Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Juli 2026
A A
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

ilustrasi - Akbar, konten kreator perjalanan asal Garut ini aslinya lulusan SD. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu, Muhamad Akbar Suhendar (18) berpikir, jalan hidupnya akan sama seperti orang pada umumnya. Sekolah minimal sampai bangku SMA, lulus, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa. Namun, kerasnya hidup memukul Akbar duluan, bahkan sebelum dia benar-benar siap menghadapinya. Bermodal ijazah SD, laki-laki asal Garut itu akhirnya menemukan secercah harapan sebagai konten kreator perjalanan. 

Berhenti sekolah sampai dapat ijazah SD

Akbar memutuskan keluar dari salah satu pondok pesantren di Cianjur setelah menjalani masa pendidikan selama 4 tahun. Di sela-sela itu, Akbar mengaku lebih dekat dengan pamannya, sampai mendaki bersama di salah satu gunung di Garut saat libur tiba.

“Awalnya aku hanya ingin mencoba pengalaman baru, tapi ternyata pengalaman mendaki itu malah mengubah banyak hal dalam hidupku,” kata Akbar saat dihubungi Mojok, Jumat (17/7/2026). 

Pada pendakian pertama itu Akbar mengaku merasakan sensasi kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, hingga akhirnya jatuh cinta pada perjalanan ke alam. Dia mendapat pelajaran langsung dari kehidupan, dari orang-orang baru yang dia temui sampai pengalaman pribadi. 

Perjalanan di alam juga membuatnya terkoneksi kembali ke dalam dirinya sendiri di tengah kekacauan hidup.

“Aku pernah mengalami kecelakaan motor yang membuatku harus beristirahat selama 2 minggu, padahal aku baru dapat pekerjaan sebagai sales es krim selama sekitar 6 bulan,” kata Akbar setelah dapat ijazah SD.

Setelah menganggur beberapa bulan, Akbar tak sengaja bertemu dengan anak seusianya di sebuah persewaan alat outdoor di Garut. Sempat mengobrol beberapa saat, Akbar pun tahu jika laki-laki asal Medan itu sedang mewujudkan mimpinya keliling Indonesia. 

“Dia cerita banyak hal tentang pengalamannya dan aku mendengarkan ceritanya dengan penuh kagum. Dalam hati aku pun berpikir, ‘kalau dia yang seusianya denganku bisa melakukan itu, kenapa aku tidak?”,” kata Akbar.

Menemukan arah hidup dari perjalanan ke alam

Terinspirasi dari cerita anak yang ditemuinya, Akbar pun memutuskan hal yang sama yakni keliling Indonesia meski hanya dengan modal ijazah SD. Akbar yang mulanya hanya iseng membuat video perjalanan di reels Instagram dan TikTok, lambat laun mulai menekuninya.

“Perjalanan ini menjadi caraku untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku mampu keluar dari zona nyaman dan memperjuangkan sesuatu yang benar-benar aku yakini,” ujar Akbar.

Lebih dari itu, dia ingin menunjukkan bahwa seorang anak yang hanya memiliki ijazah SD tetap bisa mengejar mimpinya. Anak yang dulunya hanya bisa melihat keindahan alam melalui internet, kini bisa merasakan langsung atmosfer di dalamnya. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Muhamad Akbar (@akbarshndr)

Iklan

Mulai dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia, bagaimana budaya mereka, hingga mampu memaknai sekaligus bersyukur atas ciptaan Tuhan yang begitu luas dan beragam. 

Di sisi lain, Akbar ingin memperlihatkan bahwa orang yang sudah bertekad, konsisten dengan usaha dan doanya, ternyata mampu menentukan masa depannya sendiri. 

Mimpi, kata dia, juga tak harus menunggu keadaan kita sempurna dulu. Misalnya, ekonomi harus stabil, tunggu sampai lulus kuliah, atau menolak berbagai kesempatan karena merasa tidak sanggup. 

