuktikan bahwa ia bisa meraih gelar doktor pada Program Studi S3 Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair.

Dalam waktu 3 tahun 11 bulan, Rozi mampu meraih predikat cum laude dan IPK sempurna 4.00.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rozi turut aktif menjalankan tridharma perguruan tinggi sebagai dosen. Mulai dari mengajar, meneliti, mengabdi kepada masyarakat, hingga mempublikasikan karya ilmiah internasional.

Selama menempuh studi doktoral, Rozi menunjukkan produktivitas akademik yang tinggi dengan menerbitkan dua artikel internasional bereputasi Scopus Q1 dan tiga artikel Scopus lainnya. Selain itu, ia juga aktif sebagai editor pada jurnal internasional bereputasi Scopus.

Bagi Rozi, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan akademik, tetapi simbol bahwa pendidikan inklusif mampu membuka ruang yang setara bagi setiap individu untuk berkembang dan berkontribusi. 

“Pendidikan adalah hak semua orang. Keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar dan bertumbuh,” kata Rozi dikutip dari laman resmi Unair, Rabu (27/5/2026).

Hidup di tengah keterbatasan tapi bisa S3 Unair

Rozi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, putra dari pasangan Musli dan Mastinah. Ia lahir dari keluarga sederhana yang menggantungkan hidup lewat hasil berjualan ikan secara eceran.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Rozi tak pernah mengubur mimpinya untuk menempuh pendidikan tinggi. Pemuda asal Desa Markanding, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi itu berujar, motivasi terbesarnya justru datang dari ayahnya. 

“Ayah saya mungkin tidak memahami apa itu jurnal internasional atau disertasi doktoral, tetapi beliau mengajarkan kerja keras, ketulusan, dan semangat untuk tidak menyerah,” tuturnya.

Perjalanan Rozi untuk kuliah sampai S3 pun tidaklah mudah. Ia menjadi penyandang disabilitas daksa dengan amputasi kedua kaki. Cobaan itu, kata Rozi, menjadi fase terberat dalam hidupnya karena ia harus beradaptasi dan menerima kondisi tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia memahami bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan hidup.

“Saya belajar bahwa manusia tidak selalu diuji untuk dijatuhkan, tetapi kadang diuji untuk menemukan versi terkuat dari dirinya,” ujarnya.

Beruntung, Rozi punya keluarga yang menjadi salah satu sumber kekuatannya selama menjalani proses studi S3. Ketika Rozi hampir menyerah, ia selalu ingat ada doa ibu yang selalu mengiringi langkahnya. 

“Kadang ketika saya merasa lelah, saya ingat bahwa mungkin ada doa ibu yang tidak pernah putus menyebut nama saya,” ucapnya.

Iklan

Lingkungan Unair dukung penyandang disabilitas

Rozi dan keluarga. MOJOK.CO
Potret Rozi mengenakan toga bersama keluarganya. (sumber: Unair)

Selain dukungan keluarga, semangat Rozi juga hadir karena lingkungan akademik yang suportif selama menempuh S3 di FKH Unair. Ia mengaku mendapatkan dukungan dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga rekan-rekan di lingkungan kampus. 

“Yang paling saya rasakan bukan hanya fasilitas fisiknya, tetapi bagaimana saya diterima sebagai bagian dari lingkungan akademik secara setara,” jelasnya.

Rozi menilai Unair terus berkembang menjadi kampus yang semakin inklusif melalui berbagai fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift ramah kursi roda, dan akses gedung yang lebih mudah dijangkau.

Namun menurutnya, pendidikan inklusif tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik semata, melainkan penerimaan dan dukungan dari sekitarnya. 

“Kadang akses paling mahal bagi penyandang disabilitas bukan lift atau ramp, tetapi rasa diterima sebagai manusia yang setara,” katanya.

Menurut Rozi konsep inclusive learning juga harus mencakup akses informasi, komunikasi, dan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh ragam disabilitas, baik daksa, netra, tuli, maupun neurodivergent.

Lingkungan inklusif: memandang manusia secara setara

Berkat dukungan dari keluarga dan lingkungan kampus Unair, Rozi berhasil menyelesaikan kuliah S3-nya dan diwisuda pada April 2026. 

Oleh karena itu, Rozi berharap Airlangga Inclusive Learning (AIL) dapat terus berkembang menjadi pusat layanan disabilitas yang semakin kuat, adaptif, dan kolaboratif.

Sebab, kata dia, Unair memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kampus inklusif rujukan di Indonesia. 

“Inclusive learning bukan hanya tanggung jawab unit layanan disabilitas, tetapi budaya bersama seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Menurut Rozi, lingkungan inklusif dibangun bukan hanya oleh bangunan fisik, tetapi juga oleh empati, komunikasi yang baik, dan cara memandang manusia secara setara.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa penyandang disabilitas yang memiliki keberanian untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengembangkan potensinya. 

“Saya percaya setiap orang punya kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Kadang yang dibutuhkan hanya ruang yang menerima mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang 

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2026 oleh

Tags: DosenDosen UnairFKHkisah inspiratifpenyandang disabilitasS3tunadaksaunairuniversitas airlangga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa? MOJOK.CO
Esai

Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa?

6 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026. MOJOK.CO

Bangkitnya Sepeda Roda Raksasa yang Menyatukan Ribuan “Onthelis” dari Penjuru Dunia di Klaten

26 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.