Ada masanya memiliki motor Suzuki Satria FU bisa membuat seseorang merasa menjadi pria paling tampan dan jadi idaman. Masa itu pernah digambarkan NDX A.K.A dalam lagu “Kimcil Kepolen”:
Jaremu nek ra F.U., kowe ora I love you
Jaremu nek ra Ninja, kowe ora cinta
Pogo (26) adalah salah satu orang yang tumbuh dengan iringan ketampanan motor Suzuki Satria FU. Tiap kali mengingat masa-masa beberapa tahun silam, ia suka cengar-cengir sendiri. Malu-malu geli.
Nostalgia “ketampanan” era SMA
Motor Suzuki Satria FU sudah sejak lama terjual. Sudah sejak lulus SMA. Setelahnya, pemuda asal Rembang, Jawa Tengah itu lebih akrab dan nyaman dengan motor matic. Motornya saat ini saja Yamaha Aerox.
Ingatan Pogo pada motor lamanya itu terpantik oleh konten-konten nostalgia yang belakangan banyak bertebaran di media sosial.
Awalnya ia mengikuti konten nostalgia vibes kehidupan pedesaan di tahun-tahun tertentu di masa lalu. Lalu algoritma menyuguhinya konten tentang lagu-lagu yang pernah hype dan menemani romansa masa SMA. Misalnya lagu “Ku Simpan Rindu Di Hati” yang selalu jadi andalan saat bermain gitar di sekolah.
“Merembet-merembet lah konten nostalgia. Mulai dari gaya rambut yang dulu jadi standar keren. Terus aku nemu konten, ke sekolah pakai motor Suzuki Satria FU itu dulu langsung nambah ketampanan. Hahaha, asu, sangat relate aku bagian ini,” ujar Pogo, Minggu (19/4/2026).
Suzuki Satria FU, motor yang bikin penunggangnya merasa paling tampan
Pogo tidak ingat pasti bagaimana mulanya Suzuki Satria FU kemudian menjadi motor yang “viral” di masanya. Sejak kelas 3 SMP, beberapa temannya bahkan sudah memakai motor tersebut.
“Aku SMP kan belum ada motor sendiri. Baru pas SMA lah aku minta dibeliin motor, langsung milih FU sama bapak, karena aku juga pengin kelihatan keren dan gaul,” kata Pogo.
Dan Pogo akui, sejak menunggangi motor tersebut, rasa percaya dirinya menebal. Mau ke sekolah, mau bepergian, ia merasa percaya diri parah. Rasa-rasanya selalu jadi pusat perhatian.
Entah kenapa, pada masa itu, menunggangi Suzuki Satria FU dengan tubuh agak nyondong ke depan (nungging karena efek desain jok belakang yang lebih tinggi) , tangan kiri fasih memainkan kopling, dan kaki kiri aktif menaik-turunkan gigi motor, membuatnya langsung full aura.
Apalagi jika cara berkendaranya sambil kepat-kepot dan geber-geber knalpot yang mengeluarkan suara “serak-serak basah”. Makin damage saja.
“Tapi memang, di masa itu, motor ini kayak jadi pembeda dari motor bebek pada umumnya. Motor bebek tapi kesannya kayak motor dengan punuk tangki (motor sport). Jadi kalau bawa FU, dicap anak gaul lah karena mengikuti tren motor baru, nggak ketinggalan di motor bebek pada umumnya,” ucap Pogo.
Suzuki Satria FU: motor “bad boy” untuk pikat perempuan dan modus jok belakang
Dalam konteks pengalaman Pogo, Suzuki Satria FU memang identik sebagai motor “bad boy”: siswa-siswa rebel yang sekolah dengan baju keluar sebelah, celana dimodel pensil melepet (ketat), juga gaya rambut berponi panjang (seperti gaya rambut vokalis-vokalis era itu).
Siswa-siswa dengan model seperti itu dianggap sebagai anak gaul masa itu. Sementara siswa-siswa yang cenderung tertib dan cenderung lurus-lurus saja dianggap sebagai anak culun.
“Ada lah siswa cewek yang demennya sama cowok bad boy seperti itu. Jadinya siswa model bad boy, ditambah motor Suzuki Satria FU sebagai tunggangannya, dengan gampang memikat cewek,” kata Pogo. Pogo termasuk salah satunya.
Kata Pogo, menunggang motor Satria Suzuki FU sembari membonceng pasangan, semakin menambah perasaan “paling tampan” bagi pemilik motor.
“Ya modus jok belakang yang bikin boncengannya terkesan lengket, jadi berasa kayak pemeran dalam FTV-FTV SCTV,” ujar Pogo.
Tiba-tiba merasa geli dan malu sendiri
Masa-masa itu telah berlalu. Tapi kini, ketika diingatkan lagi, Pogo malah jadi geli dan malu sendiri.
Lucu saja mengingatnya. Apalagi di kolom komentar banyak orang yang merasa relate tapi juga malu pernah menjadi “pelaku” tren Suzuki Satria FU.
Sebab, gaya rambut dan bermotor seperti itu saat ini ternyata dimasukkan dalam kategori jamet, seiring dengan standar keren dan gaul yang berubah. Alhasil, orang yang masih “terjebak” dalam tren lawas model gaya rambut poni panjang, celana pensil melepet, dan merasa keren dengan motor Suzuki Satria FU, dianggap norak karena ketinggalan zaman.
“Nah, kesan jamet ini nih, sekarang kan kayak jadi olok-olok gitu kalau punya penampilan jamet. Itu bikin aku geli-geli sendiri pas ingat masa lalu, apalagi pas nemu foto-foto lawas pakai Suzuki Satria FU di Facebook, asu geli banget, hahaha,” tutup Pogo.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