Padahal, berdasarkan pengalaman hidup yang Akbar jalani, semua itu mestinya tak menghambat mimpi mereka. Sebagai konten kreator perjalanan, Akbar berharap videonya mampu memovitasi orang lain agar lebih berani mencoba hal baru. 

“Tak sekadar mengagumi alam Indonesia, melainkan percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” kata Akbar.

Taklukkan 17 gunung hanya dengan ijazah SD

Menariknya, pengalaman berharga justru Akbar dapatkan bukan saat mendaki melainkan dari orang-orang yang dia temui selama perjalanan. Di awal kariernya sebagai konten kreator perjalanan, Akbar bercerita bahwa dia hanya punya modal Rp500 ribu.

Meski terbilang nekat, Akbar berusaha menepis keraguannya. Kalau menunggu siap, kata dia, sampai kapan? Beruntung, selama perjalanan Indonesia, Akbar selalu dapat bantuan yang tidak dia sangka-sangka.

“Ada yang memberiku tempat istirahat, kasih makan, atau hal-hal kecil lain yang membantuku selama perjalanan. Dan di antara banyak berita buruk yang aku lihat setiap hari, ternyata masih ada orang baik di sekitar kita,” ucapnya tersenyum.

Tak sampai setahun, Akbar yang hanya lulusan SD mampu menaklukkan 27 destinasi alam yang terdiri dari gunung, bukit, dan lembah, yaitu:

  1. Gunung Sagara, Garut, Jawa Barat
  2. Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat
  3. Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat
  4. Gunung Canar, Garut, Jawa Barat
  5. Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat
  6. Gunung Galunggung, Tasik, Jawa Barat
  7. Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah
  8. Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah
  9. Gunung Slamet, Purbalingga, Jawa Tengah
  10. Gunung Prau, Dieng, Jawa Tengah
  11. Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah
  12. Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur
  13. Gunung Buthak, Batu, Jawa Timur
  14. Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur
  15. Ranu Kumbolo, Lumajang, Jawa Timur
  16. Bukit Baodaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  17. Bukit Pergasingan, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  18. Bukit Sempana, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  19. Bukit Kondo, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  20. Bukit Gedong, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  21. Bukit Anak Dara, Nusa Tenggara Barat
  22. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  23. Gunung Inerie, Bajawa, Nusa Tenggara Timur
  24. Gunung Latimojong, Enrekang, Sulawesi Selatan
  25. Bulu Baria, Gowa, Sulawesi Selatan
  26. Lembah Lohe, Gowa, Sulawesi Selatan
  27. Lembah Ramma, Gowa, Sulawesi Selatan

Pelajaran berharga yang tak didapatkan di bangku sekolah

Walaupun terlihat mudah dan bahagia, Akbar berujar perjalanannya tak terlepas dari berbagai tantangan. Di antara ribuan viewers yang dia dapatkan dari beberapa video buatannya, ada banyak pula karyanya yang sepi penonton. Beberapa komentar negatif juga seringkali menguras tenaganya hingga ragu dengan diri sendiri.

Alih-alih berhenti, Akbar berusaha tetap konsisten sembari mengevaluasi tiap konten yang dia buat. Sampai kemudian, dia menemukan formula yang tepat dan yang disukai banyak penonton, yakni cerita soal proses, perjuangan, dan pengalaman jujurnya selama perjalanan.

“Sebagai konten kreator perjalanan, Aku berusaha jujur, tanpa berpura-pura bahwa semuanya selalu menyenangkan di video yang kubuat. Mungkin karena kejujuran itulah banyak orang yang akhirnya merasa dekat dengan cerita yang aku bagikan,” ucap laki-laki lulusan SD tersebut.

“Dari perjalanan ini aku juga belajar, kalau kadang yang paling penting bukan seberapa besar modal yang kita punya tapi seberapa kuat kita bertahan ketika prosesnya nggak mudah,” lanjutnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Menaklukkan Gunung Rinjani yang Punya Trek Maut hingga Bertemu Babi Ganas atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

Tags: garutijazah SDjenis pekerjaankisah inspiratifkonten kreatorkonten kreator perjalananlulusan sdNaik Gunungtravel
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.