Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
3 Agustus 2026
A A
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Ilustrasi - Elang Jawa MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kementerian Kehutanan bersama sejumlah mitra konservasi mulai merumuskan langkah perlindungan baru bagi populasi Elang Jawa. Pada tanggal Jumat (31/6/2026 lalu), mereka menyelenggarakan Konsultasi Publik pertama di Hotel Padma, Kota Bandung.

Acara ini diadakan untuk menyusun draf Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa yang akan menjadi pedoman selama sepuluh tahun ke depan, yakni dari 2026 hingga 2036.

Iklan

Upaya penyelamatan berskala besar ini tentu saja tidak dilakukan oleh pemerintah secara sendirian. Kementerian Kehutanan dengan bangga menggandeng kolaborasi multipihak yang diberi nama “Lacak Jejak Elang Jawa”.

Kelompok ini berisikan berbagai lembaga yang sangat peduli pada isu lingkungan hidup, mulai dari Burung Indonesia, Raptor Indonesia, PILI Green Network, hingga perwakilan sektor swasta yaitu PT Djarum. Mereka semua duduk bersama demi merumuskan pedoman dan langkah terbaik untuk menjaga masa depan sang garuda di alam liar.

Konservasi Elang Jawa.MOJOK.CO
Konsultasi Publik ini diadakan untuk menyusun draf Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa yang akan menjadi pedoman selama sepuluh tahun ke depan, yakni dari 2026 hingga 2036. (dok. PILI Green Network)

Pertemuan yang digelar di Bandung ini pada dasarnya adalah lanjutan dari kegiatan pembahasan draf yang telah sukses dilaksanakan di Bogor pada tanggal 23 hingga 24 Juli 2026. Tujuannya untuk memperbarui dokumen SRAK periode 2013-2022 yang memang sudah berakhir masa berlakunya.

Panduan pelestarian yang baru ini nantinya akan disusun menggunakan pendekatan yang lebih mutakhir, yakni berbasis pada ilmu pengetahuan, melibatkan masyarakat luas, serta berfokus pada pencapaian hasil.

Pentingnya keterlibatan publik dalam upaya konservasi Elang Jawa

Selama kegiatan konsultasi publik itu, pemerintah mengajak para akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk memberikan masukan terhadap draf dokumen pelestarian ini.

Diskusi berjalan hangat, mengupas berbagai hal penting mulai dari kondisi terkini populasi Elang Jawa di wilayah Jawa Barat, strategi konservasi, penentuan target yang terukur, hingga bagaimana rancangan sistem pemantauan dan pembiayaannya.

Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya keterlibatan publik. Anggota Tim Penyusun SRAK Elang Jawa dari PILI Green Network, Iwan Setiawan, memberikan catatan evaluasi yang cukup krusial dari pelaksanaan program konservasi di periode sebelumnya.

“Salah satu hasil evaluasi implementasi SRAK Elang Jawa 2013-2022 adalah masih terbatasnya keterlibatan publik atau masyarakat umum dalam upaya pelestarian elang jawa, maupun spesies-spesies terancam lainnya,” ungkap Iwan.

Berangkat dari hasil evaluasi tersebut, proses penyusunan pedoman pelestarian yang baru ini sengaja dirancang agar jauh lebih terbuka. Iwan menegaskan bahwa pihaknya benar-benar ingin masyarakat awam bisa ikut andil dan memberikan suaranya secara langsung.

“SRAK yang akan datang sedapat mungkin bersifat transparan dan partisipatif. Kami berupaya melibatkan sebanyak mungkin pihak, mulai dari tahapan penyusunan hingga nanti ketika dokumen tersebut diimplementasikan,” jelasnya menambahkan.

Konservasi Elang Jawa.MOJOK.CO
Menurut Iwan, salah satu hasil evaluasi implementasi SRAK Elang Jawa 2013-2022 adalah masih terbatasnya keterlibatan publik atau masyarakat umum dalam upaya pelestarian elang jawa, maupun spesies-spesies terancam lainnya. (dok. PILI Green Network)

Upaya gaet animo anak muda

Demi memantik kepedulian masyarakat luas, khususnya kalangan anak muda, pihak panitia tidak hanya menggelar acara diskusi yang kaku dan formal. Tepat pada Sabtu (1/8/2026), mereka mengadakan acara santai berupa nonton bareng film “Lacak Jejak Elang Jawa”.

Kegiatan seru ini diselenggarakan di IB 23 Inn, Kota Bandung, dan langsung dilanjutkan dengan sesi gelar wicara asyik bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Konservasi Elang Jawa”.

Iklan

Kehadiran para mahasiswa, pelajar, dan anak muda memang sangat diharapkan dalam ruang diskusi yang inklusif tersebut. Terkait potensi besar anak muda ini, Iwan kembali memberikan penekanannya.

“Salah satu pihak yang sangat potensial berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, termasuk elang jawa, adalah mahasiswa dan generasi muda,” ujarnya Iwan, meyakinkan.

Konsultasi publik di Kota Kembang ini baru sekadar langkah pembuka jalan. Setelah kegiatan ini selesai, tim penyusun rencananya akan langsung terbang menuju Semarang dan Denpasar untuk menggelar kegiatan serupa. Tujuannya tak lain agar aspirasi serta kondisi lapangan dari para pemangku kepentingan di wilayah tengah dan timur Indonesia juga bisa tertampung dengan baik sebelum dokumen difinalisasi.

Bagi masyarakat yang penasaran dan ingin tahu lebih banyak soal program ini, Evi Indraswati selaku Outreach Unit Manager dari PILI Green Network telah ditunjuk sebagai narahubung resmi kepanitiaan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh

Tags: elang jawaHasil Konsultasi Publik SRAKkonservasi elang jawaLacak Jejak Elang JawaPelibatan Generasi Muda KonservasiSRAK Elang JawaSRAK Elang Jawa 2026-2036
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO
Kabar

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
elang jawa.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Kala Sang Garuda Diburu, Dimasukkan Paralon, Dijual Demi Investasi dan Klenik

27 Desember 2025
elang jawa.MOJOK.CO
Ragam

Melacak Gerak Sayap Predator Terlangka di Jawa Lewat Genggaman Ponsel

23 Desember 2025
elang jawa.MOJOK.CO
Ragam

Upaya “Mengadopsi” Sarang-Sarang Sang Garuda di Hutan Pulau Jawa

22 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.