Budaya orang Eropa yang punya pola pikir maju serta menjunjung individualitas justru mendorong Nafila Syifa Haura (25) untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tepatnya di Jagiellonian University Krakow, Polandia.
Meski namanya jarang tersiar seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT) atau University of Oxford, Jagiellonian University berada di peringkat 303 di dunia berdasarkan QS World University Rankings 2026.
Melansir dari laman resmi Jagiellonian University, kampus tertua kedua di Eropa Tengah dan Timur itu menjadi salah satu kampus terbaik di Polandia. Tak sedikit pula kuota beasiswa yang diberikan untuk mahasiswa luar negeri.
Salah satunya adalah Syifa yang berhasil meraih beasiswa parsial pada tahun 2020. Perempuan asal Bandung itu berujar tidak sengaja menemukan program baru tersebut yang membutuhkan mahasiswa asing untuk meningkatkan akreditasi mereka.
“Sementara, beberapa negara Eropa itu S1-nya menggunakan bahasa lokal, dan kalaupun menggunakan bahasa Inggris tuition fee-nya menjadi lebih mahal,” jelas Syifa saat membandingkan syarat beasiswa di kampus lainnya, Jumat (5/6/2026).
Cari beasiswa kampus kurang terkenal di Indonesia
Tujuan Syifa kuliah di luar negeri sudah mantap sejak dirinya mondok di Ngawi. Ia pun sempat mengajar bahasa Arab di sebuah sekolah swasta selama satu tahun sebagai bentuk pengabdian wajib dari alumni yang mengharumkan almamater SMA-nya.

Di masa-masa itulah, Syifa sibuk merangkai mimpinya. Sambil mengajar, ia gencar mencari informasi soal kuliah. Khususnya universitas negeri di luar negeri yang bagus dan sedang membuka peluang bagi mahasiswa internasional.
“Sejak masa pengabdian, aku sudah mulai belajar menjadi team leader sedikit-sedikit. Aku juga nggak ada waktu untuk belajar SNMPTN dan akhirnya daftar ke kampus swasta yang lumayan mahal, tapi aku berusaha cari opsi untuk kuliah di luar,” jelas Syifa yang akhirnya lolos beasiswa di Jagiellonian University, Polandia.
“Aku merasa beruntung karena beasiswa tersebut ternyata sudah nggak ada di dua angkatan setelahku dan seterusnya. Yang aku tahu, itu karena jurusan di kampus tersebut sudah terakreditasi sehingga beasiswanya ditutup,” lanjut Syifa.
Baca Halaman Selanjutnya
Kuliah sambil kerja jadi tour guide di Polandia














