Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 Januari 2026
A A
Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO

Ilustrasi - Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat banyak informasi menyebut betapa mahal harga-harga kos di Jogja, menemukan kos di harga Rp350 ribu bagi seorang perantau menjadi “berkah” tersendiri. Hanya saja, tinggal di sebuah kos murah di salah satu sudut Taman Siswa (Tamsis) itu memberi drama-drama tak terduga. Dari suara “ceplak-ceplok” tiap malam hingga terusir gara-gara sengketa warisan.

***

Iklan

Saat mencari-cari kos di daerah Kota Jogja melalui Facebook dan internet, rata-rata memberi harga di angka Rp600 ribu ke atas. Itu membuat Rami (24) menelan ludah. Maklum, itu kali pertama ia merantau. Sebelumnya ia tinggal bersama orang tuanya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada awal 2024 Rami memenuhi panggilan kerja di daerah Kota Jogja. Sembari mencari kos, ia numpang dulu di kos seorang temannya selama seminggu.

Setelah hampir setiap saat menyisir info kos di Facebook, pemuda Sidoarjo itu kemudian menemukan akun yang menawarkan kos dengan harga lebih murah: Rp350 ribu. Tak pikir panjang, nomor kontak yang tertera langsung ia hubungi, hari itu juga langsung survei ke lokasi di sekitar Taman Siswa, dan tak ragu sama sekali untuk mengambilnya. Ya masa mau numpang terus kalau tidak menemukan kos murah.

Kos murah di Taman Siswa (Tamsis) Jogja: buluk dan berdinding triplek

Namanya juga kos dengan harga Rp350 ribu, di Kota Jogja lagi, jadi jangan berharap muluk-muluk. Apalagi sebenarnya sudah dapat isian: lemari (walaupun pintunya somplak) dan kasur (walaupun buluk dan tipis). Kamar mandi luar, tidak masalah. Berdinding triplek juga tak jadi soal.

“Aku yang penting bisa untuk tidur dan naruh barang. Buat neduh pas hujan. Walaupun gentengnya bocor dikit-dikit, nggak apa-apa lah,” ucap Rami, Senin (5/1/2025) malam.

Pekerjaan pertamanya di Kota Jogja itu baru bergaji di bawah UMR. Jadi persetan ngekos dengan harga mahal. Wong makan aja, waktu itu, ia lebih sering di angkringan atau di Warmindo. Pokoknya jangan sampai di atas Rp15 ribu lah sekali makan. Itu untuk dua kali makan.

Beberapa hari pertama mendiami kos murah tersebut, sebenarnya tidak ada masalah berarti bagi Rami. Nyamuk-nyamuk besar atau kecoa melintas bukan jadi perkara menganggu. Sebab, sekali masuk kos dan tertidur pulas, mau diserbu kawanan nyamuk dan kecoa kayak bagaimana pun Rami pasti bergeming. Tetep pulas dengan ngorok kerasnya.

Malam di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: penasaran dengan suara “ceplak-ceplok” di balik triplek

Situasi agak janggal dan mengganggu justru berasal dari dinding triplek yang menjadi pembatas antar-kamar.

Meski bertuliskan “kos putra”, tak jarang Rami mendapati satu-dua anak kos membawa perempuan. Sering kali mereka akan masuk di jam-jam 10 malam ke atas.

“Agak kaget iya. Karena kan aku anak rumahan. Jadi kayak aneh saja pas tahu ada fenomena begitu,” kata Rami. Lebih-lebih, sejak SD hingga sekarang bekerja, ia hanya pernah merasakan cinta-cinta tak terbalas. Suka perempuan, tapi tak disukai balik. Jadi belum pernah punya pengalaman menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Rami awalnya mencoba abai saja dengan pemandangan di kosnya di Tamsis, Kota Jogja, tersebut. Namun, satu malam membuat situasi berubah.

“Sebenarnya nggak sengaja. Tengah malam aku kebangun karena kebelet kencing. Keluar ke kamar mandi sambil ngantuk-ngantuk, belum nyadar apa yang terjadi. Tapi pas balik ke kamar, kok dengar ada suara “ceplak-ceplok” di kamar sebelah. Ya terdengar keras, kan cuma kehalang triplek,” beber Rami. Itu membuat Rami penasaran.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Saling pukul di kamar, mencoba bertahan malah terusir gara-gara sengketa warisan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: info kos jogjaJogjakos murahkos murah jogjakos tamsiskota jogjataman siswatamsis
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.