Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
8 Juni 2026
A A
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

ilustrasi - Nafila Syifa Haura, WNI yang kuliah dan kerja di Polandia, Eropa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Budaya orang Eropa yang punya pola pikir maju serta menjunjung individualitas justru mendorong Nafila Syifa Haura (25) untuk melanjutkan pendidikan tinggi, tepatnya di Jagiellonian University Krakow, Polandia.

Meski namanya jarang tersiar seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT) atau University of Oxford, Jagiellonian University berada di peringkat 303 di dunia berdasarkan QS World University Rankings 2026.

Melansir dari laman resmi Jagiellonian University, kampus tertua kedua di Eropa Tengah dan Timur itu menjadi salah satu kampus terbaik di Polandia. Tak sedikit pula kuota beasiswa yang diberikan untuk mahasiswa luar negeri. 

Salah satunya adalah Syifa yang berhasil meraih beasiswa parsial pada tahun 2020. Perempuan asal Bandung itu berujar tidak sengaja menemukan program baru tersebut yang membutuhkan mahasiswa asing untuk meningkatkan akreditasi mereka.

“Sementara, beberapa negara Eropa itu S1-nya menggunakan bahasa lokal, dan kalaupun menggunakan bahasa Inggris tuition fee-nya menjadi lebih mahal,” jelas Syifa saat membandingkan syarat beasiswa di kampus lainnya, Jumat (5/6/2026).

Cari beasiswa kampus kurang terkenal di Indonesia

Tujuan Syifa kuliah di luar negeri sudah mantap sejak dirinya mondok di Ponorogo. Ia pun sempat mengajar bahasa Arab di sebuah sekolah swasta selama satu tahun sebagai bentuk pengabdian wajib dari alumni yang mengharumkan almamater SMA-nya.

Syifa berkunjung ke Paris. MOJOK.CO
Syifa saat berkunjung di Paris, Prancis. (Dok. Pribadi)

Di masa-masa itulah, Syifa sibuk merangkai mimpinya. Sambil mengajar, ia gencar mencari informasi soal kuliah. Khususnya universitas negeri di luar negeri yang bagus dan sedang membuka peluang bagi mahasiswa internasional.

“Sejak masa pengabdian, aku sudah mulai belajar menjadi team leader sedikit-sedikit. Aku juga nggak ada waktu untuk belajar  SNMPTN dan akhirnya instead of daftar ke kampus swasta yang lumayan mahal, tapi aku berusaha cari opsi untuk kuliah di luar,” jelas Syifa yang akhirnya lolos beasiswa di Jagiellonian University, Polandia.

“Aku merasa beruntung karena beasiswa tersebut ternyata sudah nggak ada di dua angkatan setelahku dan seterusnya. Yang aku tahu, itu karena jurusan di kampus tersebut sudah terakreditasi sehingga beasiswanya ditutup,” lanjut Syifa. 

Kuliah sambil kerja jadi tour guide di Polandia

Jujur saja, saat mendengar nama Jagiellonian University, Syifa sempat bingung apalagi lokasinya ada di Krakow, salah satu kota tertua yang kurang populer dibanding Paris, London, atau Warsawa di Polandia. 

Padahal, kota itu menyimpan pesona yang luar biasa sehingga menjadi favorit wisatawan global. Oleh karena itu, Syifa tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya di sana. Selain kuliah, Syifa juga aktif mengikuti Persatuan Pelajar Indonesia di Polandia.

“Dari kegiatan PPI tentu aku banyak berhubungan dekat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) karena sering membantu mereka untuk menemani sekaligus memandu tamu-tamu yang mengunjungi Polandia,” ucap Syifa yang pernah menjabat sebagai ketua PPI periode 2021-2022.

Alih-alih letih dengan kesibukannya mendampingi tamu sekaligus kuliah, pengalaman itu justru membuat Syifa senang karena bisa bertemu dengan orang-orang baru yang membawa perspektif berbeda-beda. 

Syifa dan pemandangan di Eropa. MOJOK.CO
Syifa saat menjadi tour guide di Eropa. (Dok.Pribadi)

Lebih dari itu, Syifa bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari dari upah yang ia terima sebagai tour guide, selain dari beasiswa parsial kampus yang ia dapatkan. Kegiatan itu pun masih dia lakoni usai mendapat gelar sarjana dari Jagiellonian University.

Iklan

“Aku bekerja di bidang korporat selama 2 tahun dengan gaji yang lebih dari cukup di Polandia,” kata Syifa.

Sebagai informasi, standar gaji minimum di Polandia pada tahun 2024 telah mengalami dua kali kenaikan. Pada paruh pertama, upah minimumnya sebesar PLN 2.242 bruto per bulan atau sekitar Rp18,5 juta. Lalu, per Juli 2024, naik menjadi Rp18,7 juta.

Tetap jadi tour guide meski tidak tinggal di Polandia

Selain mendampingi turis di Krakow, Polandia, Syifa juga berkesempatan untuk mengenalkan desa-desa di Switzerland, Eropa Tengah. Kota yang dikelilingi oleh Pegunungan Alpen itu diakuinya sebagai tempat paling berkesan.

“Karena suasananya tenang, sepi, dan kamu selalu bisa mendengar isi kepalamu sendiri di sana. Salju-salju tebal di musim dingin, bunga warna-warni di musim semi, dan rerumputan musim panas yang dipotong rapi,” kata Syifa tersenyum saat membayangkan Swiss.

Sampai-sampai, Syifa yang harus kembali ke Indonesia karena permintaan orang tuanya, ingin mengunjungi Swiss lagi di lain waktu.

“Meski katanya Swiss adalah negara Eropa dengan biaya hidup paling sulit digapai dengan UMR Indonesia, rasanya meletakkan tempat-tempat itu di mimpi yang jauh selalu membuatku lebih bersemangat mencari kesempatan untuk bisa terus mengunjungi Swiss secara konstan,” lanjutnya.

Kini, sejak tahun 2025, Syifa sudah tinggal di tanah air. Kendati demikian, ia tetap memilih jalan sebagai tour guide. Sebab baginya, mengunjungi tempat-tempat bersejarah sekaligus memberikan informasi kepada wisatawan adalah hal yang paling ia sukai hingga hari ini. 

“Aku senang dengan pelajaran-pelajaran yang kudapatkan sepanjang perjalanan dan rasanya tak pernah lagi dihantui depresi yang mendalam,” ujar Syifa.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kunci Mahasiswa UGM Raih Juara Formula SAE di Eropa Dua Tahun Beruntun, Kalahkan 78 Pesaing dari Berbagai Negara dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2026 oleh

Tags: beasiswa luar negerikampus di Polandiakerja di LNkerja di Polandiakuliah di LNkuliah di luar negeri
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO
Urban

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO
Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.