Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Juni 2026
A A
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

ilustrasi - Kenny Simorangkir kuliah di Krakow University of Economics (UEK), Polandia, Eropa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah berkali-kali Kenny Simorangkir mendaftar beasiswa lewat berbagai aplikasi tapi tak kunjung membuahkan hasil. Namun, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) itu tidak menyerah hingga akhirnya mendapat kesempatan belajar di Krakow University of Economics (UEK), Polandia, Eropa lewat program Erasmus+ Student Mobility.

Dari penolakan beruntun menuju Eropa

Ditolak beasiswa berkali-kali bukan berarti Kenny tak mampu kuliah di luar negeri. Sebelum lolos program Erasmus+ Student Mobility, Kenny sempat diterima di New York University (UNY) untuk menempuh program sarjana Music Business. 

Iklan

Hanya saja, mahasiswa FEB Unair itu tidak mengambil kesempatan tersebut karena keterbatasan finansial. Kenny pun mencari informasi lainnya di laman Airlangga Global Engagement, hingga menemukan program Erasmus+ Student Mobility.

Setelah melewati seleksi yang panjang, Kenny akhirnya diterima di Krakow University of Economics (UEK), Polandia, Eropa untuk mendalami minat lamanya di industri musik global. 

“Program mobilitas ini memberi saya kesempatan untuk belajar di luar negeri dan membangun koneksi dengan para profesional di industri musik Eropa,” tutur Kenny dikutip dari laman resmi Unair, Rabu (24/6/2026).

Lebih dari sekadar musik: Belajar perilaku orang Eropa

Selama kuliah di UEK, Polandia, Eropa pada Februari hingga Juni 2026, Kenny mengaku ada banyak perspektif baru yang dia dapat. Misalnya, bagaimana budaya dan pengalaman dari tiap orang berbeda dapat mempengaruhi perilaku konsumen. 

“Seseorang bisa saja memberikan rating lima dari lima untuk sebuah restoran, meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya puas, sementara orang lain mungkin memberi nilai empat meskipun mereka menikmati pengalaman tersebut,” ujarnya.

Bahkan dalam mata kuliah Creativity Techniques in Project Management, Kenny belajar bagaimana kreativitas dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pada seorang musisi.

“Mata kuliah ini membantu saya menjembatani kreativitas dengan eksekusi yang lebih teknis,” katanya.

Lebih-lebih, pembelajaran yang dia dapatkan di UEK, Eropa tak hanya soal materi atau workshop, melainkan juga praktik. Tugas-tugas berbasis proyek pun mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi topik yang benar-benar mereka minati.

Dalam salah satu mata kuliah, Kenny bahkan menulis policy paper mengenai Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) dengan dukungan dosen yang menurutnya sangat kolaboratif dan responsif.

“Mereka sangat terbuka untuk berdiskusi dan selalu siap membantu,” kenangnya.

Temukan esensi belajar di luar ruangan kelas

Lebih dari itu, pelajaran paling berharga justru Kenny peroleh dari luar ruang kelas. Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya kuliah di luar negeri, Kenny juga menyempatkan diri untuk mengunjungi 6 negara di Eropa selain Polandia. 

Salah satu negara yang menurutnya paling berkesan adalah Aarhus, Denmark ketika dirinya menjadi relawan dalam sebuah konferensi musik. Selain bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat sama, dia juga terkesan atas keterbukaan mereka.

Kenny sempat gagal beasiswa beruntun hingga lolos Erasmus untuk kuliah di Eropa. MOJOK.CO
Kenny sempat gagal beasiswa beruntun hingga lolos Erasmus untuk kuliah di Eropa. (Sumber: Unair)

“Yang paling berkesan bagi saya adalah betapa kolaboratif dan terbukanya lingkungan tersebut, meskipun semua orang berasal dari negara dan latar belakang profesional yang berbeda,” ucap mahasiswa Unair tersebut.

Sebabnya, dia mengaku sempat kesulitan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan orang-orang di Eropa, mengingat budaya mereka lebih pendiam dan tertutup dibandingkan Indonesia yang menjunjung budaya ramah tamah.

Alih-alih takut untuk menyapa, Kenny justru memberanikan diri untuk bertanya guna memenuhi rasa penasarannya. Jika ada sesuatu yang tidak jelas, Kenny akan langsung bertanya, mengonfirmasi, atau mencoba sendiri daripada hanya ragu-ragu.

“Pengalaman ini semakin menguatkan minat saya untuk bekerja di lingkungan global, tempat saya dapat menghubungkan berbagai audiens melalui storytelling dan strategi pemasaran,” ucapnya.

Iklan

Menembus dinginnya warga eropa dengan tidak takut bertanya

Lewat cara di atas, tak perlu waktu lama bagi Kenny untuk beradaptasi di Eropa. Pada hari ketiga, dia langsung merasa nyaman, bahkan menganggap Kraków seperti rumahnya sendiri. 

“Saya belajar untuk tidak mengartikan sikap netral sebagai sesuatu yang dingin atau tidak ramah. Itu hanyalah bentuk ekspresi sosial yang berbeda,” ucapnya.

Barangkali, kata dia, ada karakter orang yang lebih menyukai komunikasi secara langsung karena menganggap lebih efisien. Namun, ada pula yang lebih nyaman dengan diskusi panjang.

“Pengalaman ini membuat saya sadar bahwa apa yang selama ini kita anggap ‘normal’ sebenarnya sering kali merupakan konstruksi budaya, bukan sesuatu yang universal,” refleksinya.

Pulang ke Indonesia dengan pola pikir yang terbuka

Pada akhirnya, kuliah di UEK, Polandia, Eropa tak hanya meningkatkan kemampuan Kenny secara akademik tapi sebagai bentuk pengembangan diri. 

Lewat perjalanannya seorang diri, bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara di Eropa, bahkan membawakan lagu ciptaannya sendiri dalam sebuah acara Erasmus, turut mendorongnya keluar dari zona nyaman.

“Saya belajar bahwa saya mampu menghadapi tantangan secara mandiri, bahkan ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Sekembalinya ke Indonesia, Kenny berharap dapat membawa pola pikir yang lebih terbuka dan kolaboratif, terutama dalam menghadapi perbedaan budaya. Sebagai mahasiswa asal Batak yang menempuh pendidikan di Unair, Surabaya, dia percaya pentingnya skill mendengarkan dan beradaptasi.

Oleh karena itu, dia berpesan bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti program Erasmus+ di masa depan, terbukalah terhadap ketidaknyamanan dan ketidakpastian, karena di situlah sebagian besar proses belajar terjadi.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: beasiswa kuliahErasmusEropaKrakow University of Economicspertukaran pelajarPolandiaUEKunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.