Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Juni 2026
A A
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

ilustrasi - WNI pilih tinggal di luar negeri (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masih kuat dalam ingatan Nafila Syifa Haura (25) saat dirinya harus merantau ke negeri antah berantah, yang bahkan mendengar namanya saja tidak pernah. Kota itu bernama Krakow, Polandia, Eropa. 

Akhir Oktober 2020 lalu, Syifa, sapaan akrabnya, akhirnya merantau ke sana untuk menempuh pendidikan sarjana, tepatnya di Jagiellonian University, yakni kampus riset publik tertua di Polandia sekaligus salah satu yang tertua di Eropa. 

Jujur saja, saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, perempuan asal Bandung itu mengaku asing. Dingin dan kelam seolah menyergap hari-harinya. Membayangkan dirinya tinggal di sana selama 3 tahun saja, Syifa sudah kepayahan.

“Satu bulan pun rasanya buram. Tak mengenal siapapun dalam keadaan dunia yang terisolasi (Covid-19),” ucapnya saat dihubungi Mojok, Selasa (2/6/2026).

Namun siapa sangka, Syifa berhasil melewatinya dan mampu merangkak maju, hingga berhasil menjadi tour guide dan terpilih sebagai peserta Leadership Managerial Program. 

Jadi tour guide sambil kuliah di Polandia

Saat masih pelajar di Bandung, Syifa sempat mengajar sebagai guru bahasa Arab di sebuah sekolah swasta. Pekerjaan itu dilakoninya sebagai bentuk pengabdian wajib dari almamater SMA-nya dulu. Tak lama setelah lulus, Syifa melihat peluang untuk daftar kuliah di Eropa.

“Kedua orang tuaku sangat mendukung jalan hidup yang kupilih. Mereka selalu memastikan aku ‘totalitas’ pada setiap keputusanku,” ucap perempuan asal Bandung tersebut.

“Mereka banyak sekali memberikan saran dan insight terkait pengembangan bisnis apa saja yang dapat kulakukan dari pekerjaanku saat ini,” lanjutnya.

Berkat dukungan dari keluarganya itulah, Syifa pun berani mendaftar dan akhirnya lolos di Jagiellonian University. Selama kuliah, ia turut aktif membantu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menemani dan memandu tamu yang mengunjungi Krakow. 

Sejak saat itu, Syifa menyadari bahwa perkenalannya dengan orang-orang baru begitu asyik dan menyenangkan. Ia pun mendapat kebermaknaan saat membawa turis mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Krakow. 

“Terlebih, aku juga bisa menabung agar kebutuhan hidup tercukupi,” kata Syifa yang akhirnya menjadi tour guide di sekitar benua Eropa.

Etos warga Polandia yang bikin WNI betah

Syifa yang sudah lama tertarik dengan negara-negara di Eropa mengaku semakin jatuh cinta dengan profesinya. Sebab dari pengalamannya tersebut, Syifa jadi paham tentang budaya warga di sana.

Menurutnya, masyarakat di Eropa punya etos kerja yang tinggi, menjunjung rasionalisme, individualisme, dan disiplin soal waktu. Hal-hal yang sejatinya sulit ditemui di negara kita tercinta ini—Indonesia.

Baca Halaman Selanjutnya

Iklan

Warga Eropa cara pikirnya maju

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2026 oleh

Tags: Jagiellonian Universitykerja jadi tour guidekuliah di LNKuliah sambil kerjaPolandiatour guide
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
Sekolahan

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) imbau masyarakat sambut baik petugas sensus ekonomi dari BPS MOJOK.CO

Imbauan ke Warga Jateng kalau Ada Petugas Sensus Ekonomi Datang, Penting untuk Program Ekonomi Masyarakat

15 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.